Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi budaya terhadap penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar pada warga belajar di Sanggar Anak Sungai Deli. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif sederhana melalui angket. Subjek penelitian terdiri dari 14 anak warga belajar usia 6–10 tahun serta pengurus sanggar sebagai narasumber wawancara. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi budaya anak-anak berada pada kategori baik. Anak-anak mulai terbiasa menggunakan kata-kata sopan seperti “tolong”, “maaf”, “terima kasih”, dan “permisi” dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar juga menunjukkan hasil positif, terlihat dari kebiasaan anak menggunakan Bahasa Indonesia saat belajar dan berkomunikasi di lingkungan sanggar. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pembiasaan komunikasi santun, kegiatan seni, storytelling, serta pembinaan karakter yang dilakukan di sanggar memberikan pengaruh terhadap perkembangan kemampuan komunikasi anak. Meskipun lingkungan sosial di sekitar tempat tinggal anak masih memberikan pengaruh penggunaan bahasa kasar, keberadaan sanggar menjadi lingkungan alternatif yang positif dalam membentuk karakter dan kemampuan berbahasa anak. Dengan demikian, literasi budaya memiliki pengaruh terhadap penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar pada warga belajar di Sanggar Anak Sungai Deli.