Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nanomaterials in Rheumatoid Arthritis Over Two Decades: A Bibliometric Study of Inflammatory Pathways and Emerging Therapeutic Strategies Muhammad Amin Nasution; Muhammad Andry; Nia Novranda Pertiwi; Hindri Syahputri; Syilvi Rinda Sari; Aqmal Ramadhan Pasaribu
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 5 (2026): In Progress
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i5.14645

Abstract

The rapid expansion of nanomaterial-based rheumatoid arthritis (RA) research has produced a fragmented body of literature, limiting clear recognition of major journals, influential contributors, collaboration patterns, and shifting research priorities. This study presents a two-decade bibliometric mapping of nanomaterials in RA with an inflammation-focused perspective. English-language publications from 2005 to 2025 were collected from Scopus using a nanomaterial–RA–inflammation search strategy, yielding 5,110 initial records. Data were refined in OpenRefine through deduplication, author-name harmonization, and keyword normalization. Following eligibility screening, 720 articles were retained for core bibliometric analysis. Biblioshiny, supported by the Bibliometrix R package, was used to measure annual publication trends, productive sources, leading authors, institutional output, and collaborative networks. Conceptual development was assessed through keyword co-occurrence analysis and thematic mapping, with network visualizations generated in VOSviewer. Results indicate accelerated publication growth in the recent period, with outputs concentrated in drug delivery and biomaterials-related journals. Scientific productivity was driven by a limited group of countries and institutions, reflecting hub-based knowledge production. Keyword and thematic analyses identified targeted drug delivery and macrophage polarization as motor themes, while PI3K–AKT and Hedgehog signaling emerged as developing topics. Overall, the field shows rapid growth and organized thematic evolution.
Aktivitas Antioksidan dan Antiinflamasi Sungkai (Peronema canescens Jack) dalam Perspektif Gastroproteksi: Kajian Pustaka Tiara Ramadaini; Cindy Marseli; Rafifah Azzahra; Nurfitriyana; Muhammad Andry
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v11i1.180

Abstract

Ulkus peptikum masih menjadi masalah kesehatan saluran cerna karena berkaitan dengan kerusakan mukosa lambung yang dipengaruhi oleh asam lambung, infeksi Helicobacter pylori, obat antiinflamasi nonsteroid, stres oksidatif, dan inflamasi. Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap bahan alam sebagai pendukung gastroproteksi kembali meningkat karena terapi konvensional tetap memiliki keterbatasan, terutama pada penggunaan jangka panjang. Salah satu tanaman yang menarik untuk dikaji adalah sungkai (Peronema canescens Jack), yang secara tradisional telah digunakan masyarakat untuk berbagai keluhan kesehatan dan diketahui mengandung beragam metabolit sekunder. Artikel ini bertujuan menelaah aktivitas antioksidan dan antiinflamasi sungkai serta kaitannya dengan potensi gastroproteksi. Kajian disusun melalui penelusuran literatur dari artikel ilmiah dan dokumen resmi terbitan 2016–2026 yang diperoleh dari Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, Scopus, dan sumber terbuka lain yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sungkai memiliki kandungan flavonoid, fenolik, alkaloid, saponin, tanin, steroid, dan terpenoid yang berhubungan dengan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Kedua aktivitas ini secara biologis mendukung dugaan peran sungkai dalam melindungi mukosa lambung. Namun, bukti gastroprotektif langsung masih terbatas dan data toksisitas belum sepenuhnya konsisten. Dengan demikian, sungkai berpotensi dikembangkan sebagai kandidat bahan alam pendukung gastroproteksi, tetapi masih memerlukan pembuktian praklinik yang lebih kuat dan terstandar.