Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Literatur: Karakter Morfologi Famili Poaceae Dita Salsabila; Damai Agatha Tarihoran; Adinda Br Pane; Andrian Raja Noel Tampubolon; Immanuel Siregar; Heppy Setya Prima
Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur Vol. 4 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/motekar.v4i1.8421

Abstract

Famili Poaceae merupakan kelompok tumbuhan monokotil yang memiliki persebaran luas dan berperan penting sebagai sumber pangan, pakan ternak, serta tanaman penutup tanah. Namun, informasi mengenai karakter morfologi famili Poaceae masih tersebar di berbagai sumber ilmiah sehingga diperlukan kajian yang lebih sistematis dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter morfologi famili Poaceae berdasarkan berbagai sumber literatur ilmiah. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif melalui analisis berbagai jurnal ilmiah nasional dan internasional terbitan tahun 2022–2026. Metode studi literatur dipilih karena mampu memberikan sintesis data secara komprehensif dari berbagai hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa famili Poaceae memiliki karakteristik morfologi khas berupa akar serabut, batang beruas dan silindris, daun bertulang sejajar yang dilengkapi pelepah dan ligula, bunga berbentuk spikelet, serta buah bertipe kariopsis. Selain memiliki persamaan karakter dasar, beberapa spesies Poaceae juga menunjukkan variasi morfologi pada batang, daun, dan bunga sesuai dengan habitat tumbuhnya. Berdasarkan hasil kajian dapat disimpulkan bahwa karakter morfologi vegetatif dan generatif memiliki peranan penting dalam identifikasi, klasifikasi, dan analisis hubungan kekerabatan antarspesies famili Poaceae. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan pengamatan lapangan dan analisis anatomi maupun molekuler guna memperoleh data morfologi yang lebih mendalam dan akurat.
PENGARUH MEDIA PERENDAMAN AIR KERAN, AIR GARAM, DAN AIR LIMBAH DETERJEN TERHADAP PERTUMBUHAN AKAR BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L.) Tri Wahyuni; Krisdayanti Febyola Angelina Ambarita; Intan Cahya Lestari; Annisa Putri Ginting; Dita Salsabila; Larasati Arum Utami
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14684

Abstract

This study aimed to analyze mitotic cell division activity in onion (Allium cepa L.) root tips soaked in salt water, detergent wastewater, and plain water. The research employed an experimental method with a descriptive approach. Onion bulbs were soaked for 48 hours, and the root tips were prepared using the squash method with acetocarmine or aceto-orcein staining before being observed under a light microscope. Observations focused on the occurrence of mitotic phases and root growth in each treatment. The results showed that the soaking media affected onion root growth differently. The plain water treatment produced approximately two short roots, allowing microscopic preparation, although mitotic phases could not be clearly identified due to suboptimal slide quality. The salt water treatment produced no root growth, likely due to plasmolysis caused by high osmotic pressure. Meanwhile, the detergent wastewater treatment caused the most severe tissue damage, indicated by discoloration and softening of tissues due to membrane disruption by surfactants. Consequently, microscopic observations could not be conducted in both treatments. It can be concluded that the quality of the soaking medium influences root growth and mitotic activity in Allium cepa L.
Pemanfaatan Trichoderma Harzianum Sebagai Agen Hayati Dalam Mempercepat Pengomposan Daun Mahoni (Swietenia Mahagoni) Ayyu Rizkia Nasution; Dea Clara May Christin Sijabat; Davina Alyanti; Dita Salsabila; Raudatul Fadilla; Sri Masnita Pardosi
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9160

Abstract

Limbah daun mahoni (Swietenia mahagoni) merupakan salah satu limbah organik yang banyak ditemukan di lingkungan Universitas Negeri Medan dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku kompos. Namun, daun mahoni relatif sulit terurai sehingga diperlukan pemanfaatan agen hayati untuk mendukung proses pengomposan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi Trichoderma harzianum sebagai agen hayati dalam proses pengomposan daun mahoni serta mengetahui perubahan suhu, pH, dan karakteristik organoleptik kompos selama proses pengomposan. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan deskriptif karena penelitian difokuskan pada pengamatan dan pendeskripsian perubahan parameter pengomposan selama proses berlangsung. Bahan penelitian berupa daun mahoni kering yang dicampurkan dengan tanah dan T. harzianum, kemudian dikomposkan selama tiga minggu. Pengamatan dilakukan pada tiga perlakuan (P1, P2, dan P3) dengan parameter suhu, pH, warna, bau, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pada ketiga perlakuan mengalami penurunan dari 38–40°C pada minggu pertama menjadi 30–32°C pada minggu ketiga. Nilai pH mengalami perubahan selama proses pengomposan dan pada minggu ketiga seluruh perlakuan mencapai pH 7. Pada akhir pengamatan, seluruh perlakuan menghasilkan kompos berwarna coklat kehitaman, berbau tanah, dan bertekstur gembur. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa proses dekomposisi berlangsung dan mengarah pada kondisi kompos yang lebih matang. Penggunaan T. harzianum pada pengomposan daun mahoni menunjukkan potensi dalam mendukung proses dekomposisi dan pemanfaatan limbah daun mahoni menjadi bahan organik yang lebih bernilai guna. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan kelompok kontrol, variasi dosis T. harzianum, dan parameter kualitas kompos yang lebih lengkap untuk mengetahui pengaruhnya secara lebih terukur.