Erwin Azizi Jayadipraja
Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Optimalisasi Kesadaran Masyarakat: Kolaborasi dalam Pembersihan  dan Edukasi Biopori untuk Pemilahan Sampah Nur Alya; Fitri Yanti; Erwin Azizi Jayadipraja; Leniarti Ali; Laode Muhamad Yasmin; La Djabo Buton; Anry Hariadhin Depu
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 1 No. 1 (2024): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/gzf3bf23

Abstract

Sampah merupakan suatu materi yang tidak digunakan, tidak terpakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia. Di wilayah Desa Andobeu Jaya, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan penggunaan berbagai media seperti Pamflet untuk sosialisasi. Hasil dari kegiatan ini mencakup publikasi, peningkatan pengetahuan (72,51%) dan dukungan masyarakat terhadap program pengelolaan sampah, serta meningkatnya sikap positif dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah, serta terjalinnya kerjasama antara masyarakat dan kader pemerintahan Desa Andobeu Jaya. Kesimpulan yang dapat diambil adalah masyarakat telah menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan dengan membuang sampah secara rutin. Namun, untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah, diperlukan kegiatan pembekalan pengetahuan dan sosialisasi kepada pemerintah daerah dan jajarannya, sebagai bagian dari opsi kegiatan pengabdian masyarakat berikutnya. Hal ini sejalan dengan visi dari judul "Optimalisasi Kesadaran Masyarakat: Kolaborasi dalam Pembersihan dan Edukasi Biopori untuk Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik
Literasi Air Bersih dalam Program Desa Binaan: Studi Pre–Post di Desa Lalimbue Jaya, Kabupaten Konawe Muhammad Ikhsan Akbar; Erwin Azizi Jayadipraja; Fitri Yanti; Sitti Marya Ulva; Mauliyana Andi; Laode Muhamad Yasmin
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 2 No. 2 (2025): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/5a04bx97

Abstract

Kesadaran tentang kualitas air bersih menjadi penting dalam menjaga kesehatan masyarakat di Desa Lalimbue Jaya. Meskipun Desa Lalimbue Jaya telah memperoleh pasokan air bersih dari pabrik pertambangan, edukasi terkait kualitas air dan penggunaannya tetap diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kualitas air bersih melalui penyuluhan yang melibatkan mahasiswa dan dosen Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat. Metode yang digunakan adalah edukasi kelompok melalui ceramah interaktif dan diskusi. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pada 25 responden. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat meningkat dari 16% menjadi 72%. Nilai rata-rata pengetahuan juga meningkat dari 62,4 menjadi 85,6. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas air bersih. Temuan ini sejalan dengan teori promosi kesehatan yang menekankan peran edukasi dalam perubahan perilaku. Diharapkan kegiatan ini menjadi dasar penguatan perilaku higienis di masyarakat pedesaan, khususnya di daerah sekitar industri pertambangan.
Edukasi Sanitasi Rumah Tangga sebagai Upaya Pencegahan ISPA di Wilayah Pertambangan Kabupaten Konawe Fitri Yanti; Erwin Azizi Jayadipraja; Sitti Marya Ulva; Andi Mauliyana; Laode Muhamad Yasmin; Besse Nurjannah
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 2 No. 2 (2025): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/ry8kkd43

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit menular dengan prevalensi tinggi, terutama di wilayah pertambangan yang rentan terhadap pencemaran udara. Di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, ISPA menempati urutan pertama dalam 10 besar penyakit terbanyak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya sanitasi rumah tangga dalam pencegahan ISPA. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan langsung dengan pendekatan partisipatif di Balai Desa Morosi pada 2 Juli 2025, diikuti oleh 30 peserta. Materi meliputi kebersihan lingkungan rumah, ventilasi sehat, pencegahan paparan asap rokok dan polusi dalam rumah, serta praktik sanitasi dasar. Evaluasi dilakukan melalui diskusi kelompok untuk menggali pemahaman dan komitmen peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat bahwa ventilasi, kebersihan kasur, pencegahan jamur hitam (black mold), penghentian kebiasaan merokok dalam rumah, serta etika batuk/bersin dan cuci tangan pakai sabun merupakan langkah penting dalam pencegahan ISPA. Simpulan, edukasi sanitasi rumah tangga terbukti efektif sebagai strategi promotif dan preventif berbasis masyarakat untuk menurunkan risiko ISPA di wilayah pertambangan.
Hubungan Lingkungan Rumah dengan Kejadian ISPA Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wolasi Muhammad Ananda Bakri; Erwin Azizi Jayadipraja; Sri Mulyani
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Healthy Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/

Abstract

Kasus penyakit ISPA di wilayah kerja Puskesmas Wolasi mengalami peningkatan kasus. Tahun 2020 sebesar 98 kasus, tahun 2021 sebesar 142 kasus dan tahun 2022 sebesar 297 kasus. Penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui hubungan lingkungan rumah dengan kejadian ISPA pada Balita di wilayah kerja Puskesmas Wolasi Kabupaten Konawe Selatan.  Jenis penelitian yang dilakukan dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 287 rumah dengan jumlah sampel sebesar 74 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square (95%). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian ISPA pada balita dengan nilai p = 0,000 < 0,05, ada hubungan jenis dinding rumah dengan kejadian ISPA dengan nilai p = 0,019 < 0,05, ada hubungan antara ventilasi dengan kejadian ISPA dengan nilai p = 0,001 < 0,05, dan ada hubungan antara pencahayaan dengan kejadian ISPA dengan nilai p Value = 0,016 < 0,05. Diharapkan kepada dinas kesehatan terkait dan khususnya Puskesmas Wolasi, agar lebih berperan dalam peningkatan pengetahuan masyarakat melalui penyuluhan sehingga pengetahuan masyarakat akan hal-hal yang berhubungan dengan kejadian ISPA meningkat guna untuk menekan angka kasus penyakit ISPA khususnya pada balita.
Determinan Sosial yang Berhubungan dengan Kunjungan Posyandu Lansia di Wilayah Pesisir Kecamatan Wawonii Timur Kabupaten Konawe Kepulauan Fenni Santika; Erwin Azizi Jayadipraja; Sri Mulyani
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v4i2.752

Abstract

Berdasarkan data Puskesmas Waworete, Tahun 2021 cakupan lansia yang berkunjung ke posyandu sebesar 53,6%, tahun 2022 turun menjadi 39,9%, dan pada tahun 2023 sebesar 52,4% kunjungan Posyandu Lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan sosial yang berhubungan dengan kunjungan posyandu lansia di wilayah pesisir Kecamatan Wawonii Timur Kabupaten Konawe Kepulauan. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan Crosss-Secional Study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 403 orang. dengan sampel 81 responden dengan cara simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (x2hitung=6,775), sikap (x2hitung=9,826), dukungan keluarga (x2hitung=5,540), motivasi (x2hitung=8,116), psikososial (x2hitung=19,973) dengan kunjungan Posyandu Lansia. Berdasarkan uji keeratan hubungan diperoleh hubungan yang sedang pengetahuan dengan kunjungan Posyandu Lansia (φ = 0,415), sikap berhubungan sedang dengan kunjungan Posyandu Lansia (φ=0,473), dukungan keluarga berhubungan sedang dengan kunjungan Posyandu Lansia (φ= 0,488), motivasi berhubungan sedang dengan kunjungan Posyandu Lansia (φ= 0,442) dan psikososial berhubungan sedang dengan kunjungan Posyandu Lansia (φ= 0,521). Disarankan bagi lansia agar meingkatkan kepatuhan kunjungan ke Posyandu Lansia sebagai tempat pembinaan kesehatan lansia untuk meningkatkan kesehatan, kemampuan untuk mandiri dan produktif.
Analisis Faktor Determinan Keberhasilan Pengobatan Penderita TB Paru pada Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari La Ode Syafaat; Rahmawati Rahmawati; Erwin Azizi Jayadipraja
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Healthy Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/

Abstract

Angka keberhasilan pengobatan TB paru di Puskesmas Poasia tahun 2020 sebesar 12,5%, tahun 2021 sebesar 64,5% dan tahun 2022 sebesar 35,7%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor determinan keberhasilan pengobatan Penderita TB Paru pada masa pandemi Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan case control study. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 69 orang. Sampel terdiri dari sampel kasus dan sampel kontrol masing-masing berjumlah 23 orang. Analisis data menggunakan odds ratio (OR) Cochran’s and Maentel-Haenszel Statistics. Hasil penelitian menunjukan bahwa besar risiko pengetahuan (OR = 4,7), kepatuhan minum obat (OR = 6,2), peran PMO (OR = 16,3), peran petugas (OR = =4,3), kecemasan (OR = 5,6) terhadap keberhasilan pengobatan penderita TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari. Kesimpulannya adalah pengetahuan, kepatuhan minum obat, peran PMO, peran petugas dan kecemasan merupakan faktor risiko keberhasilan pengobatan Penderita TB Paru, sehingga diharapkan peran serta Dinas Kesehatan dan Puskesmas terkait untuk lebih meningkatkan upaya promotif, preventif dan perawatan secara langsung ke rumah yang menderita TB paru.
Analisis Kualitas Kimia pada Air Saluran Primer II di Kecamatan Morosi Hasrimin Muslihin; Erwin Azizi Jayadipraja; Indra Purnama
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v4i3.1059

Abstract

Meningkatnya aktivitas pertambangan di Kecamatan Morosi berpotensi mencemari kualitas air, khususnya dari aspek kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas kimia air sungai pada Saluran Primer II yang berada di wilayah tersebut, dengan fokus pada parameter logam berat yaitu Timbal (Pb), Kromium Heksavalen (Cr⁶⁺), Kadmium (Cd), Arsen (As), dan Nikel (Ni). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional survey yakni pengambilan sampel di dua titik, yaitu hulu dan hilir saluran air sungai. Analisis laboratorium dilakukan dengan metode Spektrometri Serapan Atom (AAS), dan hasilnya dibandingkan dengan baku mutu kualitas air kelas II sesuai Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh parameter logam berat (Pb, Cr⁶⁺, Cd, As, dan Ni) pada kedua titik masih berada di bawah ambang batas baku mutu yang ditetapkan. Nilai yang diperoleh adalah Pb < 0,006 mg/L, Cr⁶⁺ < 0,01 mg/L, Cd < 0,006 mg/L, As < 0,0002 mg/L, dan Ni < 0,03 mg/L. Meskipun demikian, seluruh logam tersebut bersifat toksik, persisten, dan bioakumulatif, sehingga tetap berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Kesimpulannya, kualitas kimia air pada Saluran Primer II masih memenuhi baku mutu air kelas II, namun pengawasan ketat dan pemantauan berkelanjutan tetap diperlukan. Upaya edukasi masyarakat dan penerapan teknologi mitigasi pencemaran seperti fitoremediasi dan bioadsorpsi perlu ditingkatkan.