Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pendampingan Pemeriksaan Kadar Gula Darah Sebagai Upaya Pencegahan Komplikasi Diabetes Melitus Tipe 2 Kiki Rawitri; Dikki Miswanda; Zulmai Rani; Anggitha Ningtias; Sri Wahyuni; Syilvi Rinda Sari; Cut Intan Annisa Puteri
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v3i2.618

Abstract

Penyakit degeneratif saat ini telah menjadi ancaman serius kesehatan global, salah satu diantara penyakit degeneratif tersebut adalah Diabetes Melitus (DM). Perhatian pada penyakit DM semakin tinggi karena prevalensinya semakin meningkat pada masyarakat. Salah satunya terjadi pada masyarakat Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, dimana kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan khususnya pemeriksaan kadar gula darah (KGD) masih rendah. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan masalah ekonomi masyarakat. Pemeriksaan ini perlu dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah dalam tubuh apakah dalam batas normal, kurang, atau melebihi batas normal dan sebagai deteksi dini penyakit DM. Guna mengatasi masalah tersebut dilakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Kolam mengenai penyakit DM melalui edukasi, penyuluhan kesehatan, dan pemeriksaan gula darah sewaktu. Metode yang digunakan dalam edukasi dan penyuluhan adalah ceramah dan diskusi, serta untuk melihat tingkat pengetahuan masyarakat dilakukan pre test dan post test dengan memberikan kuesioner berisi pertanyaan terkait DM sesuai dengan materi yang akan dipaparkan. Data dianalisis menggunakan uji Paired T Test pada program SPSS. Pemeriksaan gula darah acak dilakukan menggunakan glucometer. Kegiatan ini dilakukan terhadap masyarakat, dibantu oleh kader posyandu dan pihak terkait di wilayah Dusun I Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan.Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang penyakit DM tipe 2, gejala/ tanda, pencegahan, faktor risiko, pola hidup sehat, komplikasi yang ditimbulkan apabila kadar gula darah tidak terkontrol, dan kepatuhan dalam minum obat. Pemeriksaan kadar gula darah sewaktu pada masyarakat dilakukan sebagai upaya deteksi dini dan skrining penyakit DM tipe 2.
Potensi Buah Rimbang (Solanum torvum Sw.) sebagai Analgetik dengan Metode Induksi Asam Asetat dan plantar test Utami, Dinda Sari; Nasution, Melvi Ariati; Fauzi, Ziza Putri Aisyia; Sari, Syilvi Rinda; Hartini, Putri Tri; Rawitri, Kiki
Journal of Pharmaceutical and Health Research Vol 5 No 2 (2024): June 2024
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jharma.v5i2.5057

Abstract

Abstract is Solanum torvum is a traditional medicine plant ingredient for treating stomach disease, relieving pain (analgesic), initiating blood circulation, removing cough (anti-tussing) and anti-inflammatory. At this examination, a phytochemical screening of powder and fruit extracts has been carried out. Simplicity characteristic tests and analgesic effect tests with acetate acid induction method and plantar tests with suspensions of ethanol extract are given in doses of 500, 1000 and 2000 mg/kgBB, metampiron suspense 2% positive ontrol, CMC suspense 0.5% as negative control as well as gland data are analyzed with ANOVA method. Results of screening of phytomia powder and ethanole extract contains secondary metabolite compounds of the classes of alkaloids, tannins, saponins, flavonoids, steoids and glycosides. Characteristic results of simplisia powder are 8% water content, 5.3% total ash content, 29.6% water-soluble sulphur content, 18.9% ethanol-solubility, 0.48% acid-insoluble ash content. Ethanol extract with 2000 mg/kgBB acetate acid induction method has the highest analgesic strength and effectiveness percentage of 55.9% and 86.04% for plantar test methods with hight analgetic values with 29,3±1,7 second.
ANALISIS DRUG RELATED PROBLEMS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN TYPHOID FEVER DI RUMAH SAKIT X MEDAN Afifah, Puan Ibni; Sari, Syilvi Rinda; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35298

Abstract

Demam tifoid (tipes) adalah suatu penyakit sistemik yang bersifat akut disebabkan oleh bakteri salmonella typhii. Berdasarkan data dari World Health Organization tahun 2019 terdapat 9 juta kasus demam tifoid setiap tahunnya, tingginya prevalensi kejadian demam tifoid serta dampak yang ditimbulkannya membawa akibat pada tingginya konsumsi obat. Kebutuhan antibiotik di rumah sakit yang meningkat tajam, hal ini memunculkan permasalahan pengobatan yaitu kejadian DRPs. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian Drug Related Problems terhadap kondisi pasien demam tifoid di Rumah Sakit X Medan. Jenis penelitian ini deskriptif non eksperimental dengan menggunakan desain penelitian yang bersifat cross sectional. Pengambilan data secara retrospektif melalui penelusuran rekam medik pasien demam tifoid di Rumah Sakit X Medan. Pada penelitian ini memakai beberapa pengujian meliputi karakteristik pasien, jenis antibiotik yang dipakai, penggunaan obat rasional (POR), dan DRPs pasien demam tifoid. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa karakteristik pasien demam tifoid diperoleh sejumlah 200 pasien, untuk pemilihan antibiotik yang paling banyak dipakai golongan sefalosporin yaitu obat ceftriaxone sebanyak 867 obat, untuk POR yang kategori tepat diagnosa 189 dan tidak tepat diagnosa 11 pasien, untuk tepat indikasi penyakit 196 dan yang tidak tepat 4 pasien, hasil identifikasi DRPs yaitu terapi obat yang tidak perlu & tidak efektif (8,16%), terapi obat tambahan (38,78%), reaksi obat yang merugikan diantaranya efek samping obat (16,33%) dan interaksi obat (36,73%). Farmasis berkontribusi dalam penyelesaian masalah yang berkaitan dengan manajemen terapi antibiotik pada pasien demam tifoid sehingga pengobatan menjadi optimal.
HUBUNGAN PEMBERIAN VITAMIN A, IMUNISASI DAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI UPTD PUSKESMAS BANDA RAYA Zhafirah, Rana; Sari, Syilvi Rinda; Yuniarti, Rafita; Nasution, Muhammad Amin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.35862

Abstract

Di Indonesia masalah gizi pada anak balita merupakan masalah yang menjadi topik utama yang membutuhkan perhatian besar dari berbagai pihak. Salah satu permasalahan gizi yang menjadi topik utama di Indonesia adalah stunting. Stunting menjadi salah satu permasalahan gizi yang serius bagi anak anak di Indonesia. Stunting ialah kondisi dimana tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan anak pada usia yang sama, atau dengan kata lain tinggi badannya lebih rendah dari standar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemberian vitamin A dan imunisasi pada anak stunting, serta mengetahui upaya pencegahan kejadian stunting pada anak dan Untuk mengetahui tingkat pengetahuan orang tua terhadap kejadian anak stunting. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif non eksperimental dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini 201 anak usia 24-59 bulan di UPTD puskesmas Banda Raya, terdiri dari 74 anak dengan kelompok stunting dan 127 anak kelompok nonstunting. Pengambilan data secara retropektif, menggunakan data primer dan sekunder, dimana data primer data yang di peroleh dari kuesioner penelitian. Data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Data dianalisis menggunakan spss. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan terdapat adanya hubungan antara pemberian vitamin A, imunisasi dan Tingkat pengetahuan orang tua terhadap kejadian anak stunting. Dimana hasil dari uji chi square pada pemberian vitamin A imunisasi dan Tingkat pengetahuan orang tua didapatkan nilai p value = 0.001 (p < 0.05) yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian vitamin A dan imunisasi terhadap kejadian stunting pada balita di UPTD puskesmas Banda Raya.
PROFIL KONSUMEN OBAT TRADISIONAL DAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP KETANGGAPAN AKAN ADANYA EFEK SAMPING OBAT TRADISIONAL DI DESA PERTAHANAN KABUPATEN ASAHAN sahrianti, Hikmah; Syilvi Rinda Sari; Nasution, Haris Munandar; Dalimunthe, Gabena Indrayani
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4165

Abstract

Obat tradisional merupakan sediaan tradisional atau produk tradisional terdiri dari komponen aktif, bagian tanaman, bahan tanaman tambahan, atau campuran dari bahan hewan dan mineral. Umumnya masyarakat Indonesia lebih mengetahui dan mengenal jamu dibandingkan dengan obat tradisional terstandar dan fitofarmaka. Sebagian masyarakat juga percaya bahwa obat tradisional memiliki efek samping yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan obat konvensional. Tujuan penelitian ini yaitu melihat gambaran profil konsumen, tingkat pengetahuan masyarakat terhadap efek samping penggunaan obat tradisional di wilayah Kabupaten Asahan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner dalam bentuk kertas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik purposive sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 352 responden. Teknik analisa data pada penelitian ini menggunakan Microsoft Excell. Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (51%). Persentase responden yang tidak merasakan efek samping sebanyak 76% dan sebanyak 24% responden merasakan efek samping. Efek samping yang banyak dirasakan oleh responden yaitu gangguan sistem pencernaan. Profil konsumen obat tradisional terbanyak di desa pertahanan adalah berjenis kelamin Perempuan (56,9%). usia terbanyak 17-45 tahun. Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik yaitu 180 responden dengan persentase (51%). Mayoritas konsumen memiliki tingkat pengetahuan yang cukup yaitu dengan jumlah responden 174 dengan persentase (49%).
ANALISIS KARAKTERISTIK DAN POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KOTA MEDAN Sri Wahyuni; Kiki Rawitri; Syilvi Rinda Sari; Miswanda, Dikki
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4205

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit silent killer yang tanpa disadari pasien dapat menimbulkan komplikasi tanpa ada gejala sebelumnya. Manajemen terapi hipertensi dapat menjadi komplek jika pasien memiliki komplikasi dan penyakit penyerta. Hal ini dapat memicu terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan potensi interaksi obat pada pasien hipertensi. Penelitian non-eksperimental ini akan dilaksanakan pada pasien hipertensi rawat jalan di salah satu puskesmas Kota Medan menggunakan rancangan deskriptif secara retrospektif. Pasien yang memenuhi kriteria inklusi akan dikumpulkan datanya berdasarkan resep dan data PRB. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien hipertensi paling banyak diidap oleh pasien jenis kelamin perempuan sebanyak 230 (65,9%), memiliki penyakit penyerta 254 pasien (72,8%), dengan pola pengobatan monoterapi sebanyak 196 pasien (56,2%), memiliki penyakit penyerta diabetes 71 orang (20,3%). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat 150 pasien (43%) yang mengalami kejadian interaksi obat dengan kejadian paling tinggi interaksi Amlodipin dengan Metformin sebanyak 79 kejadian (22,6%).
Penyuluhan Pentingnya Mengetahui Kadar Antibiotik Dalam Penggunaan Secara Bijak dan Efektif Pertiwi, Nia Novranda; Hindri Syahputri; Syilvi Rinda Sari; Muhammad Amin Nasution
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i2.11109

Abstract

Antibiotik merupakan salah satu obat yang sangat penting dalam dunia medis untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Namun, penggunaan antibiotik yang tidak bijak dan tanpa memperhatikan kadar atau dosis yang tepat dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, termasuk resistensi antibiotik. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD) Yayasan Pendidikan Ar-Ridha, sebagai kelompok yang masih dalam tahap pembelajaran dan memiliki potensi untuk menerima edukasi sejak dini mengenai pentingnya mengetahui kadar antibiotik agar penggunaannya lebih tepat sasaran, aman, dan efektif. Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Penilaian terhadap keberhasilan kegiatan dilakuakan dengan menggunakan kuesioner. Hasil kuesioner menunjukkan ketertarikan peserta akan kegiatan sebesar 93, 35%, pemahaman terkait informasi kadar obat sebesar 85, 52%, dan pengetahuan peserta terhadap penggunaan antibiotik secara bijak dan efektif sebesar 90, 50%. Penyuluhan ini terbukti dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang penyuluhan pentingnya mengetahui kadar antibiotic dalam penggunaan secara bijak dan efektif.
Edukasi dan Konseling Farmakoterapi untuk Masyarakat dalam Pengelolaan Penyakit Kronis Sari, Syilvi Rinda; Hindri Syahputri; Nia Novranda Pertiwi; Muhammad Amin Nasution; Muhammad Yunus
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12874

Abstract

Penyakit kronis merupakan kondisi kesehatan jangka panjang yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan agar kualitas hidup pasien dapat terjaga. Edukasi dan konseling farmakoterapi menjadi komponen penting dalam mendukung pasien memahami penggunaan obat secara tepat, meningkatkan kepatuhan pengobatan, serta mencegah komplikasi yang mungkin timbul. Edukasi dan konseling ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengidentifikasi peran edukasi dan konseling farmakoterapi dalam membantu masyarakat dalam pengelolaan penyakit kronis di Apotek UMN Al Washliyah bertempat Jl. Gaharu II Kelurahan Harjosari I Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera. Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah langsung, konseling, diskusi, pemberian brosur dan tanya jawab. Penilaian terhadap keberhasilan kegiatan dilakuakan dengan menggunakan kuesioner. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa intervensi edukasi dan konseling secara signifikan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit kronis dan pengobatan, meningkatkan kepatuhan konsumsi obat. edukasi dan konseling farmakoterapi merupakan strategi efektif dalam mendukung pengelolaan penyakit kronis pada masyarakat, sehingga perlu diintegrasikan secara rutin dalam pelayanan kesehatan.
Antibacterial Activity and Thin-Layer Chromatography (KLT) Ethanol Extract of Dragon Scale Leaves (Drymoglossum piloselloides (L.) C. Presl) Against Bacteria Staphylococcus epidermidis Syahputri, Hindri; Pertiwi, Nia Novranda; Sari, Syilvi Rinda; Simanjuntak, Monica Nelly; Sari, Melia; Andry, Muhammad; Nasution, Muhammad Amin; Rezaldi, Firman
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 3 (2024): July - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i3.7442

Abstract

The dragon scale plant is a plant containing flavonoid compounds, tannins, alkaloids, saponins. Flavanoid compounds, alkaloids, and tannins are found in dragon scales that are thought to provide antibacterial effects. Thin Layer Chromatography Test (KLT). On quarstin there is a stain distance spot of 1 cm and an 8 cm motion phase with an Rf value of 0.129 and in the extract there is a stain spot of 7.3 cm with an 8 cm motion phase with an Rf value of 0.9. In Staphylococcus epidermidis bacteria from the average of the largest inhibitory zones are applied to the extract with a concentration of 20%. The diameter of the average inhibitory zone formed around the disc paper at each concentration is: 5% 10.5 mm ± 0.20 at a concentration of 10% 11.26 mm ± 0.20 and a concentration of 20% 12.2 mm ± 0.30 each concentration has a strongly categorized response. Ethanol extract of dragon scale leaves (Drymoglossum piloselloides (L.) C. Presl) has antibacterial activity against Staphylococcus epidermidis. The diameter of the inhibitory zone that is best formed in the treatment of dragon scale leaf ethanol extract against Staphylococcus epidermidis bacteria with a concentration of 20%12.2 mm±0.30 is 12.2 mm with a strong category.
KAJIAN INTERAKSI OBAT PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS DI RUMAH SAKIT X SUMATERA UTARA Karismawati; Sari, Syilvi Rinda; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.32326

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: Pertama, untuk mengidentifikasi adanya kejadian interaksi obat pada pasien gagal ginjal kronis yang dirawat inap di rumah sakit X. Kedua, untuk mengevaluasi dampak interaksi obat terhadap jumlah obat yang diresepkan kepada pasien tersebut. Ketiga, untuk mengklasifikasikan jenis kategori interaksi obat yang terjadi pada pasien gagal ginjal kronis yang dirawat inap di rumah sakit X. Penelitian ini adalah penelitian observasional non-eksperimental yang menganalisis data sekunder rekam medis pasien gagal ginjal kronis yang dirawat inap di rumah sakit X pada tahun 2023. Penelitian dilakukan secara retrospektif dengan mengakses arsip rekam medis dari Februari hingga Maret 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, melibatkan semua pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan dan dicatat, lalu dianalisis secara univariat untuk menggambarkan karakteristik pasien, termasuk informasi identitas, usia, jenis kelamin, penyakit penyerta, dan terapi obat. Analisis bertujuan mengidentifikasi potensi interaksi obat selama perawatan inap. Berdasarkan hasil penelitian mengenai interaksi obat pada pasien gagal ginjal kronis di rumah sakit X, ditemukan beberapa temuan penting. Pertama, terdeteksi adanya kejadian interaksi obat pada pasien tersebut. Untuk menangani masalah ini, disarankan agar dokter dan apoteker saling berkoordinasi dan saling mengingatkan tentang potensi interaksi obat. Selain itu, jika terdapat perkembangan terbaru mengenai obat, evaluasi ulang terhadap penggunaan obat yang diberikan perlu dilakukan. Kedua, analisis terhadap jumlah obat yang diresepkan menunjukkan bahwa semakin banyak obat yang diresepkan, semakin tinggi kemungkinan terjadinya interaksi obat. Ketiga, dalam kategori interaksi obat yang terjadi pada pasien gagal ginjal kronis, sebagian besar pasien berada dalam kategori keparahan moderat dengan persentase mencapai 61,76%. Berdasarkan mekanisme kerja obat, interaksi farmakodinamik mendominasi dengan persentase sebesar 57,14%.