Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Uji Aktivitas Antibakteri EkstrakEtanol dan Fraksi Batang Kuning (Fibraurea Tinctoria Lour) terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Lusi Mardika Ariyanti; Supomo Supomo; Hayatus Sa’adah; Eka Siswanto Syamsul; Kintoko Kintoko; Hardi Astuti Witasari
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 5, No 2 (2022): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i2.323

Abstract

Abstrak Akar kuning (Fibraurea tinctoria Lour) merupakan tumbuhan khas yang dapat dijumpai di Kalimantan serta biasa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai obat gatal, penyakit kuning dan diare. Salah satu senyawa kimia yang terkandung dalam akar kuning adalah berberin yang berpotensi memiliki khasiat sebagai antidiabetes, antivirus, antibakteri dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui potensi tumbuhan Akar Kuning (Fibraurea tinctoria Lour.) sebagai antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode disc diffusion. Ekstrak etanol difraksinasi dengan menggunakan pelarut n-heksan dan etilasetat, ekstrak dan fraksi yang telah didapat ditimbang dengan konsentrasi 2,5%, 5% dan 10%. Kontrol positif yang digunakan yaitu amoxicillin dan DMSO sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ektrak etanol dan fraksi akar kuning (Fibraurea tinctoria Lour.) memiliki potensi untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Aktivitas zona hambat terbesar yang terbentuk pada ekstrak etanol yaitu pada konsentrasi 10% dengan diameter zona hambat 9,18 mm terhadap bakteri Escherichia coli dan 12,16 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus sedangkan fraksi batang akar kuning yang memiliki aktivitas antibakteri paling kuat terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yaitu fraksi sisa. Staphylococcus aureus memiliki sensitifitas lebih tinggi terhadap akar kuning (Fibraurea tinctoria Lour) dari pada bakteri Escherichia coli. Kata kunci  : antibakteri, akar kuning, berberin, Fibraurea tinctoria Lour. Abstract Akar kuning (Fibraurea tinctoria Lour.) is typically plant that can be found in Kalimantan usually used by local people as itch medicine, jaundice and diarrhea. Berberin, one of the chemical compounds contained in the akar kuning, berberin has the potential to act as an anti-diabetic, antiviral, antibacterial, and anti-inflammatory. This study aimed to determine the activity of akar kuning as an antibacterial against Escherichia coli and Staphylococcus aureus using the disc diffusion method. Ethanol extract are fractionated using n-Heksan and Etilasetat solvents, the obtained of extract and fraction are weighed to 2,5%, 5% and 10%. Positive control antibacterial used amoxicillin and DMSO as negative control. The results showed that ethanol extracts and fraction of akar kuning (Fibraurea tinctoria Lour.) are have potential to inhibited bacteria growth. The highest antibacterial activity that showed at 10% concentration of ethanol extract with diameter inhibition is 9,18 mm to Escherichia coli and 12,16 mm to Staphylococcus aureus while the fraction of akar kuning which has the stronger antibacterial activity to Escherichia coli and Staphylococcus aureus is the rest fraction. Staphylococcus aureus were more susceptible to akar kuning (Fibraurea tinctoria Lour.) extract and fraction than Escherichia coli.Keywords:           antibacterial, akar kuning, berberin, Fibraurea tinctoria Lour
Uji Aktivitas Antibakteri EkstrakEtanol dan Fraksi Batang Kuning (Fibraurea Tinctoria Lour) terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Ariyanti, Lusi Mardika; Supomo, Supomo; Sa’adah, Hayatus; Syamsul, Eka Siswanto; Kintoko, Kintoko; Witasari, Hardi Astuti
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 5 No. 2 (2022): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i2.323

Abstract

Abstrak Akar kuning (Fibraurea tinctoria Lour) merupakan tumbuhan khas yang dapat dijumpai di Kalimantan serta biasa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai obat gatal, penyakit kuning dan diare. Salah satu senyawa kimia yang terkandung dalam akar kuning adalah berberin yang berpotensi memiliki khasiat sebagai antidiabetes, antivirus, antibakteri dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui potensi tumbuhan Akar Kuning (Fibraurea tinctoria Lour.) sebagai antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode disc diffusion. Ekstrak etanol difraksinasi dengan menggunakan pelarut n-heksan dan etilasetat, ekstrak dan fraksi yang telah didapat ditimbang dengan konsentrasi 2,5%, 5% dan 10%. Kontrol positif yang digunakan yaitu amoxicillin dan DMSO sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ektrak etanol dan fraksi akar kuning (Fibraurea tinctoria Lour.) memiliki potensi untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Aktivitas zona hambat terbesar yang terbentuk pada ekstrak etanol yaitu pada konsentrasi 10% dengan diameter zona hambat 9,18 mm terhadap bakteri Escherichia coli dan 12,16 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus sedangkan fraksi batang akar kuning yang memiliki aktivitas antibakteri paling kuat terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yaitu fraksi sisa. Staphylococcus aureus memiliki sensitifitas lebih tinggi terhadap akar kuning (Fibraurea tinctoria Lour) dari pada bakteri Escherichia coli. Kata kunci  : antibakteri, akar kuning, berberin, Fibraurea tinctoria Lour. Abstract Akar kuning (Fibraurea tinctoria Lour.) is typically plant that can be found in Kalimantan usually used by local people as itch medicine, jaundice and diarrhea. Berberin, one of the chemical compounds contained in the akar kuning, berberin has the potential to act as an anti-diabetic, antiviral, antibacterial, and anti-inflammatory. This study aimed to determine the activity of akar kuning as an antibacterial against Escherichia coli and Staphylococcus aureus using the disc diffusion method. Ethanol extract are fractionated using n-Heksan and Etilasetat solvents, the obtained of extract and fraction are weighed to 2,5%, 5% and 10%. Positive control antibacterial used amoxicillin and DMSO as negative control. The results showed that ethanol extracts and fraction of akar kuning (Fibraurea tinctoria Lour.) are have potential to inhibited bacteria growth. The highest antibacterial activity that showed at 10% concentration of ethanol extract with diameter inhibition is 9,18 mm to Escherichia coli and 12,16 mm to Staphylococcus aureus while the fraction of akar kuning which has the stronger antibacterial activity to Escherichia coli and Staphylococcus aureus is the rest fraction. Staphylococcus aureus were more susceptible to akar kuning (Fibraurea tinctoria Lour.) extract and fraction than Escherichia coli.Keywords:           antibacterial, akar kuning, berberin, Fibraurea tinctoria Lour
Perbandingan Efektivitas Antibakteri Ekstrak dan Sediaan Hand Soap Gel Daun Peppermint (Mentha piperita L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Penyebab Infeksi Kulit Candrika Candrika; Nufadila Nazmi; Halimah Raina Nasution; Ziza Putri Aisyia Fauzi; Khaira Banu; Lusi Mardika Ariyanti; Hardiyanti Rukmana
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i2.1479

Abstract

Background: Peppermint leaves (Mentha piperita L.) contain various secondary metabolites, including flavonoids, alkaloids, tannins, and steroids, which exhibit antibacterial activity. The development of peppermint extract into a hand soap gel requires evaluation of its physical stability and antibacterial effectiveness. Aim: This study aimed to formulate a hand soap gel from peppermint leaf ethanol extract and evaluate its physical characteristics, stability, and antibacterial activity against Staphylococcus aureus. Methods: Peppermint leaves were extracted by maceration using 70% ethanol. Hand soap gel formulations containing 3%, 6%, and 9% extract concentrations were prepared and evaluated through organoleptic, homogeneity, spreadability, foam height, pH, viscosity, and stability tests under different storage temperatures. Antibacterial activity was determined against Staphylococcus aureus using the agar diffusion method. Results: The ethanol extract demonstrated antibacterial activity with a maximum inhibition zone of 17.1 mm at 50% concentration. All hand soap gel formulations showed good physical characteristics and stability under various storage temperatures. The antibacterial activity of the formulations increased with extract concentration, producing inhibition zones ranging from 20.8 to 21.1 mm, categorized as very strong activity. Statistical analysis using one-way ANOVA showed significant differences among treatment groups (p < 0.05). Conclusion: Peppermint leaf ethanol extract can be successfully formulated into a stable hand soap gel preparation with very strong antibacterial activity against Staphylococcus aureus.