Ryan Chandra Dalimunthe
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Larangan Riba dalam Perspektif Al-Qur’an dan Dampaknya terhadap Sistem Keuangan Jayantika; Nila Sari Dewi; Rian Afrijal Munthe; Ryan Chandra Dalimunthe; Ramadhan Saleh Lubis
SAUJANA : Jurnal Perbankan Syariah dan Ekonomi Syariah Vol 8 No 2 (2026): SAUJANA : Jurnal Perbankan Syariah dan Ekonomi Syariah
Publisher : STEI Kanjeng Sepuh Gresik Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59636/saujana.v8i2.475

Abstract

Riba adalah salah satu larangan utama dalam agama Islam yang memiliki dampak besar terhadap sistem keuangan. Studi ini bertujuan untuk mengkaji konsep serta dasar hukum larangan riba berdasarkan perspektif Al-Qur'an beserta pengaruhnya terhadap sistem keuangan yang ada saat ini. Metode yang digunakan adalah kualitatif, dengan memanfaatkan analisis dari sumber-sumber akademis yang relevan dan teknik penelitin ini menunjukkan bahwa Al-Quran semakin melarang riba melalui empat fase penurunan ayat, yakni QS. Al-Rum:39, An-Nisa:160-161, Ali-Imran:130 dan Al-Baqarah:275-281 yang menekankan larangan riba secara komprehensif. Dari perspektif ekonomi, praktik riba terbukti dapat menyebabkan ketidakmerataan distribusi kekayaan, mendorong inflasi melalui mekanisme inflasi biaya, memutus hubungan antara sektor riil dan sektor moneter, serta meningkatkan kerentanan terhadap krisis keuangan, seperti yang terlihat pada krisis moneter tahun 1998. Sebagai solusi, Islam memperkenalkan sistem bagi hasil yang berlandaskan kontrak mudharabah dan musyarakah, yang menekankan pada keadilan dan pembagian risiko secara proporsional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa larangan riba bukan sekadar kewajiban teologis, tetapi juga merupakan dasar untuk mencapai sistem keuangan yang adil, stabil, dan berkelanjutan.
Pengaruh Penggunaan Quizizz Pada Materi Struktur Ekonomi Negara Berkembang Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Pendidikan Ekonomi 2024 UNIMED Mica Siar Meiriza; Shesy Eightia Tinambunan; Siti Aisyah; Breti Br Karo Sekali; Ryan Chandra Dalimunthe
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2355

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak pemanfaatan media pembelajaran berupa game edukatif Quizizz terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada pokok bahasan Struktur Ekonomi Negara Berkembang. Sebanyak 41 mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi angkatan 2024 di Universitas Negeri Medan (UNIMED) dilibatkan sebagai sampel. Pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen sederhana melalui mekanisme pretest dan posttest diterapkan dalam riset ini. Instrumen yang digunakan terdiri atas tes dan kuesioner yang telah melewati pengujian validitas dan reliabilitas. Soal-soal pretest dan posttest dirancang dengan tingkat kesukaran tinggi yang mengacu pada kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills), secara khusus menyasar jenjang kognitif C5 (evaluasi) dan C6 (kreasi), sehingga sanggup menakar kemampuan analitis mendalam mahasiswa. Pengolahan data ditempuh melalui uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear sederhana, serta uji paired sample t-test untuk melihat perbedaan antara kondisi sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan riset mengindikasikan bahwa penggunaan Quizizz memberi pengaruh positif yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa, dengan perolehan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05) dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,668. Di samping itu, hasil uji paired sample t-test memperlihatkan adanya lonjakan yang signifikan dari rata-rata skor pretest sebesar 75,85 menuju rata-rata posttest 91,22. Hasil ini membawa pada simpulan bahwa Quizizz sebagai media pembelajaran interaktif terbukti efektif dalam menaikkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa, terutama dalam merampungkan soal-soal bertaraf kognitif tinggi (C5 dan C6), sekaligus mampu menghidupkan proses pembelajaran yang lebih aktif, analitis, dan bermakna.