Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Waktu Penangkapan terhadap Hasil Tangkapan Alat Tangkap Tempirai di Desa Kedotan Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi Harianto, Wira; Mairizal; BS Monica Arfiana
Mantis Journal of Fisheries Vol. 2 No. 03 (2025): Desember 2025
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v2i03.48835

Abstract

Perbedaan waktu penangkapan merupakan salah satu faktor operasional yang diduga memengaruhi hasil tangkapan alat tangkap tradisional, termasuk tempirai yang banyak digunakan oleh nelayan di perairan Desa Kedotan, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi. Namun, informasi ilmiah mengenai pengaruh waktu penangkapan terhadap hasil tangkapan tempirai masih terbatas. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil tangkapan alat tangkap tempirai pada waktu penangkapan siang dan malam. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental fishing dengan pengumpulan data berat, jumlah, dan komposisi spesies ikan hasil tangkapan. Perbedaan hasil tangkapan siang dan malam dianalisis menggunakan uji-t, sedangkan struktur komunitas ikan dianalisis secara deskriptif melalui indeks keanekaragaman (H’), keseragaman (E), dan dominansi (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap tempirai menangkap 12 spesies ikan. Nilai indeks keanekaragaman pada waktu siang dan malam tergolong sedang, indeks keseragaman tergolong tinggi, dan indeks dominansi tergolong rendah, yang menunjukkan tidak adanya spesies yang mendominasi komunitas ikan. Hasil uji-t menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (P>0,05) antara hasil tangkapan siang dan malam berdasarkan jumlah maupun berat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan waktu penangkapan siang dan malam tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil tangkapan alat tangkap tempirai di perairan Desa Kedotan, Kabupaten Muaro Jambi.
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP BELAT DI DESA LAMBUR LUAR KECAMATAN MUARA SABAK TIMUR KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Ica Andela; Mairizal Mairizal; Rizky Janatul Magwa; Yun alwi; BS Monica Arfiana; Farhan Ramdhani
Juvenil Vol 7, No 3: Agustus (2026)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v7i3.30410

Abstract

Desa Lambur Luar merupakan salah satu daerah penghasil perikanan di Kecamatan Muara Sabak Timur. Desa Lambur Luar belum ada pendataan terkait komposisi hasil tangkapan. Tanpa adanya database yang jelas, sulit untuk memantau dan mengetahui seberapa besar jumlah ikan yang tertangkap, padahal alat tangkap belat yang dominan digunakan oleh nelayan dapat menangkap berbagai spesies ikan dan udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan dari alat tangkap belat di perairan Desa Lambur Luar, Tanjung Jabung Timur, yang kaya akan keanekaragaman hayati. Penelitian dilakukan pada November hingga Desember 2024 menggunakan metode survei dengan pengamatan langsung dan pencatatan hasil tangkapan. Alat yang digunakan meliputi timbangan, penggaris, dan kamera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap belat menangkap 51 spesies dengan total 157.131 ekor dan total berat 3.467 kg. Hasil tangkapan utama didominasi oleh Udang Kuning (Metapenaeus brevicornis) dengan 18.325 ekor (18,84%) dan berat 122 kg (1,78%), diikuti oleh Udang Jerbung (Penaeus merguiensis) sebanyak 8.365 ekor (8,60%) dengan berat 239 kg (3,48%). Hasil tangkapan sampingan didominasi oleh Ikan Kaca (Parambassis siamensis) sebanyak 11.675 ekor (12%) dengan berat 58 kg (0,85%), dan hasil tangkapan buangan sebagian besar terdiri dari Belangkas (Carcinoscorpius ratundicauda) dengan 98 ekor (0,10%) dan berat 33 kg (0,48%). Indeks ekologis menunjukkan keanekaragaman yang tinggi (H' = 2,31), distribusi spesies merata (E = 0,58), dan dominansi rendah (C = 0,14).  Berdasarkan nilai indeks tersebut dan secara ekologis menggambarkan kondisi di perairan berada dalam keadaan stabil dan juga mendukung.