Erba Rozalina Yulianti
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALYSIS OF MULTICULTURAL EDUCATION VALUES IN ISMUBA TEXTBOOKS (AL-ISLAM, MUHAMMADIYAH STUDIES, AND ARABIC): A CONTENT ANALYSIS STUDY Vikri Aflaha Qomari; Dede Rosyada; Erba Rozalina Yulianti
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66053/ri.v3i2.577

Abstract

This study aims to critically analyze the extent to which multicultural education values ​​are integrated into the ISMUBA textbooks for grade XI at Muhammadiyah educational institutions. Although Muhammadiyah schools are open to students from diverse backgrounds, all students are implicitly required to take ISMUBA, raising questions about whether these materials reflect multicultural principles. This study used a qualitative method with a library research approach. Primary data consisted of ISMUBA textbooks for grade XI, while secondary data included relevant books and scientific articles. The analysis was guided by the dimensions of multicultural education proposed by James A. Banks and a constructivist perspective. The findings indicate that multicultural education values are implicitly integrated into the textbooks, including content integration, knowledge construction, equity pedagogy, and prejudice reduction, although these values are not explicitly presented as dedicated multicultural topics. This study is limited to textbook content analysis and does not examine classroom implementation, which may influence how these values are interpreted in practice. This study concludes that, conceptually, ISMUBA textbooks align with key dimensions of multicultural education but require critical interpretation by educators to ensure effective implementation in diverse learning contexts.
Taksonomi Dan Tipologi Pendidikan Agama Islam Kontemporer: Analisis Eksploratif Terhadap Institusi, Paradigma, dan Metodologi Pembelajaran okki-dwi cahya; Erba Rozalina Yulianti; Alfi Lutfiyah; Iqra Katsir
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 1 Februari 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i1.845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan taksonomi dan tipologi Pendidikan Agama Islam (PAI) kontemporer guna mengurai kompleksitas arah, kurikulum, serta metodologi pembelajarannya. Menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan analisis konten, penPenelitian ini bertujuan untuk memetakan taksonomi dan tipologi Pendidikan Agama Islam (PAI) kontemporer guna mengurai kompleksitas arah, kurikulum, serta metodologi pembelajarannya. Menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan analisis konten, pen
Moderasi Beragama dalam Pembelajaran PAI dan Pembentukan Karakter Bangsa di Era Digital Zulfa Nur Fadhilah; Erba Rozalina Yulianti; Alfi Luthfiyah
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.893

Abstract

The development of digital technology in the era of globalization has brought massive changes to the educational landscape and the mindset of the younger generation, while simultaneously opening gaps for the spread of extreme ideologies and intolerance. This study aims to analyze the concept and implementation of religious moderation in Islamic Religious Education (PAI) learning as a pillar for national character building in the digital era, as well as to identify the accompanying challenges and opportunities. Utilizing a library research method, this article examines various Islamic literature, character education theories, and related educational policies. The results indicate that strengthening wasathiyah values—which include tawassuth (taking the middle path), tasamuh (tolerance), tawazun (balance), i’tidal (justice), and syura (consultation)—through dialogic-constructivist PAI learning effectively equips students with critical thinking skills and digital literacy. This integration not only shields the younger generation from exposure to digital radicalism but also internalizes public morality to build a religious, nationalistic, and inclusive national character. The synergy between teachers' pedagogical competence, an inclusive school culture, and the utilization of creative digital dawah content is key to the successful implementation of religious moderation today.
Spiritual Well-Being Mahasiswa Tingkat Akhir Prodi Pendidikan Agama Islam di PTKIS Kota Depok Afifah Salsa Bella; Kustiwan; Erba Rozalina Yulianti
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 1 Februari 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i1.949

Abstract

Masa perkuliahan tingkat akhir adalah fase transisi yang kritis di mana mahasiswa menghadapi tekanan akademik terutama dalam menyelesaikan tugas akhir (skripsi). Dalam situasi ini, mahasiswa tidak hanya terbebani oleh tuntutan akademis tetapi juga rentan mengalami krisis eksistensial, krisis iman, dan penurunan kualitas kesejahteraan spiritual. Dengan pendekatan kualitatif-interpretatif dengan desain studi kasus yang dilakukan pada dua (PTKIS) di Kota Depok yaitu Universitas Islam Depok dan Sekolah Tinggi Agama Islam Madinatul Ilmi. Data dikumpulkan melalui tiga teknik: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sebanyak 12 informan dipilih secara purposive sampling dari mahasiswa tingkat akhir semester 8-14 yang sedang menyelesaikan skripsi (8 dari UID dan 4 dari STAIMI). Data dianalisis menggunakan analisis tematik dengan bantuan software NVivo 12. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Spiritual Well-Being mahasiswa tingkat akhir Prodi Pendidikan Agama Islam termanifestasi dalam lima aspek utama: pengelolaan diri, relasi sosial, nilai-nilai sosial, lingkungan, dan praktik ibadah. Dan dalam memaknai Spiritual Well-Being maka perlu mengetahui aspek stres akademik sebagai sumber kekuatan batin yang membantu mereka menemukan makna hidup, menjaga konsistensi ibadah, dan mempertahankan hubungan transendental dengan Allah SWT melalui sikap tawakkal, muhasabah, syukur, dan do’a. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa spiritual well-being bukan hanya indikator religiusitas tetapi juga kemampuan yang mendukung ketahanan psikologis, makna hidup, dan motivasi akademis mahasiswa di tengah tekanan perkuliahan tingkat akhir melalui spiritual coping.