Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Perancangan Alat Prush (Pembersih Busi Sederhana) Dengan Pendekatan Ergonomi Dan Value Engineering (Studi Kasus di UKM Bengkel Motor Koli Palembang) Mario, Fransiskus; Setiawan, Heri
JURNAL REKAYASA INDUSTRI (JRI) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.995 KB) | DOI: 10.37631/jri.v1i1.56

Abstract

UKM Bengkel Motor Koli Palembang adalah UKM service motor. UKM ini melayani service ringan hingga service berat. Pada service ringan terdapat proses membersihkan busi dimana dalam satu hari mekanik bisa lebih dari 5 kali membersihkan busi, dengan alat pembersih busi yang lama, mekanik sering mengalami keluhan: busi terlepas, tangan mekanik merasa panas ketika memegang busi, dan percikan api mengenai mata mekanik ketika melakukan pembersihan bus. Selain itu, alat lama memiliki beberapa nilai ketidakergonomisan yang bisa dilihat pada ergonomics checklist berdasarkan wawancara kepada mekanik, sehingga diperlukan alat pembersih busi yang ergonomis untuk mengurangi keluhan mekanik. Oleh sebab itu dirancanglah alat pembersih busi baru “PRUSH” singkatan dari pembersih busi sederhana dengan pendekatan ergonomi dan value engineering. Konsep desain PRUSH adalah gabungan dari ragum silang 3 dan dinamo mesin jahit dengan dimensi tinggi ragum silang 10 cm, lebar 20 cm, tinggi tuas penggeser (maju/mundur) 5 cm, tinggi tuas penggeser (kiri/kanan) 8 cm, panjang tuas 8 cm, tinggi penjepit busi 13 cm, tinggi dinamo 13 cm, lebar 22 cm, diameter mata gerinda 13 cm, dan alas 30 cm x 24 cm. Harga pembuatan alat PRUSH Rp.480.000,00. Keunggulan alat PRUSH dibandingkan alat yang lama yaitu aman digunakan, tahan lama, mudah digunakan, nyaman, dan hemat daya listrik sehingga mengurangi keluhan. Daya listrik yang digunakan pada alat lama sebesar 375 watt telah menurun menjadi 120 watt.
Redesain Metode Kerja Guna Reduksi Workload Fisik Dan Mental Pekerja Di Pt. Spu Palembang Setiawan, Heri; Kusmindari, Christofora Desi
Jurnal Tekno Vol 17 No 2 (2020): Jurnal Tekno
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/jtekno.v17i2.1081

Abstract

PT. SPU Palembang is an industrial company that produces Hospital Furniture and Rehabilitation products with the trademark SHIMA. This study aims to reduce the physical and mental workload received by workers in the Machine Shop Department. This research is focused on the production process .Measurement of physical workload uses the calculation of the worker's heart rate by calculating the percentage of Cardiovascular Load (CVL). Measurement of mental workload using the National Aeronautics and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX) score calculation method. The results obtained based on the aspect of NASA-TLX before the proposal almost all workers receive a mental workload with a value of > 80 that is included in the category of heavy mental workloads except Milling-Drilling Workers (4) have a score < 80 in the category of moderate mental workload. After the proposal all workers have a score < 80 so that the mental workload received falls into the medium category. Based on the proposals applied to the Lathe Worker (1) and the Milling-Drilling Worker (4) namely the improvement of work methods in the process of turning, punching, and the proposed holding of a reminder as a tool to remember, the results obtained %CVL from both workers < 30%. Three other workers, although experiencing a decline, remained at > 30%. The category of mental workload received by workers from previously included in the category of heavy mental workload dropped to moderate
ERGO-WORKLOAD PEKERJA UKM PEMPEK GLORY BERBASIS METODE FULL TIME EQUIVALENT Kusmindari, Christofora Desi; Setiawan, Heri
Jurnal Tekno Vol 18 No 1 (2021): Jurnal Tekno
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/jtekno.v18i1.1298

Abstract

UKM Pempek Glory merupakan sebuah usaha kecil menengah yang bergerak dibidang pembuatan dan penjualan pempek dengan beragam varian pempek. Diketahaui bahwa produksi pempek pada UKM Pempek Glory pada saat pandemic Covid-19 mengalami penurunan tingkat penjualan sehingga beban kerja pekerja di setiap stasiun perlu diseimbangkan dan dioptimalkan sesuai dengan jumlah produk yang terjual agar UKM Pempek Glory bisa survival. Berdasarkan permasalahan tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana workload pekerja dan mengetahui jumlah kebutuhan tenaga kerja yang optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan sinergis Ergo-Workload metode Full Time Equivalent (FTE), merupakan sebuah metode analisis workload fisik yang mengukur lama waktu penyelesaian kerja dalam stasiun kerja yang ergonomis. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan Ergo-Workload metode FTE diketahui bahwa ada ketidakseimbangan workload dalam stasiun kerja yang kurang ergonomis dari 9 pekerja dengan 5 stasiun kerja, semuanya memiliki workload yang dibawah normal/underload dan masih memungkinkan untuk dilakukan pengurangan jumlah pekerja dengan mengharmonisasikan kapasitas pekerja dengan tingkat penjualan pempek di saat krisis pandemi Covid-19. Oleh sebab itu dilakukan beberapa perbaikan stasiun kerja berbasiskan Ergo-Workload dengan menggabungkan beberapa pekerjaan. Hasilnya adalah jumlah tenaga kerja optimal sebanyak 5 pekerja dan nilai keseimbangan meningkat dari sebelumnya 11,11 % menjadi 43,08 %.
PENERAPAN BUDAYA K3 PADA PETANI KARET DI DESA BENTAYAN & KELUANG KECAMATAN TUNGKAL ILIR Morlina Sitanggang; Heri Setiawan; Achmad Husaini
Asawika : Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya Vol 2 No 1 (2017): Juni: Asawika
Publisher : LPPM Unika Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1600.717 KB) | DOI: 10.37832/asawika.v2i1.3

Abstract

Peningkatan kejadian kecelakaan kerja pada petani karet tradisional diDesa Bentayan dan desa Keluang Kecamatan Tungkal Ilir terjadi karena kurangnya pengetahuan dan rendahnya kesadaran tentang pentingnya menerapkan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja di ladang karet. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan masyarakat Desa Bentayan dan Keluang yang mayoritas bekerja sebagai petani karet alam maka didapatkan data bahwa petani karet mengalami masalah kesehatan, utamanya gangguan saluran pernafasan, gangguan kulit dengan beberapa diantaranya mengalami gangguan pencernaan, hal ini terjadi karena petani kurang memahami tentang keselamatan dan kesehatan kerja dikarenakan rendahnya pengetahuan mereka serta belum adanya penyuluhan/pembinaan keselamatan dan kesehatan dalam bekerja. Metode Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan kesehatan tentang keselamatan kerja, bahaya dan resiko penyakit akibat pekerjaan, pemeriksaan kesehatan resiko penyakit pada petani karet, SOP penggunaan APD di ladang karet dan pelatihan tata cara pemakaian APD bagi para petani/ pekerja diladang karet. Dari hasil workshop luaran yang diharapkan adalah peningkata pemahaman mitra berkaitan dengan Budaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan penerapannya. Dari hasil pretest dan posttest diperoleh bahwa terjadi pengingkatan pemahaman mengenai budaya K3 pada nilai signifikasi sebesar 0.000. Selain itu dari pemeriksaan kesehatan dapat disimpulkan bahwa secara umum mitra di kedua desa tidak memiliki masalah serius berkaitan dengan status kesehatan. Namun, ada beberapa penyakit yang perlu mendapat perhatian diantaranya: satu mitra mengalami masalah kulit, dan 12 peserta mengalami keluhan nyeri dada dan sesak nafas, dan tiga orang mengeluh jatung berdebar-debar dan mudah capek disertai sesak nafas.
Reduksi Keluhan Muskuloskeletal Pekerja dan Waktu Siklus Prses Produksi Berbasis Ergonomi Pada Insdustri Karet Heri Setiawan
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 1 (2015): Jurnal Rekayasa Sistem Industri
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.736 KB) | DOI: 10.26593/jrsi.v4i1.1382.38-46

Abstract

Achievement of plant capacity and reducing bottlenecks in the production process at wet blanketworkstation determined on the level worker of musculoskeletal disorders and the cycles time of the productionprocess per slabs. Capabilities and limitations of workers, equipment, task, and environmental organizationsmust be harmonized for level of workers musculoskeletal disorders and the cycles time of the productionprocess per slabs reduction. The problem scale priority based on total ergonomics must be applied early withidentification of 8 aspects of ergonomics, planned and considered systemic, holistic, interdisciplinary andparticipatory and apply the concept of appropriate technology become one of problem solution about this case.Reduction of level of worker musculoskeletal disorders and cycles time of the production process per slabsbased on ergonomics; include redesigning of the ergonomics table and standing-seat chair folding work wetblanket, setting the pattern system of pair work, giving an active break, providing additional nutrition inthe form of sweet tea and snack pempek, provision of personal protective equipment, and redesigning of thephysical work environment. Experimental research was using the treatment by subject design, with involved17 workers samples who perform activities on the conditions of activity before and after the redesign basedon ergonomics. The level worker of muskuluskeletal disorders, and the cycle time of the production processper slabs data were analyzed using Two Pair Sample t-test at a significance level of 5%. The results of studyshowed that after redesign of wet blanket workstation based on ergonomics there was a significant reductionof the level worker of muskuluskeletal disorders as 21.02%, and reduction of the cycles time of the productionprocess per slabs as 21.85%.
Perancangan Alat Bantu Memasukkan Gabah Ergonomis Ke Dalam Karung - Studi Kasus Di Penggilingan Padi Pak Santo Antonius Hari Pratama; Heri Setiawan
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Vol 6 No 1 (2020): Volume 6 No 1 Juni 2020
Publisher : Program Studi Magister Ergonomi Fisiologi Kerja Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar Bekerjasama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEI.2020.v06.i01.p05

Abstract

Pak Santo's rice mill is a rice mill located in the village of Tegal Arum. The factory serves the drying process until the rice mill. In carrying out the work process, factory workers use traditional methods, ranging from drying to packaging. Productivity in the process of packaging unhusked rice placed in a sack still requires more than 60 second/sack in a sack containing 25 kg, so it is less efficient in working time. The use of old tools is considered to be less effective, comfortable, safety, healthy, and efficient. Workers’ body posture when packing rice activities is considered unergonomics to be unhealthy because it causes muscle fatigue in the left-right shoulder and back based on initial observations using the Nordic body map questionnaire. From this problem the researchers designed an ergonomic tool to insert rice into sack "Abakan Gadak" using Nigel Cross method. Abakan Gadak is ergonomically designed to reduce muscle fatigue which has an impact on improving the quality of workers’ health and increasing worker productivity through decreasing process working time. The form of Abakan Gadak resembles a wheelbarrow with a height of 170 cm, width of 60 cm, and length of 90 cm. Improving of unhealthy working postures using the REBA method with ergofellow software.The results of the study using Abakan Gadak can improve health by reducing the level of risk from working postures that were very hight (score 12) to moderate (score 6). Productivity increased through the average working time of loading grain into sacks deceased by 15.24%, from 69.75 second/sack to 59.12 second/sack. Costs incurred for making tools amounted to Rp. 1,540,900
Perancangan Alat Pemisah Kuning Telur (AMIKUR) dengan Metode Rekayasa Nilai (Studi Kasus di UKM Pempek Dodo) Felicia Felicia; Heri Setiawan
JURNAL REKAYASA INDUSTRI (JRI) Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v1i1.55

Abstract

Industri pempek Dodo adalah Industri yang membuat pempek. Industri ini memproduksi pempek telur paling banyak yaitu dengan bahan baku ikan sebanyak 4-5 kg, dengan pemakaian telur sebanyak 60-85 butir. Pempek telur membutuhkan kuning telur yang lebih banyak, sehingga perlu dilakukan pemisahan kuning telur yang memerlukan waktu 25-40 menit. Maka dari itu peneliti merancang “AMIKUR” singkatan dari alat pemisah kuning telur dengan metode rekayasa nilai. AMIKUR berbentuk seperti rel kereta api dan memiliki ukuran dimensi panjang jalur utama 25 cm, panjang jalur tambahan 18 cm, lebar jalur telur 8 cm, lebar alat 7,5 cm, lebar lubang 0,5 cm, tinggi penjepit belakang 13,5 cm, tinggi penjepit depan 9 cm, dan panjang penjepit bawah 25 cm. Alat ini memiliki berat kurang lebih 400 gram. Rata-rata waktu pemisahan kuning telur dengan menggunakan AMIKUR yaitu 4,6 detik/butir, sehingga untuk memisahkan 60-85 butir telur membutuhkan waktu 5-7 menit. Biaya yang dikeluarkan untuk merancang alat ini adalah Rp 138.000,- dan Break Even Point yang didapat sebesar Rp 16.362.516,99 atau sebanyak 5454 pempek serta Payback Period selama 14,47 jam.
Perancangan Alat Prush (Pembersih Busi Sederhana) Dengan Pendekatan Ergonomi Dan Value Engineering (Studi Kasus di UKM Bengkel Motor Koli Palembang) Fransiskus Mario; Heri Setiawan
JURNAL REKAYASA INDUSTRI (JRI) Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v1i1.56

Abstract

UKM Bengkel Motor Koli Palembang adalah UKM service motor. UKM ini melayani service ringan hingga service berat. Pada service ringan terdapat proses membersihkan busi dimana dalam satu hari mekanik bisa lebih dari 5 kali membersihkan busi, dengan alat pembersih busi yang lama, mekanik sering mengalami keluhan: busi terlepas, tangan mekanik merasa panas ketika memegang busi, dan percikan api mengenai mata mekanik ketika melakukan pembersihan bus. Selain itu, alat lama memiliki beberapa nilai ketidakergonomisan yang bisa dilihat pada ergonomics checklist berdasarkan wawancara kepada mekanik, sehingga diperlukan alat pembersih busi yang ergonomis untuk mengurangi keluhan mekanik. Oleh sebab itu dirancanglah alat pembersih busi baru “PRUSH” singkatan dari pembersih busi sederhana dengan pendekatan ergonomi dan value engineering. Konsep desain PRUSH adalah gabungan dari ragum silang 3 dan dinamo mesin jahit dengan dimensi tinggi ragum silang 10 cm, lebar 20 cm, tinggi tuas penggeser (maju/mundur) 5 cm, tinggi tuas penggeser (kiri/kanan) 8 cm, panjang tuas 8 cm, tinggi penjepit busi 13 cm, tinggi dinamo 13 cm, lebar 22 cm, diameter mata gerinda 13 cm, dan alas 30 cm x 24 cm. Harga pembuatan alat PRUSH Rp.480.000,00. Keunggulan alat PRUSH dibandingkan alat yang lama yaitu aman digunakan, tahan lama, mudah digunakan, nyaman, dan hemat daya listrik sehingga mengurangi keluhan. Daya listrik yang digunakan pada alat lama sebesar 375 watt telah menurun menjadi 120 watt.
Perancangan Troli Galon Berbasis Ergonomic Function Deployment (EFD) Maria Septi Anggraini; Heri Setiawan
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v4i1.430

Abstract

Menurut Badan Pusat Statistik Kota Palembang dengan persentase rumah tangga dan perkantoran yang menggunakan air minum PAM dan kemasan pada tahun 2016-2018 yaitu 94,32%. Hal tersebut menyebabkan meningkatnya agen pemasaran air galon yaitu depot air minum isi ulang. Salah satu aktivitas yang dilakukan pekerja untuk mengantar galon yaitu mengantar galon melewati anak tangga. Dalam aktivitas tersebut, pekerja mengalami beban kerja berat dan  keluhan dibagian tubuh yang menyebabkan produktivitas pekerja terhadap pengangkatan galon tidak maksimal, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk merancangan alat untuk mempermudah aktivitas yang mengurangi beban kerja dan keluhan pada tubuh pekerja, dan mampu meningkatkan jumlah galon yang mampu diantar oleh pekerja. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode EFD dirancang troli dengan panjang 43 cm, lebar 41,55 cm dan tinggi 93,25 cm dengan dilengkapi fitur box pengaman galon dan roda tiga untuk media penggerak saat melewati anak tangga. Keluhan pada bagian tubuh pekerja mengalami penurunan rata-rata 53,5%, DNI pekerja mengalami penurunan 28,81%, DNK pekerja mengalami penurunan 33,24%, NK pekerja mengalami penurunan 36,61% dan rata-rata konsumsi energi pekerja mengalami penuruan 64,42% yaitu sebesar 92,40639707 Kkal/jam. Dengan produktivitas jumlah pengantaran galon meningkat 67,54%. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat alat sebesar Rp 1.206.150,-.
Edukasi Pendekatan Ergonomi Total Dalam Praktik Kearifan Lokal Keilmuan Teknik Industri Heri Setiawan; herisetiawan1971@gmail.com. Heri Setiawan
SAINTEK : Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Industri Vol. 1 No. 2 (2017): JISTIN Volume 1 no 2
Publisher : Universitas Katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32524/saintek.v1i2.90

Abstract

Keilmuan Teknik Industri dicirikan dengan kemampuan merancang.Kemampuan merancang sistem kerja dengan obyek rancangan industri manufaktur dan jasa. Rancangan sistem kerja yang masih melibatkan manusia dalam operasional aktivitas kerja,mutlak membutuhkan model edukasi ergonomi. Ergonomi merupakan ilmu terapan multidisiplin yang dijabarkan sebagai ilmu, teknologi dan seni untuk menserasikan desain alat dan sistem serta lingkungan kerja terhadap kemampuan, kebolehan dan keterbatasan manusia untuk terciptanya kondisi kerja serta lingkungan yang sehat, aman, nyaman, dan efisien (ENASE) sehingga diperoleh prestasi termasuk produktivitas kerja setinggi-tingginya. Situasi dan kondisi industri di daerah masih banyak didominasi oleh sektor UKM yang minim teknologi tinggi dan standardisasi. Oleh sebab itu perlu dirancang model edukasi pendekatan ergonomi total dalam Kurikulum Keilmuan Teknik Industri yang relevan berbasis kearifan lokal di daerah guna mendukung peningkatan produktivitas dan kemajuan sektor UKM. Makalah ini menggagas model dan kompetensi edukasi pendekatan ergonomi total melalui kajian SHIP (systemic, holistic, interdisciplinary, dan participatory) dan penerapan TTG (Teknologi Tepat Guna) berbasis kearifan lokal yang praktis, sederhana, membumi dan menyentuh secara partisipatif aspek manusia (pekerja/ SDM) dalam aktivitas kerjanya terbukti dapat membantu merancang sistem kerja, meningkatkan kualitas hidup pekerja dan produktivitas UKM.