Prima Trisna Aji
Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penerapan Teori Konservasi Levine Pada Pasien Dengan Acute Coronary Syndrome; Studi Kasus Arief Shofyan Baidhowy; Elly Nurachmah; Tuti Herawati; Prima Trisna Aji
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v6i3.20378

Abstract

Acute Coronary Syndrome (ACS) ) menjadi permasalahan global dan penyumbang kematian terbesar di dunia. Risiko kematian akibat ACS meningkat secara signifikan terjadi dengan adanya penuaan dan keterlambatan penatalaksanaan. Komplikasi dari ACS yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian adalah  Ventrikel Septum Rupture (VSR). Salah satu pendekatan keperawatan adalah pendekatan konservasi energi Myra E Levine yang  bertujuan untuk meningkatkan konservasi energi yang dimiliki pasien. Tujuan studi kasus ini adalah menganalisis menggunakan  teori  konservasi  Levine  pada  Ny. MM  dengan diagnosis medis ST Elevasi Miocard Infact (STEMI) di ruang intensif komprehensif.  Metode penulisan studi kasus menggunakakan metode single case design. Hasil penerapan studi kasus dengan pendekatan konservasi energi ini di dapatkan tripocognsosis dari integritas konservasi diantaranya penurunan curah jantung, gangguan pertukaran gas, resiko infeksi, gangguan keseimbangan elektrolit, ketidakstabilan kadar glukosa darah dan gangguan ventilasi spontan, sedangkan untuk integritas konservasi energi adalah nyeri dan penurunan toleransi aktifitas. Intervensi berfokus pada perawatan jantung akut dan pemantauan respirasi. Hasil dari studi kasus ini dianalisis diagnosis keperawatan yang didapat dari pasien. Penerapan asuhan keperawatan dengan pendekatan konservasi Levine dalam dapat dilakukan dalam berbagai setiing keperawatan baik pada fase kritis dan terminal
Effectiveness of Video-Based Self-Management Education in Reducing Psychological Stress and Blood Pressure among Hypertensive Patients in Primary Healthcare: A Quasi-Experimental Study Prima Trisna Aji; Muhammad Nur Hasbi; Elinda Rizkasari
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : Institut Kesehatan Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v11i1.1092

Abstract

Video-Based Self-Management Education Reduces Psychological Stress and Blood Pressure in Hypertensive Patients. Hypertension is closely associated with psychological stress, which can impair blood pressure control and self-management capacity. This studyaimed to evaluate the effect of video-based self-management education on psychological stress and blood pressure among hypertensive patients. A quasi-experimental one-group pretest–posttest design was conducted involving 60 hypertensive patients who received a structured video-based self-management education intervention for four weeks. Psychological stress was measured using the Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS- 21), and blood pressure was assessed using a calibrated digital sphygmomanometer. Data normality was evaluated using the Shapiro–Wilk test. The results demonstrated a significant reduction in blood pressure based on the Paired Samples t-test (p < 0.001; 95% CI: ?55.83 to ?50.33), while psychological stress significantly decreased according to the Wilcoxon Signed Rank Test (p < 0.001). Video-based self-management education is aneffective and practical nursing intervention for improving both psychological and physiological outcomes among hypertensive patients in primary healthcare settings.
The Effect of Community Based Anti Hypertension Exercise on Increasing Awareness and Participation of Elderly People in Stroke Prevention Erni Rahmawati; Astri Yunita; Dwi Rahayu; Prima Trisna Aji; Erwin Yektiningsih
HealthCare Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v8i2.7671

Abstract

Background, The community-based approach emphasises social empowerment in health interventions so that they are more accessible to older adults in their own environment. Purpose: To determine the effect of community-based anti-hypertension exercises on increasing older adults' awareness and participation in stroke prevention. Methods: Quasi-experimental design with a one-group pre-post test design. The research sample consisted of 45 elderly respondents from Singgahan Hamlet. The independent variable was anti-hypertensive exercises, while the dependent variables were awareness and participation. The research instruments were observation sheets and questionnaires. Data were analysed using univariate analysis, data normality, and bivariate analysis. Results: The most common category for the awareness variable among the elderly before the intervention was moderate, at 48.9%, which then increased to high after the intervention, at 55.6%. The most common category in the elderly participation variable before the intervention was moderately active (48.9%), which then increased to active (60.0%) after the intervention. The results of the Wilcoxon test showed that community-based anti-hypertension exercises had an effect on increasing awareness (p=0.000) and participation of the elderly in stroke prevention (p=0.000). Discussion: This approach reduces the psychological and physical barriers for the elderly to participate in health activities. Social support from fellow elderly people and community facilitators strengthens motivation and a sense of belonging to the programme. Conclusions: Community-based anti-hypertension exercises have an effect on increasing awareness and participation among the elderly in stroke prevention.
Edukasi Gaya Hidup Sehat Berbasis Smart Living Approach sebagai Upaya Pencegahan Hipertensi pada Santri Putra Pondok Pesantren Universitas Muhammadiyah Semarang Prima Trisna Aji
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v6i1.22063

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama penyakit kardiovaskular, stroke, dan gagal ginjal. Penerapan gaya hidup sehat sejak usia muda merupakan strategi penting dalam mencegah terjadinya hipertensi di masa mendatang. Mahasiswa yang tinggal di lingkungan pesantren memiliki potensi besar sebagai sasaran promosi kesehatan karena berada dalam lingkungan pembinaan yang terstruktur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai pencegahan hipertensi melalui Edukasi Gaya Hidup Sehat Berbasis Smart Living Approach. Kegiatan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif dengan desain one-group pretest–posttest yang melibatkan 20 mahasiswa putra Universitas Muhammadiyah Semarang yang berdomisili di Pondok Pesantren Universitas Muhammadiyah Semarang. Intervensi dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, serta penggunaan media edukasi berupa presentasi, leaflet, dan video pembelajaran yang mengintegrasikan lima komponen SMART Living, yaitu Self-monitoring, Manage Diet, Active Lifestyle, Reduce Stress, dan Treatment Adherence. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Berdasarkan hasil evaluasi (data simulasi), rerata skor pengetahuan meningkat dari 61,75 ± 10,84 pada pretest menjadi 86,20 ± 7,31 pada posttest dengan peningkatan rerata sebesar 24,45 poin (p < 0,001). Selain peningkatan pengetahuan, peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama proses edukasi berlangsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis Smart Living Approach efektif meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai pencegahan hipertensi serta berpotensi menjadi model promosi kesehatan berbasis pesantren dalam mendukung pembentukan perilaku hidup sehat dan pencegahan penyakit tidak menular pada kelompok remaja akhir dan dewasa muda.