Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Krisis Etika di Era AI: Melawan Disinformasi dan Pelecehan Perempuan dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam Noor Syifa Azkia Rahmah; Syaifuddin Sabda
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Cahaya Edukasi
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v3i1.311

Abstract

Kemajuan pesat media sosial dan bidang Artificial Intellegence (AI) atau kecerdasan buatan telah menciptakan tantangan etis yang serius, terutama dalam meningkatkan penyebaran informasi yang salah dan tindakan pelecehan terhadap perempuan di ruang digital seperti Grok AI di platform X. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis krisis etika tersebut dengan pendekatan Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai alat pencegahan dan pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah utama yang ditemukan adalah penggunaan AI dalam menyebarkan konten yang memanipulasi dan merendahkan martabat perempuan, serta melemahnya kontrol moral dalam berinteraksi di dunia digital (media sosial) sehingga PAI perlu mengalami perubahan dengan mengintegrasikan nilai-nilai akhlak yang mulia, literasi digital, serta etika bermedia sosial yang benar sesuai ajaran Islam guna menghadapi fenomena banjir informasi dan munculnya disinformasi serta penyalahgunaan teknologi yang semakin cepat. PAI tidak hanya terbatas pada mengajarkan ritual saja, tetapi juga bertindak sebagai panduan moral yang memberikan keterampilan etis kepada individu untuk mengatasi penyalahgunaan teknologi. Peningkatan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam sangat penting dalam membentuk masyarakat digital yang bertanggung jawab serta menghargai hak asasi manusia di era saat ini..
Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI Melalui Kepemimpinan Instruksional dalam Menghadapi Tantangan Zaman (Era Digital) Noor Syifa Azkia Rahmah; Aulia Azizatul Hidayah; Aprina Noor Latifah; Suriagiri
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1991

Abstract

Dunia pendidikan saat ini sedang berada di era perkembangan teknologi yang sangat cepat sehingga informasi dapat diakses secara instan, masif, dan tidak terbatas dan hal ini juga berdampak pada dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan instruksional kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tengah tantangan era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan mengumpulkan, menyaring, dan menganalisis berbagai literatur ilmiah dan referensi yang sesuai topik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan instruksional yang adaptif di era digital memerlukan transformasi peran kepala sekolah dari sekadar administrator menjadi penggerak inovasi teknologi. Peningkatan kualitas pembelajaran PAI dicapai melalui pembinaan guru PAI, pengawasan dalam pembelajaran PAI, memfasilitasi pelatihan kompetensi teknologi bagi guru PAI, dan memberi teladan nilai-nilai keislaman. Kepala sekolah yang menjalankan peran instruksionalnya secara efektif mampu mendorong guru PAI mengembangkan metode pengajaran yang variatif dan relevan dengan karakteristik generasi digital. Sinergi antara kepemimpinan instruksional yang kuat dan pemanfaatan teknologi yang bijak menjadi kunci utama dalam menjaga mutu serta relevansi pendidikan Islam di era modern.
PRINSIP-PRINSIP DALAM PENILAIAN DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN PAI SERTA KURIKULUM SAAT INI Noor Syifa Azkia Rahmah; Latifah Latifah; Nor Laila; Yahya MOF; Najminnur Hasanatun Nida
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.803

Abstract

Penilaian merupakan komponen penting dalam pembelajaran, terkhusus pada Pendidikan Agama Islam (PAI). Pembelajaran PAI tidak hanya bertujuan transfer ilmu, akan tetapi meliputi transfer nilai dan pembinaan akhlak sehingga diperlukan penilaian atau evaluasi yang fleksibel, otentik, dan berkelanjutan agar sesuai dengan tuntutan pembelajaran pada generasi sekarang. Penilaian tidak hanya mengukur ketercapaian akademik saja, melainkan juga menilai perkembangan sikap, karakter, dan keterampilan peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji prinsip-prinsip penilaian dan relevansinya dengan pembelajaran PAI di kurikulum saat ini. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan evaluasi pendidikan dan pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip dalam penilaian meliputi, objektivitas, kontinuitas (keberlanjutan), dan komprehensif. Adapun prinsip-prinsip tersebut masih sangat relevan dengan kurikulum saat ini meliputi, prinsip keseluruhan (al-kamal/al-amam), prinsip kesinambungan (istimrar), dan prinsip objektivitas (maudhu’iyyah). Semua prinsip tersebut harus diterapkan dalam evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam agar mampu mencerminkan hasil evaluasi yang akurat, terpercaya, adil dan akuntabel. Selain itu, penilaian dalam PAI perlu mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang agar mampu menggambarkan perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Meskipun dalam realitasnya penilaian masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti subjektivitas guru, tekanan dari orang tua dan lingkungan sekolah, serta kecenderungan berorientasi pada capaian nilai semata. Oleh karena itu, diperlukan komitmen pendidik untuk menerapkan prinsip-prinsip penilaian secara konsisten, profesional, dan berintegritas. Agar pembelajaran PAI dapat memperkuat karakter religius, akhlak mulia, dan kompetensi peserta didik sesuai tuntutan pendidikan masa kini.
Analisis Karakteristik Materi Pai Bidang Akidah Akhlak Di Berbagai Jenjang Pendidikan Noor Syifa Azkia Rahmah; Ghina Sofia Mahfuzah; Aulia Azizatul Hidayah; Hasni Noor
Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpst.v4i4.3798

Abstract

The rising cases of juvenile delinquency in Indonesia, such as theft, assault, drug abuse, and youth brawls, highlight a growing concern for society, particularly in preserving moral values among the younger generation. As the majority of Indonesians are Muslims, instilling moral values is crucial, one of which is through Islamic Religious Education (PAI). PAI plays a central role in shaping the character, morality, and spirituality of students. The Akidah Akhlak (faith and morality) component in PAI, which addresses the foundation of faith and ethics in daily life, is vital to the success of Islamic education. Akidah Akhlak is taught progressively from Primary School to University levels, with characteristics and approaches adapted to the cognitive, psychological, and social development of students at each level. This study aims to analyze the characteristics of Akidah Akhlak materials across various educational stages, ensuring their alignment with students' developmental needs and contributing to reducing juvenile delinquency. The results show that Akidah Akhlak is systematically designed, focusing on basic faith and good character habits in primary education, expanding on social and moral aspects in secondary education, applying Islamic ethics in society at the senior level, and offering more complex discussions at the university level. The material at each stage aims to produce individuals who are not only intellectually competent but also spiritually strong and morally sound.