Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Guru dalam Pembelajaran PAI Berbasis Digital pada Siswa Berkebutuhan Khusus di SD Fastabiqul Khairat Samarinda Rega Armella; Wulandari Wulandari; Wastuti Wastuti; Umar Fauzan; Muhammad Abzar Duraesa
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.906

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembelajaran siswa berkebutuhan khusus di SD Fastabiqul Khairat Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan partisipan tiga guru PAI, satu guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta dua shadow teacher yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan triangulasi sumber dan metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan adaptasi pembelajaran melalui asesmen diagnostik, pendekatan multimodal, serta penyesuaian metode dan evaluasi sesuai karakteristik siswa berkebutuhan khusus. Namun, guru belum memiliki modul khusus dan masih menggunakan bahan ajar yang sama dengan siswa reguler dengan modifikasi pada tingkat pemahaman dan bentuk penilaian. Praktik pembelajaran inklusif didukung oleh kolaborasi antara guru PAI, guru BK, dan shadow teacher dalam asesmen, pendampingan, serta pemantauan perkembangan siswa. Selain itu, guru membutuhkan media digital yang lebih adaptif, platform berbagi bahan ajar, serta sistem yang dapat mendukung dokumentasi perkembangan belajar dan komunikasi dengan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebutuhan utama guru PAI pada sekolah inklusif tidak hanya terletak pada kompetensi pedagogis, tetapi juga pada ketersediaan dukungan digital yang terintegrasi untuk mendukung pembelajaran dan pemantauan perkembangan siswa berkebutuhan khusus.
The Transformation of Islamic Education Communication through the Integration of the Aswaja NU Curriculum and Digital Literacy in the Disruption Era: A Systematic Literature Review Wahdiansyah Wahdiansyah; Muhammad Reza Bakhtimi; Muhammad Solekhin; Umar Fauzan; Muhammad Abzar Duraesa
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.910

Abstract

The digital disruption era presents a fundamental challenge for Islamic educational communication, particularly in maintaining moderation values amidst uncontrolled information flows. This study aims to systematically review prior research on the transformation of Islamic educational communication through the integration of Nahdlatul Ulama's Aswaja Curriculum (Aswaja NU) and digital literacy, and to formulate a conceptual model for developing adaptive, moderate, and digitally-oriented Islamic education. This research employs a Systematic Literature Review (SLR) based on PRISMA 2020 Template 1 guidelines (Page et al., 2021), designed for new systematic reviews searching databases and registers only. Searches were conducted across eight academic databases from 2019 to 2026. From an initial 312 identified records, the PRISMA selection process yielded 7 articles meeting the inclusion criteria for comparative analysis. Three major trends were identified: (1) the urgency of reconstructing dialogic pedagogical communication grounded in Aswaja NU values; (2) the importance of Islamically ethical digital literacy competencies as a shield for religious moderation; and (3) the critical need for an integrated curriculum bridging traditional Islamic values with digital ecosystem demands. This article contributes the Integrative Islamic Educational Communication Model (MKPII) as a new conceptual framework linking the Aswaja NU curriculum, digital literacy, and the transformation of Islamic educational communication in the era of disruption.