Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kriminalisasi Nikah Siri dalam KUHP Baru: antara Panik Administrasi, Kepastian Hukum, dan Maqashid Syariah Muhammad Abdullah; Sarwo Waskito
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5508

Abstract

Pengesahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Baru) membawa perubahan mendasar dalam kebijakan hukum pidana Indonesia, khususnya melalui Pasal 412 yang mengkriminalisasi kohabitasi (hidup bersama sebagai suami istri di luar perkawinan). Kebijakan ini menempatkan pasangan nikah siri yang secara Syar'i sah namun tidak tercatat dalam kerentanan hukum. Studi ini hadir untuk menelaah bagaimana kebijakan kriminalisasi dibentuk dan dirumuskan dalam KUHP yang baru, khususnya yang berkaitan dengan praktik nikah siri, sekaligus melihat dampak nyatanya terhadap upaya perlindungan institusi perkawinan, baik jika dikaji dari sudut pandang hukum positif yang berlaku di Indonesia maupun dari kacamata hukum Islam. Secara metodologis, kajian ini berpijak pada pendekatan hukum normatif, dengan mengandalkan dua jalur utama: penelaahan terhadap peraturan-undangan yang relevan serta pendekatan konseptual untuk membangun kerangka pemahaman yang lebih mendalam, didukung data empiris awal tahun 2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan Pasal 412 menciptakan “kriminalisasi administratif” yang memicu terjadinya fenomena “panik administrasi” berupa penyiaran permohonan itsbat nikah, serta mendistorsi sebagai asas kepastian hukum dan memperlemah perlindungan perempuan dan anak. Dalam perspektif hukum Islam, pengujian dengan instrumen empat maqashid al-Syāṭibī membuktikan bahwa kebijakan ini tidak sejalan dengan tujuan syariat karena menghilangkan 'illat pokok pernikahan (perlindungan keturunan dan kehormatan) serta menimbulkan mafsadah yang lebih besar. Kajian ini berkontribusi pada pengembangan kebijakan hukum pidana yang lebih proporsional dengan menawarkan pendekatan administratif-fasilitatif sebagai alternatif dari pendekatan pidana-punitif.
Penyuluhan Gaya Hidup Sehat Secara Personal di Kawasan Kota Tua Surabaya untuk Meningkatkan Kesadaran dan Kesehatan Anak Muda Didit Darmawan; Rio Saputra; Adi Herisasono; Novritsar Hasitongan Pakpahan; Sarwo Waskito; Agung Satryo Wibowo; Febrian Dirgantara
Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (NALA)
Publisher : Jurnal Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku hidup sehat pada anak muda melalui penyuluhan secara personal di kawasan Kota Tua Surabaya. Permasalahan gaya hidup tidak sehat yang marak ditemukan di kalangan remaja dan dewasa muda mendorong perlunya pendekatan yang lebih langsung, terbuka, dan adaptif terhadap kebutuhan mereka. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan dialogis, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi yang disesuaikan dengan karakteristik sasaran. Edukasi diberikan melalui interaksi personal, pembagian pamlet sembilan tips hidup sehat, serta pemberian produk air minum sebagai stimulan perilaku sehat. Hasil kegiatan menunjukan peningkatan pemahaman peserta terkait pentingnya gizi, aktivitas fisik, kesehatan mental, serta perilaku hidup sehat lainnya. Evaluasi melalui observasi dan wawancara menunjukkan model pengabdian masyarakat berbasis personal efektif membangun komunikasi dua arah, partisipatif, sekaligus aplikatif terhadap kebutuhan anak muda di ruang publik. Model ini diharapkan dapat diadaptasi dan direplikasi dalam program serupa di komunitas anak muda lainnya.  
Kegiatan Pelestarian Sungai Afvoer Kemambang untuk Meningkatkan Rasa Tanggung Jawab Masyarakat terhadap Lingkungan di Waru Sidoarjo Agung Satrio Wibowo; Imaniha Khoiro; Didit Darmawan; Rio Saputra; Sarwo Waskito
Kawanad : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : Yayasan Kawanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56347/kjpkm.v5i1.405

Abstract

The Afvoer Kemambang River Cleanup program aims to analyze the implementation of river conservation programs as a strategy to increase community responsibility for environmental sustainability in Waru District, Sidoarjo. The river previously experienced blockages due to garbage accumulation and the growth of water hyacinth, indicating low public awareness of environmental cleanliness. This activity involved residents in concrete actions that improved the river ecosystem while providing a positive example for the wider community. The Participatory Action Research (PAR) approach was applied to involve the community from planning, coordination, and implementation of the activity. The activity began with a general briefing and division of tasks, followed by cleaning the river flow and removing garbage from the riverbanks. The results showed increased environmental awareness, social solidarity, and a sense of responsibility from residents towards nature conservation. It is recommended to expand this program to other areas with greater participant involvement and government support to ensure sustainable river conservation. Community participation has been proven to improve river conditions and foster a culture of sustainable environmental care, making this program a replicable model for community empowerment in other regions.