Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Strategi Pembelajaran PKn untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas 3 SDN 1 Karangtengah Qoulan Tsaqila Azhar; Nada Aulia Nur’aini; Martha Eka Ayu Pratiwi; Muhammad Ardiansyah; Nabilah Khoirrun Nisak; Surayanah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.6873

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila. Namun, siswa kelas III sekolah dasar masih mengalami kesulitan dalam memahami materi PKn yang bersifat abstrak, seperti demokrasi, musyawarah, dan pembagian wilayah administratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran PKn yang digunakan guru dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas III SDN 1 Karangtengah, mengidentifikasi kendala pembelajaran, serta mendeskripsikan solusi yang diterapkan guru dalam mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru kelas III SDN 1 Karangtengah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai strategi pembelajaran seperti ceramah, diskusi, tanya jawab, bermain peran, serta media digital dan permainan edukatif. Strategi tersebut mampu meningkatkan minat belajar, keaktifan, dan pemahaman siswa terhadap materi PKn. Penggunaan media visual, permainan, dan contoh kontekstual membantu siswa memahami konsep abstrak yang sebelumnya sulit dipahami. Kendala yang ditemukan meliputi rendahnya kemampuan memahami bacaan, perbedaan kemampuan belajar siswa, dan pengelolaan kelas. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru menerapkan pendekatan individual, variasi metode pembelajaran, penggunaan media menarik, dan pengaitan materi dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, strategi pembelajaran yang variatif dan kontekstual terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada pembelajaran PKn.
Tantangan Perkembangan Moral-Spiritual Di Era Digital Bagi Siswa Sekolah Dasar Qoulan Tsaqila Azhar; Nayla Zalfa Destiasha; Khairunisa Nur Haslinda; Muhammmad Fatikhun Naqiya; Surayanah Surayanah
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.388

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh signifikan terhadap pembentukan nilai moral dan spiritual anak, terutama melalui penggunaan media sosial yang intensif namun tidak diimbangi dengan literasi digital yang memadai. Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa literasi digital mampu menekan perilaku negatif seperti cyberbullying. Namun, penelitian-penelitian ini masih bersifat parsial dan belum mengintegrasikan dimensi moral, spiritual, dan digital secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan perkembangan moral-spiritual anak-anak di era digital dan merumuskan pendekatan integratif berbasis literasi digital dalam konteks pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) terhadap artikel ilmiah yang relevan dari pada rentang tahun 2022-2026. Data dianalisis secara deskriptif dan kritis untuk mengidentifikasi bentuk tantangan, faktor penyebab, serta strategi penanggulangannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi pergeseran nilai moral, penurunan interaksi sosial langsung, dan melemahnya internalisasi nilai spiritual. Faktor penyebabnya mencakup akses teknologi yang tidak terkontrol, rendahnya literasi digital, dan kurangnya keterlibatan orang tua. Sebagai solusi, diusulkan integrasi literasi digital berbasis etika dengan pendidikan karakter serta penguatan aktivitas spiritual. Pendekatan ini efektif sebagai strategi pencegahan untuk mengurangi perilaku negatif sekaligus memperkuat karakter anak. Oleh karena itu, memperkuat literasi digital yang diintegrasikan dengan nilai moral-spiritual merupakan kunci untuk mengatasi tantangan perkembangan anak di era digital.