Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama penyakit kardiovaskular, stroke, dan gagal ginjal. Penerapan gaya hidup sehat sejak usia muda merupakan strategi penting dalam mencegah terjadinya hipertensi di masa mendatang. Mahasiswa yang tinggal di lingkungan pesantren memiliki potensi besar sebagai sasaran promosi kesehatan karena berada dalam lingkungan pembinaan yang terstruktur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai pencegahan hipertensi melalui Edukasi Gaya Hidup Sehat Berbasis Smart Living Approach. Kegiatan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif dengan desain one-group pretest–posttest yang melibatkan 20 mahasiswa putra Universitas Muhammadiyah Semarang yang berdomisili di Pondok Pesantren Universitas Muhammadiyah Semarang. Intervensi dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, serta penggunaan media edukasi berupa presentasi, leaflet, dan video pembelajaran yang mengintegrasikan lima komponen SMART Living, yaitu Self-monitoring, Manage Diet, Active Lifestyle, Reduce Stress, dan Treatment Adherence. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Berdasarkan hasil evaluasi (data simulasi), rerata skor pengetahuan meningkat dari 61,75 ± 10,84 pada pretest menjadi 86,20 ± 7,31 pada posttest dengan peningkatan rerata sebesar 24,45 poin (p < 0,001). Selain peningkatan pengetahuan, peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama proses edukasi berlangsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis Smart Living Approach efektif meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai pencegahan hipertensi serta berpotensi menjadi model promosi kesehatan berbasis pesantren dalam mendukung pembentukan perilaku hidup sehat dan pencegahan penyakit tidak menular pada kelompok remaja akhir dan dewasa muda.