Articles
Pemodelan Tingkat Minat Masyarakat terhadap Transportasi Massal TEMAN Bus Trans Mamminasata Rute Koridor 2 dengan SEM
Afifah Azmi Luthfiyyah;
Andi Muh. Kasyfillah;
Andi Maal Latief;
Vita Fajriani Ridwan
Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56444/jts.v16i2.1248
Abstract. Public transportation is often considered a practical solution for reducing traffic congestion. However, initial surveys conducted after implementing the TEMAN Bus service along Corridor 2 showed low enthusiasm among commuters. Only 14.103% of them used the service. This study aims to identify areas for improvement to increase public interest in utilizing this service. Corridor 2 runs from Mall Panakkukang to Sultan Hasanuddin International Airport and vice versa. The study focuses on four main categories of variables: service level, service quality, socialization/information, and stop services. To assess public interest in the TEMAN Bus service along Corridor 2, this study used observations and distributed questionnaires. The questionnaire data was then analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) after undergoing validity and reliability tests. The study found that the variable of stop services was the primary factor contributing to the low level of public interest. Keywords: teman bus; trans mamminasata; public transportation; SEM Abstract. Transportasi massal merupakan salah satu pilihan yang tepat dalam mengatasi kemacetan. Namun setelah beroperasi, berdasarkan hasil pra survei yang peneliti lakukan,antusias masyarakat yang menggunakan TEMAN Bus masih sangat rendah untuk rute koridor 2 dengan persentase 14,103%. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu perbaikan untuk meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan TEMAN Bus Trans Mamminasata rute koridor 2 (Mall Panakkukang – Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan sebaliknya). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini ada 4 kategori diantaranya tingkat pelayanan, kualitas pelayanan, sosialisasi/informasi dan layanan halte. Penelitian ini dilakukan pada trayek TEMAN Bus Trans Mamminasata rute koridor 2 dengan melakukan observasi langsung dan penyebaran kuesioner untuk mengetahui tingkat minat masyarakat dalam menggunakan TEMAN Bus. Data dari hasil kuesioner diolah dengan melakukan uji validitas dan reliabilitas kemudian melakukan analisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil dari pengolahan tersebut menunjukkan faktor rendahnya minat masyarakat adalah variabel layanan halte. Keywords: teman bus; trans mamminasata; transportasi massal; SEM.
Penerapan Buffer Analysis dalam bidang Teknik Sipil dan Lingkungan
Vita Fajriani Ridwan
Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Vol. 1 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31963/jacee.v1i2.2998
Perkembangan teknologi GIS menyediakan konsep, alat, dan analisis yangmendukung kebutuhan teknik sipil dan lingkungan. Tulisan ini membahas secarasingkat konsep buffer analysis/multiple ring buffer analysis pada platform GIS dalamaplikasi teknik sipil dan lingkungan. Tulisan ini menjelaskan penelitian-penelitiansebelumnya yang menerapkan buffer analysis/multiple ring buffer analysis. Bufferanalysis/multiple ring buffer analysis digunakan untuk mengetahui area layanan (halte bus, shelter untuk bencana), yang umum digunakan dalam teknik sipil; dan untuk memahami area dampak (perletakan TPA, kebisingan), yang umum digunakan dalam bidang teknik sipil dan lingkungan. Tulisan ini menyebutkan keterbatasan buffer analysis/multiple ring buffer analysis yang hanya berfokus pada variabel jarak.
Tinjuan Sistem Informasi Geografis Luas Percetakan Sawah (Studi Kasus Di Kabupaten Bulukumba)
Virgina Ifah Mangambe;
Cevin Geraldi Rego;
Hamzah Yusuf;
Vita Fajriani Ridwan
Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31963/jacee.v3i1.3809
Pertanian di Indonesia merupakan salah satu sektor kunci perekonomian Sebagai salah satu kunci perekenomian, pemerintah pusat melakukan program mengenai percetakan sawah untuk memperluas lahan agar produktivitas pertanian di Indonesia semakin maju. Provinsi Sulawesi Selatan tepatnya di bulukumba merupakan salah satu wilayah yang terkena program percetakan sawah, dimana saat merencanakan percetakan, pemerintah masih menggunakan GPS. Tetapi dalam penelitian ini digunakan dengan metode yang berbeda yakni menggunakan Drone Phantom 4 RTK dengan tingkat akurasi 10cm yang dimana dalam menggunakan metode Drone Phantom 4 RTK jauh lebih Efisien dan Akurasinya lebih akurat dibandingkan dengan GPS. Dan hasil dari penelitian ini terdapat Ada sebanyak 4 kecamatan dan 19 kelompok tani yang terkena percetakan sawah di Kabupaten Bulukumba. Luas lahan dari percetakan yang di berikan oleh Dinas Pertanian sebesar 500 Ha sedangkan luas lahan yang sudah dilakukan survey sebesar 489.23 Ha. Terdapat selisih 10.77 Ha antara luas lahan dari Dinas Pertanian dengan luas hasil survey dilapangan. Dan perbadingan selisih keduanya yaitu sebesar 2.15%. Juga Tingkat akurasi penggambilan gambar menggunakan Drone Phantom 4 RTK tidak melebih 1,5 meter dari titik kontrol yang sudah dilakukan.
Analisis Perubahan Kawasan Terbangun Kota Parepare dengan Citra Satelit Sentinel-2 (2017-2021)
Vita Fajriani Ridwan
Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Vol. 3 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31963/jacee.v3i2.4489
Kota Parepare mengalami pertumbuhan pesat dan perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan tutupan lahan dan fungsi lahan (land use land cover) kawasan terbangun (built area ) di Kota Parepare antara 2017 hingga 2021 menggunakan citra satelit Sentinel-2. Sanitel-2 adalah jenis peta citra yang memiliki resolusi tinggi dan sesuai untuk menganalisa perubahan fungsi dan tutupan lahan. Penelitian ini menggunakan analisis intersect di ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan adanya kenaikan luas lahan kawasan terbangun (built area) dari tahun 2017 ke tahun 2021 sebesar 43 % dengan konversi lahan terbesar didapatkan dari fungsi rangeland
Studi Penerapan Building Information Modelling pada Perencanaan Green Building Gedung Sipil Kampus 2 Politeknik Negeri Ujung Pandang
Hasanuddin, Haeril Abdi;
Ridwan, Vita Fajriani;
Ilham, Andi Mulyani; Ardiansyah, Ardiansyah
Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Vol. 4 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31963/jacee.v4i1.4716
Dengan memanfaatkan Building Information Modelling (BIM) dalam perencanaan dan pembangunan Green Building, para pelaku di bidang konstruksi dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam merancang bangunan yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penerapan Building Information Modelling pada perencanaan Green Building dan mengetahui tahap perencanaan pencahayaan alami sebagai salah satu tolak ukur penilaian Green Building pada pembangunan Gedung Sipil Kampus 2 Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP). Pada penelitian ini, peneliti melakukan perancangan Layout Gedung Sipil Kampus 2 PNUP, pemodelan bangunan dimensi ke-3 dan perancangan komposisi bukaan (jendela) dengan visualisasi pada tools Visualize menggunakan Tekla Structures 2023 versi student, melakukan pemodelan bangunan menggunakan DIALux Evo 11.1 sesuai perancangan komposisi bukaan (jendela) dan terakhir melakukan kalkulasi tingkat pencahayaan (lux) pada setiap ruangan menggunakan DIALux Evo 11.1 dengan rentang waktu 30 menit. Sehingga diperoleh nilai intensitas cahaya (lux) rata-rata dari seluruh ruangan pada bangunan dengan full fasad kaca tersebut mendapatkan nilai intensitas cahaya 2375,23 lux dengan suhu 41 °C dimana bangunan ini telah memenuhi kriteria pencahayaan alami minimal sebesar 300 lux tetapi belum memenuhi kriteria kenyamanan termal ruangan secara umum 25°C pada perencanaan bangunan Gedung Sipil Politeknik Negeri Ujung Pandang.
Trans Mamminasata Bus Service Coverage Area in Corridors 2 and 3, Indonesia, using Network Analysis
Vita Fajriani Ridwan;
Haeril Abdi Hasanuddin;
Sarif Sarif
Civil Engineering Dimension Vol. 25 No. 1 (2023): MARCH 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/ced.25.1.48-52
This study examines issues related to the Trans Mamminasata Bus/Teman Bus, Indonesia, particularly in Corridors 2 and 3. Using primary and secondary data obtained from a survey, this study explores the service coverage area for three facilities (housing facilities, government and educational infrastructures) along the Corridors 2 and 3 using network analysis in Quantum GIS (QGIS). Two variables, pedestrian distance (400 meters) and cyclist distance (2000 meters), were applied in this study. The results showed that Corridor 2 served 86 infrastructures for the pedestrian distance variable and 367 infrastructures for the cyclist distance variable, while Corridor 3 served 89 infrastructures for the pedestrian distance variable and 217 infrastructures for the cyclist distance variable. The study found that the total service coverage area along Corridors 2 and 3 is wider for cyclists than for pedestrians. Moreover, this study highlights the presence of urban sprawl in the regions served by both Corridors.
Pemetaan Kluster Perumahan di Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea Kota Makassar dengan Quantum GIS
Ridwan, Vita Fajriani;
Hasanuddin, Haeril Adi
INTEK: Jurnal Penelitian Vol 5 No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1299.642 KB)
|
DOI: 10.31963/intek.v5i2.581
Biringkanaya and Tamalanrea sub-districts areMakassar's eastern suburbs that experience urban sprawl.Regional sprawl (urban sprawl) which occurs one of them isindicated due to uncontrolled housing cluster growth. Thephenomenon of urban sprawl has an impact on city morphology,transportation systems, environment and energy. This study aimsto analyze the distribution pattern and density level of housingclusters in Biringkanaya and Tamalanrea sub-districts throughmapping housing clusters in the region. This research method iscarried out by survey for primary data collection in the form ofhousing cluster and area using Garmin 76 CSX which will becombined with Quickbird imagery maps using Quantum GIS,then digitizing buildings from GPS data overlay and image maps.The results of this study are clear spatial data in the form of adigital map based on geographic information about the positionand density of residential clusters in Biringkaya Subdistrict andTamalanrea District, Makassar City. From the results of thisanalysis found housing cluster patterns in these two sub-districtsscattered following the Independence Pioneering arterial pathwith a spawling pattern, besides that it also uses a dominopattern and fills between one housing and another. AlsoBiringkanaya Subdistrict is the most populous sub-district of itshousing cluster compared to Kecamatan Tamalanrea.
Pemodelan Tingkat Minat Masyarakat terhadap Transportasi Massal TEMAN Bus Trans Mamminasata Rute Koridor 2 dengan SEM
Azmi Luthfiyyah, Afifah;
Muh. Kasyfillah, Andi;
Maal Latief , Andi;
Fajriani Ridwan, Vita
Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56444/jts.v16i2.1248
Abstract. Public transportation is often considered a practical solution for reducing traffic congestion. However, initial surveys conducted after implementing the TEMAN Bus service along Corridor 2 showed low enthusiasm among commuters. Only 14.103% of them used the service. This study aims to identify areas for improvement to increase public interest in utilizing this service. Corridor 2 runs from Mall Panakkukang to Sultan Hasanuddin International Airport and vice versa. The study focuses on four main categories of variables: service level, service quality, socialization/information, and stop services. To assess public interest in the TEMAN Bus service along Corridor 2, this study used observations and distributed questionnaires. The questionnaire data was then analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) after undergoing validity and reliability tests. The study found that the variable of stop services was the primary factor contributing to the low level of public interest. Keywords: teman bus; trans mamminasata; public transportation; SEM Abstract. Transportasi massal merupakan salah satu pilihan yang tepat dalam mengatasi kemacetan. Namun setelah beroperasi, berdasarkan hasil pra survei yang peneliti lakukan,antusias masyarakat yang menggunakan TEMAN Bus masih sangat rendah untuk rute koridor 2 dengan persentase 14,103%. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu perbaikan untuk meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan TEMAN Bus Trans Mamminasata rute koridor 2 (Mall Panakkukang – Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan sebaliknya). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini ada 4 kategori diantaranya tingkat pelayanan, kualitas pelayanan, sosialisasi/informasi dan layanan halte. Penelitian ini dilakukan pada trayek TEMAN Bus Trans Mamminasata rute koridor 2 dengan melakukan observasi langsung dan penyebaran kuesioner untuk mengetahui tingkat minat masyarakat dalam menggunakan TEMAN Bus. Data dari hasil kuesioner diolah dengan melakukan uji validitas dan reliabilitas kemudian melakukan analisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil dari pengolahan tersebut menunjukkan faktor rendahnya minat masyarakat adalah variabel layanan halte. Keywords: teman bus; trans mamminasata; transportasi massal; SEM.
Analyzing Student Mobility Patterns and Route Preferences: A GIS- and Mental Map-based Study at Politeknik Negeri Ujung Pandang, Indonesia
Ridwan, Vita Fajriani;
Matsumura, Nobuhiko;
Sarif, Sarif;
Zakariah, Aisyah;
Anton, Erning Ertami
Civil Engineering Dimension Vol. 28 No. 1 (2026): MARCH 2026
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/ced.28.1.111-119
Current understanding of students’ mobility patterns often overlooks the integration of perceptual experiences with spatial behavior, particularly in rapidly urbanizing Global South contexts where informal infrastructures and cognitive factors critically shape mobility. This study addresses this gap by analyzing route preference determinants at Politeknik Negeri Ujung Pandang using mental map sketches (n=165), questionnaires, and GIS-based spatial analysis. Key findings reveal: 1) dense morning commutes within 500m of campus versus afternoon dispersal into alternative routes up to 2km; 2) distance (r = 0.876, p < 0.01) and travel time (r = 0.699, p < 0.01) dominate choices, outweighing convenience (r = 0.196, p < 0.05); and 3) gendered behaviors, with 65% of alternative route users were males. The findings validate Hägerstrand’s Time-Geography model and recommend arterial corridor optimization and safety retrofits, advancing an equitable framework for campus mobility planning.
Analyzing Student Mobility Patterns and Route Preferences: A GIS- and Mental Map-based Study at Politeknik Negeri Ujung Pandang, Indonesia
Vita Fajriani Ridwan;
Nobuhiko Matsumura;
Sarif Sarif;
Aisyah Zakariah;
Erning Ertami Anton
Civil Engineering Dimension Vol. 28 No. 1 (2026): MARCH 2026
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9744/ced.28.1.111-119
Current understanding of students’ mobility patterns often overlooks the integration of perceptual experiences with spatial behavior, particularly in rapidly urbanizing Global South contexts where informal infrastructures and cognitive factors critically shape mobility. This study addresses this gap by analyzing route preference determinants at Politeknik Negeri Ujung Pandang using mental map sketches (n=165), questionnaires, and GIS-based spatial analysis. Key findings reveal: 1) dense morning commutes within 500m of campus versus afternoon dispersal into alternative routes up to 2km; 2) distance (r = 0.876, p < 0.01) and travel time (r = 0.699, p < 0.01) dominate choices, outweighing convenience (r = 0.196, p < 0.05); and 3) gendered behaviors, with 65% of alternative route users were males. The findings validate Hägerstrand’s Time-Geography model and recommend arterial corridor optimization and safety retrofits, advancing an equitable framework for campus mobility planning.