Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Crypto Asset dan Regulasi Pajak: Tinjauan Hukum Keuangan Digital Fitri Komariyah; Hendra
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 4 (2025): MAY 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v3i4.205

Abstract

Aset kripto telah berkembang menjadi instrumen keuangan digital yang signifikan dalam arsitektur keuangan global, menimbulkan tantangan hukum dan fiskal bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Ketidakpastian regulasi dan kompleksitas karakteristik teknologi blockchain mendorong perlunya kerangka hukum yang adaptif dan responsif terhadap dinamika ekonomi digital. OECD (2020) menekankan pentingnya transparansi pajak atas aset digital lintas negara guna mencegah penghindaran dan pengelakan pajak. Di sisi lain, Zetzsche, Buckley, dan Arner (2020) menggarisbawahi bahwa kegagalan dalam merumuskan regulasi yang tepat dapat menciptakan celah hukum dan risiko sistemik bagi stabilitas fiskal. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau aspek hukum perpajakan atas aset kripto dari perspektif hukum keuangan digital, dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dan analisis komparatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah mengatur pajak atas transaksi aset kripto, ketidakterpaduan antar lembaga dan ketertinggalan regulasi teknologi menjadi kendala dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, dibutuhkan reformulasi kebijakan yang selaras dengan prinsip good governance dan standar internasional.
Membangun Keunggulan Bersaing melalui Kearifan Lokal: Analisis Strategi Bersaing pada "Batik Tulis XYZ" Hendra
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 4 No. 1 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v4i1.236

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana unit usaha mikro dan kecil (UMK) di sektor industri kreatif budaya membangun keunggulan bersaing yang berkelanjutan dengan memobilisasi kearifan lokal (local wisdom) sebagai sumber daya strategis. Melalui pendekatan studi kasus kualitatif yang mendalam pada “Batik Tulis XYZ”, penelitian ini mengeksplorasi mekanisme konversi kearifan lokal menjadi keunggulan kompetitif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan pemilik dan pengrajin, serta analisis dokumen. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa keunggulan bersaing “Batik Tulis XYZ” tidak bersumber pada strategi generik biaya atau diferensiasi semata, melainkan pada konfigurasi unik tiga elemen kunci: (1) pemanfaatan kearifan lokal sebagai fondasi nilai dan diferensiasi otentik yang menciptakan keunikan produk dan merek; (2) kapabilitas organisasi yang berbasis pengetahuan tacit (tacit knowledge) para pengrajin, yang memfasilitasi inovasi inkremental dan adaptasi berkelanjutan dalam bingkai tradisi; serta (3) jejaring sosial dan kelembagaan yang tertanam (embeddedness) dalam ekosistem budaya lokal, yang memberikan akses eksklusif, legitimasi, dan kontrol sosial atas kualitas. Studi ini berargumen bahwa keunggulan yang dibangun melalui model ini bersifat kompleks, kontekstual, dan sulit ditiru oleh pesaing, sehingga menciptakan sustained competitive advantage (Barney, 1991). Implikasi penelitian menekankan perlunya perspektif strategis yang lebih holistik dan berbasis sumber daya untuk UMK berbasis budaya, yang melihat kearifan lokal tidak hanya sebagai warisan budaya tetapi sebagai strategic asset yang dapat dikelola dan dikembangkan
Pengaruh Green Human Resource Management dan Budaya Inovasi terhadap Kinerja Berkelanjutan Perusahaan PT Cahaya Abadi Burhan; Hendra
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 4 No. 2 (2026): JANUARY 2026
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v4i2.250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Green Human Resource Management dan budaya inovasi terhadap kinerja berkelanjutan perusahaan pada PT Cahaya Abadi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya perusahaan dalam menerapkan praktik pengelolaan sumber daya manusia yang berorientasi lingkungan serta membangun budaya inovasi guna mendukung keberlanjutan perusahaan dalam aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT Cahaya Abadi, sedangkan sampel ditentukan dengan teknik sampling yang disesuaikan dengan karakteristik responden. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Green Human Resource Management berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja berkelanjutan perusahaan. Selain itu, budaya inovasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja berkelanjutan perusahaan. Secara simultan, Green Human Resource Management dan budaya inovasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja berkelanjutan perusahaan pada PT Cahaya Abadi. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan praktik SDM hijau dan budaya inovatif merupakan faktor penting dalam meningkatkan keberlanjutan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk memperkuat kebijakan SDM berbasis lingkungan dan mendorong budaya kerja yang inovatif agar mampu mencapai kinerja berkelanjutan secara optimal
Pengalaman Karyawan Generasi Z terhadap Penerapan Flexible Working Arrangement di Era Digital Pada PT Cahaya Makmur Moh; Hendra
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 4 No. 2 (2026): JANUARY 2026
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v4i2.257

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong organisasi menerapkan Flexible Working Arrangement (FWA) untuk meningkatkan efektivitas kerja. Generasi Z yang tumbuh di era digital memiliki preferensi tinggi terhadap fleksibilitas dan pemanfaatan teknologi. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman karyawan Generasi Z terhadap penerapan FWA di PT Cahaya Makmur.Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dipilih melalui purposive sampling, yaitu karyawan Generasi Z yang menjalankan sistem FWA. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa FWA memberikan pengalaman positif bagi karyawan Generasi Z. Fleksibilitas waktu dan lokasi kerja meningkatkan kenyamanan, produktivitas, serta keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance). Dukungan teknologi digital juga mempermudah komunikasi dan penyelesaian pekerjaan. Selain itu, FWA meningkatkan kepuasan kerja karena karyawan merasa lebih dipercaya dalam mengelola tugasnya. Namun, terdapat tantangan seperti kendala komunikasi, berkurangnya interaksi langsung, dan sulitnya memisahkan waktu kerja dengan kehidupan pribadi.Penelitian menyimpulkan bahwa FWA sesuai dengan karakteristik Generasi Z di era digital dan memberikan dampak positif terhadap pengalaman kerja. Oleh karena itu, perusahaan perlu terus mengembangkan sistem kerja fleksibel yang didukung teknologi, komunikasi yang efektif, dan kebijakan yang jelas guna meningkatkan produktivitas serta loyalitas karyawan.
Optimasi Sistem Agroforestry dengan Pemanfaatan IoT di Desa Binaan: Pengaruh Terhadap Produktivitas, Pendapatan dan Kesejahteraan Petani Wulandari; Amin; Hendra
Jurnal Ekonomi, Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): OKTOBER
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jependimas.v2i4.57

Abstract

Penelitian ini mengkaji optimasi sistem agroforestry melalui pemanfaatan Internet of Things (IoT) di sebuah desa binaan, serta pengaruh intervensi tersebut terhadap produktivitas lahan, pendapatan rumah tangga tani, dan kesejahteraan komunitas. Pendekatan penelitian menggabungkan desain eksperimental terapan (pilot), pemantauan sensor IoT (kelembaban tanah, suhu, sensor cuaca, dan monitoring perawatan tanaman), serta survei kuantitatif dan wawancara kualitatif dengan petani peserta program. Temuan menunjukkan bahwa integrasi IoT dalam praktik Agroforestry memfasilitasi pengambilan keputusan berbasis data, memungkinkan pengaturan irigasi dan aplikasi nutrisi yang lebih presisi, yang secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan efisiensi produksi dan pengurangan kerugian produksi. Selain itu, adopsi praktik Agroforestry yang didukung teknologi memperkuat diversifikasi sumber pendapatan dan memberikan jalur peningkatan kesejahteraan melalui penambahan pendapatan non-musiman dan pengurangan kerentanan terhadap guncangan iklim. Hasil ini konsisten dengan bukti yang menunjukkan bahwa Agroforestry meningkatkan layanan ekosistem dan potensi pendapatan bagi rumah tangga tani (Miller, 2019; Castle, 2022), serta literatur yang menilai peran IoT dalam meningkatkan efisiensi dan manajemen pertanian modern (Duguma, 2024; Kumar, 2024). Implikasi kebijakan menekankan perlunya program subsidi awal, pelatihan teknis untuk petani, dan mekanisme pembiayaan yang memadai agar teknologi IoT dapat diadopsi secara inklusif di komunitas pedesaan.
Penguatan Strategi Pemasaran Desa Wisata Berbasis Digital Melalui Optimalisasi Branding, Konten Media Sosial, Customer Engagement, dan Analisis Pasar desa Catak Gayam Jombang Jawa timur Hendra; Moh; Ari
Jurnal Ekonomi, Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): JULI
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jependimas.v2i3.63

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat strategi pemasaran Desa Wisata Catak Gayam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, melalui optimalisasi branding, konten media sosial, customer engagement, dan analisis pasar berbasis digital. Permasalahan utama mitra meliputi belum kuatnya identitas merek desa wisata, konten promosi yang belum konsisten dan kurang menarik, rendahnya interaksi dengan calon wisatawan di media sosial, serta belum adanya pemetaan pasar yang terstruktur. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif melalui tahapan: (1) asesmen kebutuhan dan pemetaan potensi desa wisata, (2) pelatihan dan workshop penyusunan branding destinasi dan kalender konten media sosial, (3) praktik pembuatan konten digital (foto, video pendek, dan copywriting), (4) pendampingan pengelolaan interaksi dengan pengikut (customer engagement) di media sosial, serta (5) pelatihan analisis sederhana data insight dan tren pasar wisata. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan pelaku pengelola desa wisata dalam merancang identitas visual dan narasi branding, menyusun dan memproduksi konten media sosial secara terencana, serta merespons interaksi calon wisatawan dengan lebih proaktif. Selain itu, mitra mulai mampu memanfaatkan data insight media sosial dan umpan balik pengunjung sebagai dasar pengambilan keputusan strategi pemasaran. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada penguatan kapasitas manajerial pemasaran digital Desa Wisata Catak Gayam secara berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Keputih, Kabupaten Jombang melalui Peningkatan Kapasitas Sosial, Ekonomi, dan Literasi Digital Hendra; Moh; Burhan; Ari; Muslikun
Jurnal Ekonomi, Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jependimas.v3i1.69

Abstract

Pemberdayaan masyarakat desa merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Desa Keputih, Kabupaten Jombang, memiliki potensi sosial dan ekonomi yang cukup besar, namun masih menghadapi keterbatasan dalam kapasitas sosial, pengelolaan ekonomi lokal, dan literasi digital masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Keputih melalui peningkatan kapasitas sosial, ekonomi, dan literasi digital secara terintegrasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif sederhana melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi dan kerja sama masyarakat, peningkatan pemahaman pelaku UMKM dalam pengelolaan usaha dan pengembangan potensi lokal, serta peningkatan literasi digital masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi. Integrasi ketiga aspek tersebut terbukti efektif dalam mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat desa yang adaptif terhadap perkembangan sosial dan teknologi serta berkelanjutan.
Transformasi Warung Tradisional Menjadi Warung Digital Berbasis QR Payment Studi Kasus Pada Warung Bu Mur Hendra; Amin; Fitri
Jurnal Ekonomi, Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): APRIL
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jependimas.v3i2.72

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan dalam sistem transaksi ekonomi, termasuk pada usaha mikro seperti warung tradisional. Digitalisasi pembayaran menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi transaksi serta memberikan kemudahan bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi warung tradisional menjadi warung digital melalui penerapan sistem pembayaran berbasis QR Payment pada Warung Bu Mur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang dikemukakan oleh Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi warung digital dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pengenalan teknologi pembayaran digital kepada pemilik warung, pendaftaran QRIS melalui penyedia layanan pembayaran digital, pemasangan kode QR di area kasir, serta edukasi kepada pelanggan mengenai penggunaan QR Payment. Implementasi sistem pembayaran digital memberikan berbagai manfaat seperti kemudahan dan kecepatan transaksi, peningkatan kepuasan pelanggan, serta pencatatan transaksi yang lebih tertata. Namun demikian, penerapan sistem pembayaran digital juga menghadapi beberapa kendala seperti keterbatasan literasi digital pelaku usaha, kebiasaan sebagian pelanggan yang masih menggunakan uang tunai, serta ketergantungan pada jaringan internet. Transformasi digital ini menunjukkan bahwa warung tradisional dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan meningkatkan daya saing usaha.