Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Startegi Guru dalam Menanamkan Sikap Gotong Royong pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar Khairunisa Nur Haslinda; Mahmada Assyifa; Muhammad Yahya Maulida Fahmi; Nabila El Shafira Aghnia Kusumaningrum; Nadine Qothrunnada Dwihanti; Surayanah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6842

Abstract

Pendidikan Pancasila di sekolah dasar tidak hanya berperan dalam penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga dalam pembentukan karakter peserta didik, salah satunya sikap gotong royong. Penanaman sikap gotong royong perlu dilakukan sejak dini karena peserta didik sekolah dasar berada pada tahap perkembangan sosial yang membutuhkan pembiasaan dan pengalaman belajar secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam menanamkan sikap gotong royong pada pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas V di SDN Kepanjenlor 1 Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara dengan subjek penelitian yaitu guru kelas V SDN Kepanjenlor 1. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi dalam menanamkan sikap gotong royong melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL), penggunaan LKPD dan diskusi kelompok, pembiasaan karakter, serta pemanfaatan media pembelajaran interaktif seperti PPT, video Youtube, ice breaking, dan Quizizz. Namun, terdapat beberapa kendala seperti perbedaan tingkat pemahaman peserta didik, kurangnya fokus belajar, dan keterbatasan waktu pembelajaran, maka guru berupaya mengatasinya melalui pengelolaan kelas yang baik, pemberian penguatan, serta pelaksanaan remedial dan pengayaan sesuai kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, strategi yang diterapkan guru mampu mendukung terbentuknya sikap gotong royong dan partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.
Stabilitas Emosi Siswa SMK Negeri 3 Kota Blitar Jurusan Tata Busana dalam Menentukan Karier Khairunisa Nur Haslinda; Nabila El Shafira Aghnia Kusumaningrum; Nadia Ayu Pramudita; Surayanah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6851

Abstract

Stabilitas emosi merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi siswa Sekolah Menengah Kejuruan dalam menentukan pilihan karier setelah lulus sekolah. Siswa SMK tidak hanya dituntut menguasai keterampilan praktik, tetapi juga perlu memiliki kesiapan emosional dan rasa percaya diri dalam menghadapi dunia kerja maupun pendidikan lanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas emosi siswa jurusan Tata Busana di SMK Negeri 3 Kota Blitar dalam menentukan karier setelah lulus sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket menggunakan skala Likert kepada siswa jurusan Tata Busana serta didukung observasi dan wawancara dengan guru, lalu ata dianalisis menggunakan teknik deskriptif persentase untuk menggambarkan tingkat stabilitas emosi siswa dalam menentukan karier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memiliki gambaran mengenai rencana masa depan, baik bekerja maupun melanjutkan pendidikan. Sebanyak 70% siswa merasa yakin terhadap pilihan kariernya dan 54% siswa menyatakan siap memasuki dunia kerja. Namun, masih terdapat siswa yang mengalami kecemasan, kebingungan, dan kurang percaya diri dalam menentukan pilihan karier akibat kondisi emosional yang belum stabil, faktor ekonomi, serta keraguan terhadap kemampuan diri. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa dukungan orang tua, guru, sekolah, dan teman sebaya memiliki peran penting dalam meningkatkan kesiapan emosional dan keyakinan siswa terhadap masa depan mereka. Oleh karena itu, stabilitas emosi dan bimbingan karier sangat diperlukan untuk membantu siswa SMK mempersiapkan masa depan secara lebih matang.
Tantangan Perkembangan Moral-Spiritual Di Era Digital Bagi Siswa Sekolah Dasar Qoulan Tsaqila Azhar; Nayla Zalfa Destiasha; Khairunisa Nur Haslinda; Muhammmad Fatikhun Naqiya; Surayanah Surayanah
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.388

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh signifikan terhadap pembentukan nilai moral dan spiritual anak, terutama melalui penggunaan media sosial yang intensif namun tidak diimbangi dengan literasi digital yang memadai. Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa literasi digital mampu menekan perilaku negatif seperti cyberbullying. Namun, penelitian-penelitian ini masih bersifat parsial dan belum mengintegrasikan dimensi moral, spiritual, dan digital secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan perkembangan moral-spiritual anak-anak di era digital dan merumuskan pendekatan integratif berbasis literasi digital dalam konteks pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) terhadap artikel ilmiah yang relevan dari pada rentang tahun 2022-2026. Data dianalisis secara deskriptif dan kritis untuk mengidentifikasi bentuk tantangan, faktor penyebab, serta strategi penanggulangannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi pergeseran nilai moral, penurunan interaksi sosial langsung, dan melemahnya internalisasi nilai spiritual. Faktor penyebabnya mencakup akses teknologi yang tidak terkontrol, rendahnya literasi digital, dan kurangnya keterlibatan orang tua. Sebagai solusi, diusulkan integrasi literasi digital berbasis etika dengan pendidikan karakter serta penguatan aktivitas spiritual. Pendekatan ini efektif sebagai strategi pencegahan untuk mengurangi perilaku negatif sekaligus memperkuat karakter anak. Oleh karena itu, memperkuat literasi digital yang diintegrasikan dengan nilai moral-spiritual merupakan kunci untuk mengatasi tantangan perkembangan anak di era digital.