Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru (Studi Kasus di SMP Negeri 1 Manisrenggo) Evylia Ratna Arjanti; Muh Nur Azis Yusuf; Ghufron Ahmad Al Muzakki; Wegang Sri Sulanjari; Lukit Adi Syam Ari; Sugiyono Sugiyono; Masduki Masduki; Achmad Fathoni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen sumber daya manusia (MSDM) berbasis kompetensi dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMP Negeri 1 Manisrenggo. Profesionalisme guru menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan, sehingga diperlukan pengelolaan sumber daya manusia yang efektif, terarah, dan berbasis kompetensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai pelaksanaan MSDM berbasis kompetensi di lingkungan sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MSDM berbasis kompetensi dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu perencanaan kebutuhan guru, rekrutmen dan seleksi berbasis kompetensi, pelatihan dan pengembangan profesional, serta evaluasi kinerja yang disesuaikan dengan standar kompetensi guru. Penerapan strategi tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan profesionalisme guru, yang terlihat dari meningkatnya kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru dalam proses pembelajaran maupun interaksi di lingkungan sekolah. Selain itu, guru menjadi lebih adaptif terhadap perubahan kurikulum dan perkembangan teknologi pendidikan. Namun demikian, implementasi MSDM berbasis kompetensi masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu pelatihan, minimnya sarana pendukung, serta kesiapan sebagian guru dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pembelajaran modern. Oleh karena itu, diperlukan penguatan program pengembangan profesional berkelanjutan, peningkatan fasilitas pendukung, serta dukungan kebijakan yang memadai agar implementasi MSDM berbasis kompetensi dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Integrasi Teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons Dan Problem Based Learning Dalam Mengatasi Masalah Pendidikan Ahmad Asnawi; Evylia Ratna Arjanti; Muh Nur Azis Yusuf; Ghufron Ahmad Al Muzakki; Sugiyono Sugiyono; Agus Tri W; Sigit Haryanto
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9298

Abstract

Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk keteraturan sosial, mengembangkan kemampuan individu, serta menanamkan nilai-nilai yang dibutuhkan masyarakat. Namun, dalam praktiknya masih terdapat berbagai permasalahan pendidikan seperti ketimpangan akses belajar, rendahnya internalisasi nilai sosial, lemahnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, serta kurang relevannya pembelajaran dengan kehidupan nyata peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan pendidikan melalui perspektif fungsionalisme struktural Talcott Parsons dan menawarkan Problem Based Learning (PBL) sebagai pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan fungsi sistem sosial pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah teori AGIL Talcott Parsons yang meliputi adaptation, goal attainment, integration, dan latency, serta berbagai hasil penelitian terkait penerapan PBL dalam pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai persoalan pendidikan dapat dipahami sebagai bentuk disfungsi sistem sosial pendidikan. Dalam hal ini, PBL dinilai mampu memperkuat fungsi adaptasi melalui pembelajaran berbasis masalah nyata, mendukung pencapaian tujuan pembelajaran yang relevan, meningkatkan integrasi sosial melalui kerja sama kelompok, serta memperkuat pemeliharaan pola melalui internalisasi nilai dan karakter peserta didik. Dengan demikian, integrasi teori fungsionalisme struktural Parsons dan pendekatan PBL dapat menjadi kerangka konseptual dalam membangun sistem pendidikan yang lebih adaptif, kolaboratif, relevan, dan berorientasi pada penguatan karakter sesuai tuntutan perkembangan masyarakat modern.
Implementasi Strategi Kepemimpinan Pembelajaran Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Murid (Studi Kasus Di SD Muhammadiyah Tonggalan Klaten) Muh Nur Azis Yusuf; Evylia Ratna Arjanti; Ghufron Ahmad Al Muzakki; Darsinah Darsinah; Anam Sutopo
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan kepemimpinan pembelajaran dan strategi peningkatan hasil belajar siswa di SD Muhammadiyah Tonggalan Klaten. Sekolah ini memiliki 650 siswa, 52 guru, dan 8 tenaga kependidikan dengan visi membentuk generasi ulil albab yang sholeh, unggul, inovatif, peduli, dan berwawasan global. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama meliputi supervisi akademik yang belum optimal, variasi kompetensi guru, rendahnya pemanfaatan data hasil belajar, beban administratif tinggi, dan lemahnya budaya kolaborasi. Implementasi kepemimpinan pembelajaran melalui supervisi berkelanjutan, pengembangan profesional guru, serta pemanfaatan data pembelajaran terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa dengan peningkatan rata-rata nilai sebesar ±15% dan peningkatan ketuntasan belajar klasikal
ANALISIS PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA SOCIETY 5.0 DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PERENIALISME ROBERT MAYNARD HUTCHINS (STUDI KASUS DI SMP NEGERI KABUPATEN KLATEN) Evylia Ratna Arjanti; Muh Nur Aziz Yusuf; Ghufron Ahmad Al Muzakki; Endang Fauziati
Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Robert Maynard Hutchins merupakan tokoh kunci dalam filsafat pendidikan perenialisme, yang menekankan pentingnya pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai abadi dan rasionalitas sebagai fondasi pembentukan karakter. Gagasan Hutchins berfokus pada pencapaian kebijaksanaan melalui pendidikan liberal yang menumbuhkan pemikiran kritis, moralitas, dan spiritualitas dalam diri peserta didik. Di era Society 5.0, era di mana teknologi digital terintegrasi ke dalam kehidupan manusia, pendidikan karakter menghadapi tantangan yang signifikan akibat pergeseran nilai, individualisme, dan dominasi teknologi dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan penerapan prinsip-prinsip perenialisme Robert Maynard Hutchins dalam memperkuat pendidikan karakter dalam konteks era Society 5.0. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan kecenderungan induktif. Strategi penemuan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Data diperoleh melalui kajian pustaka terhadap karya-karya Hutchins, sumber-sumber tentang filsafat perenialisme, dan studi-studi kontemporer tentang pendidikan karakter dan Society 5.0. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analitis, dengan menginterpretasikan relevansi konsep-konsep Hutchins dengan kebutuhan pendidikan terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Hutchins tetap sangat relevan dalam mengembangkan pendidikan karakter yang berbasis pada kebenaran universal, kearifan moral, dan pembentukan manusia rasional di tengah kemajuan teknologi. Nilai-nilai perenialisme seperti rasionalitas, etika, dan pencarian kebenaran merupakan fondasi penting untuk membimbing peserta didik memanfaatkan teknologi secara bijak dan beradab. Kesimpulannya, penerapan prinsip-prinsip perenialisme Hutchins pada pendidikan di era Society 5.0 dapat menjadi landasan filosofis untuk membentuk karakter manusia yang tidak hanya cerdas digital, tetapi juga bermoral, humanis, dan berorientasi pada nilai-nilai abadi.