Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tradisi dan Perubahan Pendidikan Islam di Asia: Systematic Literature Review Wulandari Wulandari; Egiy Dwi Nurristianto; Muchammad Eka Mahmud; Muljono Damopolii; Omik Bustomi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis perkembangan kajian mengenai tradisi dan transformasi pendidikan Islam di Asia yang terindeks Scopus pada periode 2023-2025. Fokus penelitian meliputi tren publikasi, tema-tema utama penelitian, karakteristik metodologi, serta arah perkembangan pendidikan Islam dalam menghadapi perubahan sosial, teknologi, dan globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengadopsi protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Penelusuran literatur dilakukan pada basis data Scopus menggunakan kata kunci yang relevan sehingga diperoleh 65 artikel pada tahap identifikasi. Setelah melalui proses penyaringan dan penilaian kelayakan, sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian mengenai pendidikan Islam di Asia mengalami peningkatan pada periode 2023-2025 dengan dominasi publikasi dari Indonesia dan Malaysia. Analisis tematik menghasilkan lima tema utama, yaitu: (1) transformasi pendidikan tinggi Islam, (2) digitalisasi pendidikan Islam, (3) dialektika tradisi dan modernitas, (4) internasionalisasi pendidikan Islam, serta (5) etika dan identitas pendidikan Islam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa transformasi pendidikan Islam di Asia berlangsung melalui proses integrasi antara inovasi pendidikan modern dan pelestarian tradisi keislaman. Meskipun modernisasi dan globalisasi mendorong perubahan kelembagaan, kurikulum, dan metode pembelajaran, nilai-nilai keislaman, adab, serta pembentukan karakter tetap menjadi fondasi utama pendidikan Islam. Kesenjangan penelitian masih ditemukan pada studi komparatif lintas negara, penelitian longitudinal, dan kajian mengenai dampak transformasi pendidikan Islam dalam jangka panjang. Penelitian ini memberikan peta komprehensif mengenai arah perkembangan pendidikan Islam di Asia yang dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan, inovasi pendidikan, dan agenda penelitian di masa mendatang.
THE CONCEPT OF COMMUNITY-BASED ISLAMIC EDUCATION Wulandari Wulandari; M. Tahir; Zamroni Zamroni
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 3, No 1 (2025): Three International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community-based Islamic education is an educational model that positions the community as an active participant in the learning process. This concept emphasizes that education is not solely the responsibility of the government but also a social and moral obligation of the community. This education is grounded in Islamic philosophical values, local wisdom, and national regulations such as Law Number 20 of 2003 and Government Regulation Number 55 of 2007. Sociologically, community-based education strengthens mutual cooperation and the relevance of education to social needs. Religiously, this education encourages the development of a knowledgeable and beneficial generation. Thus, community-based Islamic education plays a crucial role in strengthening Islamic identity, increasing community participation, and realizing equitable and civilized education.
Analisis Kebutuhan Guru dalam Pembelajaran PAI Berbasis Digital pada Siswa Berkebutuhan Khusus di SD Fastabiqul Khairat Samarinda Rega Armella; Wulandari Wulandari; Wastuti Wastuti; Umar Fauzan; Muhammad Abzar Duraesa
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.906

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembelajaran siswa berkebutuhan khusus di SD Fastabiqul Khairat Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan partisipan tiga guru PAI, satu guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta dua shadow teacher yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan triangulasi sumber dan metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan adaptasi pembelajaran melalui asesmen diagnostik, pendekatan multimodal, serta penyesuaian metode dan evaluasi sesuai karakteristik siswa berkebutuhan khusus. Namun, guru belum memiliki modul khusus dan masih menggunakan bahan ajar yang sama dengan siswa reguler dengan modifikasi pada tingkat pemahaman dan bentuk penilaian. Praktik pembelajaran inklusif didukung oleh kolaborasi antara guru PAI, guru BK, dan shadow teacher dalam asesmen, pendampingan, serta pemantauan perkembangan siswa. Selain itu, guru membutuhkan media digital yang lebih adaptif, platform berbagi bahan ajar, serta sistem yang dapat mendukung dokumentasi perkembangan belajar dan komunikasi dengan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebutuhan utama guru PAI pada sekolah inklusif tidak hanya terletak pada kompetensi pedagogis, tetapi juga pada ketersediaan dukungan digital yang terintegrasi untuk mendukung pembelajaran dan pemantauan perkembangan siswa berkebutuhan khusus.