Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI PERAN KELUARGA DALAM PERAWATAN HEMODIALISIS MELALUI PENERAPAN TERAPI KOMPLEMENTER Ria Desnita; Weny Amelia; Zulian Fikri; Rahmiwati Rahmiwati; Defrima Oka Surya; Ticy Fatrisia; Tia Indra Yusa; Nimas Retno Wulandari; Naila Desmi Putri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.51478

Abstract

Pasien dengan penyakit ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis memerlukan dukungan komprehensif, baik dari tenaga kesehatan maupun keluarga, untuk mempertahankan kualitas hidup dan mencegah komplikasi. Namun, tingkat pengetahuan dan keterlibatan keluarga dalam perawatan pasien hemodialisis masih rendah, yang berdampak pada kurang optimalnya manajemen cairan, kepatuhan diet, serta dukungan psikososial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran keluarga dalam perawatan pasien hemodialisis melalui edukasi dan penerapan terapi komplementer sederhana yang dapat dilakukan di rumah atau selama proses dialisis. Kegiatan dilaksanakan di RS M Djamil Padang dengan metode edukasi, ceramah interaktif, demonstrasi dan pelatihan praktik terapi komplementer berupa guided imagery untuk mengontrol tekanan darah, pemijatan dan akupresur untuk mengatasi kram kaki serta penggunaan VCO untuk mengatasi kulit kering dan gatal pada pasien hemodialisis. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk menilai peningkatan pengetahuan keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan keluarga mengenai aspek perawatan pasien hemodialisis dimana saat pretest hanya 20% keluarga yang memiliki pengetahuan baik dan saat posttest 86,7 keluarga memiliki pengetahuan baik. Dapat disimpulkan bahwa edukasi dan pelatihan terapi komplementer efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta partisipasi keluarga dalam perawatan pasien hemodialisis. Bagi keluarga pasien hemodialisis, disarankan untuk terus meningkatkan keterlibatan aktif dalam proses perawatan pasien di rumah maupun selama prosedur dialisis berlangsung.
PENGUATAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) MELALUI EDUKASI DAN PEMBENTUKAN DOKTER KECIL DI SDN 17 GURUN LAWEH Febriyanti Febriyanti; Mitayani; Yani Maidelwita; Eka Putri Primasari; Yola Yolanda; Mira Andika; Guslinda; Lola Despitasari; Fitria Alisa; Viki Yusri; Vivi Syofia Sapardi; Nurleny; Eliwarti; Lilik Suhery; Weny Amelia; Fitri Wahyuni; Yusriana; Ade Putra Nanda
JURNAL ABDI MERCUSUAR Vol 6 No 1 (2026): JURNAL ABDI MERCUSUAR
Publisher : LPPM Universitas MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/rknksv34

Abstract

Latar Belakang: Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) berperan penting dalam meningkatkan kesehatan peserta didik melalui upaya promotif dan preventif. Pascabencana banjir, pelaksanaan UKS di SDN 17 Gurun Laweh mengalami kendala berupa menurunnya sanitasi lingkungan, terbatasnya fasilitas UKS, serta rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan UKS melalui edukasi kesehatan dan pembentukan dokter kecil bagi siswa dan guru sekolah dasar. Metode: Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada Januari–Februari 2026 dengan sasaran 20 siswa dan 5 guru. Kegiatan meliputi edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan sederhana, praktik PHBS, pendampingan pengelolaan UKS, serta pelatihan dokter kecil menggunakan metode penyuluhan interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap indikator capaian program. Hasil: Program meningkatkan perilaku PHBS siswa sebesar ?75%, memperbaiki sanitasi lingkungan sekolah sebesar ?80%, menurunkan keluhan kesehatan siswa sebesar ?20%, serta menurunkan tingkat kecemasan sebesar ?30%. Selain itu, ruang UKS menjadi lebih representatif dan terbentuk kader dokter kecil yang mampu mendukung pelaksanaan program kesehatan di sekolah. Kesimpulan: Edukasi kesehatan yang dipadukan dengan penguatan UKS dan pembentukan dokter kecil efektif meningkatkan kapasitas siswa dan guru dalam mewujudkan sekolah sehat serta mendukung keberlanjutan program UKS.