Tanaman cabai merupakan komoditas hortikultura yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti suhu udara, kelembaban udara, kelembaban tanah, pH tanah, dan intensitas cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring dan kontrol greenhouse berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan metode Decision Tree C5 dan protokol Hypertext Transfer Protocol Secure (HTTPS). Metode Decision Tree C5 diterapkan untuk mengklasifikasikan kondisi lingkungan greenhouse ke dalam kategori baik, sedang, dan buruk berdasarkan data sensor yang diperoleh. Data penelitian dikumpulkan selama 20 hari dengan frekuensi pengamatan tiga kali sehari sehingga diperoleh 60 data pengamatan. Dataset kemudian dibagi menggunakan metode hold-out dengan rasio 80:20, yaitu 48 data sebagai data latih dan 12 data sebagai data uji. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode Decision Tree C5 memperoleh nilai Accuracy sebesar 91,67%, Balanced Accuracy sebesar 66,67%, dan Macro F1-Score sebesar 65,08% berdasarkan evaluasi confusion matrix. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model mampu melakukan klasifikasi kondisi lingkungan greenhouse dengan baik, namun performa klasifikasi belum sepenuhnya merata pada setiap kelas akibat adanya ketidakseimbangan distribusi data. Selain itu, pengujian Quality of Service (QoS) pada komunikasi data berbasis HTTPS menunjukkan nilai delay sebesar 9,00 ms, throughput sebesar 1500,00 kbps, packet loss sebesar 2,03%, dan jitter sebesar 0,50 ms. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem mampu mendukung proses monitoring dan pengendalian kondisi greenhouse secara real-time melalui aplikasi Android. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan berpotensi mendukung pengelolaan lingkungan greenhouse yang lebih stabil serta membantu menjaga kondisi lingkungan yang sesuai bagi pertumbuhan tanaman cabai melalui sistem monitoring dan pengendalian otomatis berbasis IoT.