Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Ketersediaan Infrastruktur Pengelolaan Sampah: Studi Kualitatif di Kota Makassar Dicky Indirwan; Andi Pramesti Ningsih; Muhammad Ridha Afdhal
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56617

Abstract

Krisis pengelolaan sampah di kawasan perkotaan seringkali bersumber dari ketiadaan infrastruktur yang memfasilitasi perubahan perilaku masyarakat. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis deskriptif ini bertujuan mengeksplorasi persepsi masyarakat terhadap ketersediaan infrastruktur pengelolaan sampah di Kota Makassar. Melibatkan 24 informan dari Kecamatan Panakkukang dan Manggala melalui purposive sampling, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan model interaktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi negatif dan skeptisisme masyarakat berakar kuat pada defisit infrastruktur fisik dan inkonsistensi pelayanan publik, yang termanifestasi dalam tiga konklusi utama. Pertama, inisiasi pemilahan sampah rumah tangga mengalami stagnasi akibat ketiadaan sarana pewadahan terpilah dan minimnya literasi lingkungan di struktur sosial terbawah. Kedua, ketidakandalan frekuensi armada pengangkut memicu krisis kepercayaan yang mendorong praktik penanganan maladaptif seperti pembakaran terbuka dan pembuangan ilegal. Ketiga, optimalisasi Bank Sampah terhambat oleh aksesibilitas; meskipun insentif material efektif memancing minat warga, jarak fasilitas yang jauh mengubah partisipasi menjadi beban. Disimpulkan bahwa niat baik partisipasi masyarakat tidak akan terwujud menjadi perilaku pro-lingkungan yang menetap tanpa adanya reformasi tata kelola yang mendekatkan infrastruktur fisik ke dalam ekosistem sosial warga.
Dari Pengetahuan ke Praktik: Edukasi Partisipatif Berbasis Herbal Lokal sebagai Strategi Perubahan Perilaku Kesehatan Masyarakat Yuli Rahayu; Nur Indah Atifah Anwar; Nurul Ilmi; Ani Asram; Dicky Indirwan
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i1.2613

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendorong perubahan perilaku kesehatan masyarakat melalui edukasi partisipatif berbasis pemanfaatan herbal lokal. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat sasaran adalah adanya kesenjangan antara pengetahuan tentang manfaat bahan herbal dengan praktik perilaku kesehatan preventif dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada kelompok masyarakat di Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang, dengan sasaran utama perempuan dewasa sebagai pengelola kesehatan keluarga. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang mengintegrasikan edukasi interaktif, diskusi kelompok, serta praktik langsung pengolahan minuman herbal berbasis bahan lokal seperti kunyit dan temulawak. Media pendukung berupa brosur sederhana digunakan untuk memperkuat pemahaman dan memfasilitasi proses pembelajaran kontekstual. Pendekatan ini dirancang untuk memperkuat komponen perubahan perilaku kesehatan yang meliputi peningkatan pengetahuan, pembentukan sikap positif, penguatan kepercayaan diri, dan keterampilan praktik masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai manfaat herbal lokal serta perubahan sikap yang lebih positif terhadap perilaku konsumsi minuman sehat. Peserta juga menunjukkan kemampuan praktik mandiri dalam pengolahan herbal dan komitmen untuk menerapkan perilaku tersebut secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi partisipatif berbasis praktik terbukti efektif dalam menjembatani transisi dari pengetahuan menuju tindakan nyata dalam perilaku kesehatan masyarakat. Sebagai rekomendasi, pendekatan edukasi partisipatif berbasis kearifan lokal dapat dijadikan strategi promosi kesehatan berkelanjutan untuk memperkuat kemandirian dan pemberdayaan masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga.