Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Reorientasi Preferensi Kerja Generasi Z melalui Perspektif Workplace Loneliness dan Modal Sosial Rachmadina Fitriani; Sita Rahmawati; Rafika Meilia Sari
JURNAL RUMPUN MANAJEMEN DAN EKONOMI Vol. 3 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jrme.v3i3.10599

Abstract

Literatur MSDM mengidentifikasi Generasi Z sebagai kelompok yang paling antusias terhadap model kerja dari rumah (WFH). Namun, temuan terbaru justru menunjukkan bahwa Generasi Z adalah yang paling kecil kemungkinannya untuk memilih kerja full remote. Paradoks ini belum dibahas secara memadai dalam literatur. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan preferensi Generasi Z terhadap kerja tatap muka atau hybrid, dengan mengidentifikasi workplace loneliness dan kekurangan modal sosial sebagai pendorong utama. Metode yang digunakan adalah systematicliterature review yang mensintesis berbagai studi akademis secara tematis. Studi ini menemukan bahwa workplace loneliness dalam WFH mendorong kebutuhan akan koneksi sosial, bimbingan, dan modal sosial yang paling baik diperoleh melalui kehadiran fisik. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan perspektif baru dalam merancang kebijakan hybrid yang lebih responsif. Orisinalitas terletak pada integrasi perspektif workplace loneliness dan modal sosial ke dalam diskursus preferensi kerja yang sering didominasi oleh pendekatan produktivitas dan fleksibilitas. Kata Kunci: preferensi kerja hybrid, Generasi Z, workplace loneliness, social capital
Digital Human Resource Management dan Kinerja Karyawan di Era Tranformasi Digital: A Systematic Literature Review Vivi Nur Fitriani; Ruli Lailatul Fitria; Desti Tampi Prabowo; Rafika Meilia Sari
SCIENTIFIC JOURNAL OF REFLECTION : Economic, Accounting, Management and Business Vol. 9 No. 3 (2026): SCIENTIFIC JOURNAL OF REFLECTION: Economic, Accounting, Management, & Business
Publisher : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pustek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/sjr.v9i3.1556

Abstract

Advances in digital technology have brought about changes in human resource management, particularly through the implementation of digital human resource management approaches. Although this concept continues to evolve, there remains a lack of research that clearly explains how Digital HRM relates to improvements in employee performance. This study aims to analyze the role and mechanisms of Digital HRM in enhancing employee performance during the era of digital transformation. This study employs a qualitative approach by reviewing and analyzing the literature, specifically using thematic analysis. The data utilized comes from 25 articles published in relevant peer-reviewed scientific journals, supplemented by books and other scholarly publications. The research indicates that Digital HRM enhances employee performance through several key mechanisms: streamlining work processes to make them faster and more efficient, making decisions based on accurate data, and improving employees’ digital competencies. Digital recruitment accelerates and simplifies the hiring process; e-learning-based training expands skills in a more flexible manner; and technology-driven performance evaluations enhance clarity and boost employee motivation. Additionally, Digital HRM strengthens communication and collaboration within the company, thereby fostering a more flexible work environment that responds quickly to change. However, in practice, there are still many challenges to be addressed, such as technological readiness, organizational culture, employees’ ability to adapt, as well as data security and privacy protection issues all of which are critical factors that must be considered when implementing digital systems. From an academic perspective, this study helps clarify how Digital HRM influences employee performance and serves as a reference for further research and a resource for companies seeking to enhance the implementation of Digital HRM more effectively.
Peningkatan Legalitas Usaha UMKM Melalui Sosialisasi dan Pendampingan Pembuatan NIB di Desa Domasan, Tulungagung Rafika Meilia Sari; Hima Widyas Asmara; Ayuk Wahdanfiari Adibah; Rifki Sahara
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): December
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v5i3.1780

Abstract

Legalitas usaha merupakan aspek krusial dalam penguatan sektor UMKM, terutama dalam mendukung akses pembiayaan, perlindungan hukum, dan perluasan pemasaran digital. Di wilayah perdesaan, masih banyak pelaku usaha yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) akibat rendahnya literasi digital dan pemahaman terhadap prosedur perizinan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepemilikan legalitas usaha melalui pendekatan edukatif dan pendampingan teknis di Desa Domasan, Kabupaten Tulungagung. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang mencakup observasi awal, koordinasi multipihak, sosialisasi legalitas usaha, dan bimbingan teknis pendaftaran NIB melalui sistem OSS-RBA. Dari 30 pelaku UMKM yang menjadi peserta, sebanyak 24 UMKM (80%) berhasil memperoleh NIB secara mandiri dengan fasilitasi tim. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman sebesar 65%, mengindikasikan efektivitas pendekatan berbasis praktik langsung. Selain capaian administratif, kegiatan ini juga memberikan dampak psikososial berupa peningkatan kepercayaan diri dan kesiapan pelaku usaha untuk mengakses ekosistem digital. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif-partisipatif dapat direplikasi untuk mendorong legalitas dan pemberdayaan UMKM di wilayah semi-perdesaan. Kata kunci: umkm, legalitas usaha, nib, oss-rba, pemberdayaan
PENGARUH KETIDAKSETARAAN GENDER TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI ANGKATAN KERJA PADA KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2025 Dennis Permadi Eka Prasetya; Rafika Meilia Sari
J-MSDM (JURNAL MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA) Vol. 2 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Prodi Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana ketidaksetaraan gender memengaruhi Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2025. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan dukungan studi literatur serta data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, pengujian hipotesis, dan regresi linier sederhana menggunakan perangkat lunak Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel gender berpengaruh signifikan terhadap TPAK, dengan nilai t-hitung sebesar -2,714 dan signifikansi 0,010 (< 0,05). Nilai R Square sebesar 0,170 mengindikasikan bahwa gender menjelaskan sekitar 17,0% variasi dalam TPAK, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan data TPAK tahun 2025 juga memperlihatkan pola yang konsisten, yaitu tingkat partisipasi angkatan kerja laki-laki di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur lebih tinggi dibandingkan perempuan. Kondisi ini tidak lepas dari berbagai faktor seperti akses pendidikan, budaya patriarki yang masih kuat, kesempatan kerja, serta kebijakan ketenagakerjaan yang ada. Dengan demikian, ketimpangan gender masih menjadi salah satu determinan penting yang memengaruhi rendahnya keterlibatan perempuan dalam pasar tenaga kerja di Provinsi Jawa Timur. Kata Kunci : Ketidaksetaraan Gender, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, Kebijakan KetenagakerjaanABSTRACT This study aims to examine the impact of gender inequality on the Labor Force Participation Rate (LFPR) in East Java Province in 2025. The research adopts a quantitative approach supported by a literature review and secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics (BPS). The data were analyzed using descriptive statistics, hypothesis testing, and simple linear regression with the assistance of the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). The results indicate that the gender variable has a statistically significant effect on LFPR, with a t-value of -2.714 and a significance level of 0.010 (< 0.05). The R Square value of 0.170 suggests that gender accounts for 17.0% of the variation in LFPR, while the remaining percentage is influenced by other factors beyond the scope of this study. The 2025 LFPR data also reveal a consistent pattern across districts and cities in East Java, where male labor force participation remains higher than that of females. This gap is influenced by several factors, including educational attainment, persistent patriarchal norms, employment opportunities, and existing labor policies. Overall, gender inequality continues to be a key determinant affecting women’s participation in the labor market in East Java Province. Keywords : Gender Inequality, Labor Force Participation Rate, Labor Policy
ANALISIS E-LEARNING DALAM PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PADA SISTEM KERJA WORK FROM ANYWHERE (WFA) DI LINGKUNGAN APARATUR SIPIL NEGARA (ASN): STUDI LITERATUR Maulida Asnawati Rohmadina; Radiana Gayanti; Rizqy Mufida; Rafika Meilia Sari
Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis (JIMBis) Vol 4 No 3 (2025): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24034/jimbis.v4i3.8004

Abstract

E-Learning adalah strategi yang efektif untuk mendukung pengembangan SDM pada lingkungan ASN dengan menggunakan sistem WFA, tetapi keberhasilannya memerlukan dukungan teknologi, peningkatan kapasitas digital, dan evaluasi berkelanjutan dari instansi pemerintah. Penerapan E-Learning pada sistem masih terbatas terutama pada peran sistem terhadap penelitian dan pengembangan sumber daya manusia secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran E-Learning dalam mendukung pelatihan dan pengembangan SDM pada lingkungan ASN dengan menggunakan sistem WFA, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dari penerapan sistem tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bawah E-Learning memiliki peran penting dalam meningkatkan fleksibilitas pelatihan, efisiensi biaya, pemerataan akses pembelajaran, serta peningkatan kompetensi dan kinerja ASN. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya literasi digital, serta budaya kerja yang belum sepenuhnya adaptif terhadap sistem digital.