Yermia Nugroho Agung Wibowo
Universitas Negeri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Kekerasan Fisik dan Psikis dalam Serial Wetv Cinta Mati: Analisis Psikologi Trauma Cathy Caruth Sella Adinda Putri; Yermia Nugroho Agung Wibowo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Tiga (3) Negara: Indonesia, Taiwan dan Jor
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/mhvsq156

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi dinamika kekerasan fisik dan psikis serta dampaknya terhadap trauma tokoh dalam serial WeTV Cinta Mati karya Danial Rifki. Menggunakan pendekatan psikologi sastra, penelitian ini mengintegrasikan kerangka teori Judith Herman untuk membedah pola dinamika kekerasan dan Cathy Caruth untuk mengidentifikasi manifestasi serta dampak trauma. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data episode 10A-10B. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, simak, dan catat dengan pengkodean, serta divalidasi melalui wawancara semi-terstruktur bersama penonton muda dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pola kekerasan interpersonal bermanifestasi dalam bentuk kekerasan fisik dan psikis sistematis yang menciptakan keterikatan patologis; (2) identifikasi trauma pada tokoh pelaku mengungkap adanya pengalaman yang tidak terklaim (unclaimed experience); (3) dampak trauma psikologis tokoh korban muncul sebagai fenomena yang tertunda melalui gejala kilas balik, dan ledakan emosional. Studi ini menyimpulkan bahwa serial Cinta Mati secara akurat merepresentasikan kompleksitas trauma sebagai proses kejiwaan yang berkelanjutan, mempertegas pentingnya literasi kesehatan mental dalam konsumsi karya audiovisual yang berbeda dan aktual, sekaligus menjawab kebutuhan akan perluasan objek kajian sastra dalam konteks media baru.  
PEMINJAMAN DAN PENYERAPAN KOSAKATA KULINER DALAM BAHASA INDONESIA: REPRESENTASI BUDAYA MILENIAL DAN Z Yermia Nugroho Agung Wibowo; Syamsul Sodiq; Heny Subandiyah; Mixghan Norman Antono
Jurnal Online Baradha Vol. 22 No. 2 (2026): Vol 22 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/job.v22n2.p65-79

Abstract

Culinary vocabulary continues to develop along with the development of culinary arts in Indonesia. This vocabulary is used by the public and has become a popular vocabulary, especially vocabulary related to food, along with the interest of millennials and Z generations in culinary that is "contemporary". Unfortunately, the development of culinary vocabulary is not comparable to the culinary vocabulary in the Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Therefore, this study aims to describe the borrowing and absorption of culinary vocabulary in Indonesian that represents millennial and Z culture. Research data collection was carried out using reading-noting and listening-noting techniques. The research data is culinary vocabulary used by the Indonesian people. Data sources are online KBBI, culinary magazines, and culinary videos on YouTube. Data analysis used intralingual and extralingual matching techniques. The results of the study consist of (1) there is borrowing of culinary vocabulary in the fields of meaning of food ingredients, tools, food processing, texture and taste, food names; (2) absorption of culinary vocabulary is carried out by adopting and adapting writing; (4) variations in culinary vocabulary are found in the form of combinations with other words; (5) borrowing and absorption of culinary vocabulary are dominated by food names from Japanese and Korean vocabulary which also represent millennial and Z culture. Keywords: vocabulary borrowing, vocabulary absorption, culinary, millennial and Z culture Abstrak Kosakata kuliner terus berkembang seiring dengan perkembangan kuliner di Indonesia. Kosakata tersebut digunakan masyarakat dan menjadi kosakata populer, terutama kosakata yang berkaitan dengan makanan, seiring dengan minat generasi milenial dan Z terhadap kuliner yang bersifat “kekinian”. Sayangnya, perkembangan kosakata kuliner tersebut tidak sebanding dengan kosakata kuliner di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peminjaman dan penyerapan kosakata kuliner dalam bahasa Indonesia yang merepresentasikan budaya milenial dan Z. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik baca-catat dan simak catat. Data penelitian adalah kosakata kuliner yang digunakan oleh masyarakat Indonesia. Sumber data adalah KBBI daring, majalah kuliner, dan video kuliner di youtube. Analisis data menggunakan teknik padan intralingual dan ekstralingual. Hasil penelitian terdiri atas (1) terdapat peminjaman kosakata kuliner pada medan makna bahan makanan, alat, pengolahan makanan, tekstur dan rasa, nama makanan; (2) penyerapan kosakata kuliner dilakukan dengan cara adopsi dan adaptasi penulisan; (4) ditemukan variasi kosakata kuliner berupa penggabungan dengan kata lain; (5) peminjaman dan penyerapan kosakata kuliner didominasi oleh nama makanan dari kosakata Jepang dan Korea yang sekaligus merepresentasikan budaya milenial dan Z. Kata kunci: Peminjaman kosakata, penyerapan kosakata, kuliner, budaya milenial dan Z