Dio Aryansyah
Universitas Negeri Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Bayang-Bayang Kolonial dan Digital : Model Dakwah Moderasi Ulama Nusantara , Tradisi, dan Ketahanan Nafisah Azka Sabila; Awaliyah Azzahrah Ridwan; Dio Aryansyah; Aura; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digitalization encourages the spread of extremism, demanding an adaptive approach to da'wah. This study aims to develop the Moderate Da'wah Communication Model of Nusantara Ulama as a response to the ideological challenges posed by Colonial Shadows and the polarization of the Digital Age. The core issue is identifying communication message traditions and strategies for da'wah resilience. This qualitative study uses literature review, analyzed through the Da'wah Communication framework. Findings show that moderation messages are rooted in Sufism and pesantren ethics, emphasizing Zuhud to control fanaticism. The main model relies on the Salaf Pesantren as an example and Kitab Kuning for message standardization, utilizing a non-confrontational approach. The study's implication is the formulation of a Communal Hybrid Communication Model based on traditional authority and deep literacy, which effectively counteracts digital extremism.
Figur Habib Husein Ja’far dan Pengaruhnya terhadap Religiositas Generasi Z Muslim Digital Muhammad Afrijaludin; Dio Aryansyah; Syifa Fajriyah; Girllis Nurrukhyati Ramdanis Sadiyah; Puja Maharani
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 3 (2025): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (November)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah derasnya arus digitalisasi, figur-figur keagamaan baru bermunculan dan memperoleh tempat khusus di hati Generasi Z, salah satunya adalah Habib Husein Ja’far. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Habib Husein Ja’far sebagai figur keagamaan digital dalam membentuk religiositas Generasi Z Muslim, khususnya mahasiswa PAI UNJ 2023. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian ini menelaah strategi komunikasi dakwah, proses pembentukan otoritas religius digital, serta pengaruh konten dakwah terhadap pemahaman, sikap, dan praktik keberagamaan audiens. Data diperoleh melalui wawancara mendalam kepada 12 mahasiswa serta analisis konten media sosial yang diproduksi Habib Husein Ja’far. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi yang santai, rasional, humoris, dan inklusif membangun kedekatan emosional (parasocial interaction) yang memperkuat pemahaman agama moderat dan meningkatkan sikap toleransi. Habib Husein Ja’far terbukti mampu menjembatani nilai-nilai Islam dengan budaya digital, sehingga berpengaruh signifikan terhadap konstruksi religiositas generasi muda.
Transformasi Pembelajaran PAI Abad 21 melalui Deep Learning Berbasis Spiritualitas Islami Annisa Nurfajrina; Muhammad Afrijaludin; Muhibatul Muyasyaroh; Dio Aryansyah; Abdul Fadil
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 3 (2025): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (November)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi pendidikan di era modern menuntut pendekatan yang mampu menggugah pemahaman mendalam serta kesadaran spiritual peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pembelajaran mendalam dalam Pendidikan Agama Islam sebagai strategi penguatan kompetensi spiritual di abad ke-21. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam mampu meningkatkan pemahaman keagamaan secara bermakna, menumbuhkan refleksi spiritual, serta mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, dan literasi digital. Pembahasan menegaskan bahwa keberhasilan penerapan sangat ditentukan oleh kesiapan guru, rancangan pembelajaran, dan dukungan teknologi. Penelitian ini menekankan perlunya pembaruan pedagogis agar pembelajaran Pendidikan Agama Islam menjadi lebih reflektif, kontekstual, dan selaras dengan kebutuhan generasi modern.