Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Petrogenesis of igneous rock in Siron Krueng Area, Kuta Cot Glie District, Aceh Besar Regency, Aceh Province Dewi Sartika; Reza Gunawan; Akmal Muhni; Fahri Adrian
Journal of Aceh Physics Society Volume 11, Number 1, January 2022
Publisher : PSI-Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jacps.v11i1.21710

Abstract

Desa Siron Krueng merupakan salah satu desa yang berada pada Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Formasi yang terdapat pada lokasi penelitian terdiri dari Formasi Seulimeum (Qtps), Formasi Komplek Indrapuri (Tuic), Formasi Meucampli (Tlm) dan sedikit Formasi Batugamping raba anggota terumbu (Murlr). Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa pemetaan geologi dan analisis petrografi (thin section) pada batuan beku. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat kondisi litologi di lokasi penelitian, dan menginterpretasi sayatan tipis batuan yang berguna untuk melihat kandungan mineral dan untuk mengetahui petrogenesis batuan beku yang terdapat pada lokasi penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, litologi yang terdapat pada lokasi penelitian terdiri dari 3 satuan batuan yaitu satuan batupasir tufaan, satuan serpentinit, dan satuan andesit. Pada hasil analisis petrografi, mineral yang terdapat pada batuan beku di lokasi penelitian terdiri dari ; kuarsa, piroksen, hornblende, plagioklas, olivin, opak, dan gelasan. Petrogenesis batuan beku di lokasi penelitian terdiri dari batuan beku intermediet dengan jenis magma pada batuan yang bersifat basa dan termasuk kedalam jenis batuan beku vulkanik, serta batuan beku ultramafik dengan jenis magma pada batuan yang bersifat ultrabasa dan merupakan jenis batuan beku plutonik
Groundwater Vulnerability to Pollution Using the GOD Method in Banda Aceh City, Aceh Province Dewi Sartika; Akmal Muhni; Rifqan Rifqan; Hidayat Syah Putra
Journal of Aceh Physics Society Volume 9, Number 3, September 2020
Publisher : PSI-Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jacps.v9i3.17332

Abstract

Kerentanan airtanah terhadap pencemaran dapat terjadi akibat adanya aktivitas manusia. Oleh karena itu, kualitas dan kuantitas airtanah perlu diperhatikan. Penerapan metode GOD (Groundwater Occurrence, Overlaying Lithology and Depth Of Groundwater) dilakukan untuk mengkaji kerentanan airtanah di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Metode GOD merupakan metode yang dilakukan dengan mengevaluasi tiga parameter yaitu jenis akuifer, jenis litologi diatas akuifer dan kedalaman muka airtanah. Penelitian ini bertujuan memetakan daerah yang berpotensi terjadi pencemaran berdasarkan tingkat kerentanan air tanah dengan menggunakan metode GOD, di Kota Banda Aceh. Hasil dari penelitian menunjukkan tingkat kerentanan airtanah intrinsik berdasarkan metode GOD berkisar pada nilai sedang sampai tinggi. Zona sedang berdasarkan metode ini ditunjukkan pada nilai indeks 0.45-0.5 yang mencakup beberapa daerah seperti Kuta Alam, Kutaraja, Meuraksa, Jaya Baru, Banda Raya, Lueng Bata, dan Baiturrahman. Dan daerah dengan indeks tinggi mencakup kecamatan Syiah Kuala dan Ulee Kareng dengan nilai 0.52-0.69. Kondisi litologi pada daerah penelitian menunjukkan tipe akuifer yang sejenis yaitu sistem akuifer aluvial. The vulnerability of contaminated groundwater caused by human activity. Thus, the quantity and quality of groundwater need more attention. The application of GOD (Groundwater Occurrence, Overlaying Lithology and Depth of Groundwater) methods is done for a review of groundwater vulnerability in Banda Aceh City, Aceh Province. The GOD method is a method by investigating three parameters, they are: type of aquifer, type of lithology above the aquifer, and depth of groundwater table. This study aims to map areas with potential contamination based on the level of groundwater vulnerability using the GOD method, in Banda Aceh City, Aceh Province. The result of the research shows that the level of intrinsic groundwater vulnerability in Banda Aceh by the GOD method range from moderate to high. Moderate groundwater vulnerability zone based on this method has an index value of 0.45 - 0.5 covers several areas, they are: Kuta Alam, Kutaraja, Meuraksa, Jaya Baru, Banda Raya, Lueng Bata, and Baiturrahman. And the high index value covers Syiah Kuala and Ulee Kareng with 0.52 - 0.69. The lithology of the studied area shows the same type of aquifer as an alluvial aquifer system. Keywords: groundwater vulnerability, GOD method, aquifer
The Characteristics Of Shoreface Deposits And The Reservoir Implication Of Seulimum Formation, Aceh Besar Hidayat Syah Putra; Rifqan Rifqan; Akmal Muhni; Dewi Sartika
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 4, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.4.2.2021.117-125

Abstract

The shoreface deposits study commonly conducted to characterize the reservoir's physical properties carried out by surface geological data. The physical properties focused on pore space conditions controlled by sedimentary process and tectonic settings in Seulimum Formation. The method used as descriptive analysis and previous study of the area interested. The geological data showed shoreface environmental deposits that can be divided into two types of environmental deposits they are middle shoreface and upper shoreface deposits. These environmental deposits are proven by some features such as bioturbation with an abundant presence of Ophiomorpha in the second stop sites (total 5 stop sites). The first stop site indicates two kinds of environmental deposits by coarse sandstones and mudstones dominated facies presence in the specific beds. Mudclast and hummocky structures also present in the field observation that concludes complex environmental deposits during the quaternary period the formation. Based on characteristics of facies could suggest those sediment products deposited on shallow marine. These wave-dominated coasts generally have an excellent reservoir potential effect on shoreface sands that are laterally continuous and were orientated parallel to the shoreline.
Spatially Distribution of Soil Ultimate Bearing Capacity at Singkil-Aceh Based on a Static Cone Penetration Test Halida Yunita; Nafisah Al Huda; Devi Sundary; Hendra Gunawan; Munira Sungkar; Bambang Setiawan; Dewi Sartika
Aceh International Journal of Science and Technology Vol 11, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Graduate Program of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1322.176 KB) | DOI: 10.13170/aijst.11.1.23287

Abstract

The Singkil Sub-district of Aceh Singkil District comprises alluvium deposits with a relatively low ultimate bearing capacity. The ultimate bearing capacity of the soil is closely related to the safety of a building. The important thing related to estimating the ultimate bearing capacity of the soil is in-situ soil investigation. This study aims to estimate the spatial distribution of soil ultimate bearing capacity using field test data in the Singkil Sub-district. Estimating ultimate bearing capacity is useful to provide an initial picture for various planning and infrastructure development activities in the study area. Twenty CPT in-situ tests have been obtained from various field works in Aceh Singkil Regency. Field data analysis, based on empirical methods, was carried out to obtain the value of the ultimate bearing capacity of the soil at the test location. Then, the estimated distribution of the maximum bearing capacity obtained was carried out. The zoning map of the distribution of soil ultimate bearing capacity in the study was developed from this research. This map can be used as a form or effort of disaster mitigation by various stakeholders involved in planning and building various infrastructure facilities in the Singkil Sub-district
Petrographic study of rocks in The Julu Rayeu Formation and the Center of the Geureundong Volcanic in Nisam District, North Aceh District, Aceh Province Dewi Sartika; Millati Amalia Sentosa; Fahri Adrian; Akmal Muhni; Dina Gunarsih; Hidayat Syah Putra; Rifqan Rifqan
Journal of Aceh Physics Society Volume 12, Number 2, April 2023
Publisher : PSI-Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jacps.v12i2.30888

Abstract

Abstrak. Berdasarkan kondiri geologi, Kecamatan Nisam berada pada Formasi Julu Rayeu dan Batuan Pusat Gunungapi Geureundong. Litologi yang terdapat pada Formasi Julu Rayeu terdiri atas endapan sungai, batupasir tufaan, lempung berlignit, sedangkan litologi pada Batuan Pusat Gunungapi Geureundong yaitu Breksi Andesit. Metode yang digunakan pada penelitian ini meliputi metode pemetaan geologi dan analisis petrografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi dan komposisi mineral penyusun batuan pada daerah penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kondisi geologi yaitu litologi terdiri dari 4 satuan batuan meliputi batupasir, batupasir tufaan, batulempung, dan endapan kolovium. Hasil analisis petrografi pada batuan beku menurut klasifikasi IUGS (1973) terdiri dari 4 sampel yaitu AU12, AU41, AU72 dan AU73 disebut Andesit, sedangkan batupasir berdasarkan klasifikasi Pettijohn (1975) terdiri dari dua sampel yaitu AU32 dan AU62 disebut Lithic Greywacke. Abstract. Based on geological conditions, Nisam District is located in the Julu Rayeu Formation and the center of the Geureundong Volcanic. The lithology found in the Julu Rayeu Formation consists of river deposits, tuffaceous sandstones, and lignite clays, while the lithology of the central rocks of the Geureundong volcano is andesite breccia. The methods used in this study include geological mapping methods and petrographic analysis. This study aims to determine the geological conditions and constituent mineral composition of the rock in the study area. Based on the results of the research that has been carried out, the geological conditions are obtained, namely lithology consisting of 3 rock units including sandstone, tuffaceous sandstone, claystone, and colluvium deposits. The results of petrographic analysis on igneous rocks according to the IUGS classification (1973) consist of 4 samples namely AU12, AU41, AU72, and AU73 called Andesite, while sandstones based on Pettijohn’s classification (1975) consist of two samples namely AU32 and AU62 called Lithic Greywacke.
Pemanfaatan Back Up Data Menggunakan Cloud Computing Google Drive untuk Pengarsipan Guru di SMAN 3 Indrapuri, Aceh Besar Dewi Sartika; Zakia Masrurah; Yoessi Oktarini; Akmal Muhni; Dina Gunarsih; Lia Fitria
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 5 (2023): JAMSI - September 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.891

Abstract

Di era digital khususnya revolusi 4.0 memberi kemudahan bagi masyarakat khususnya dunia pendidikan dalam penggunaan teknologi. Salah satunya adalah pemanfaatan back up data menggunakan Cloud Computing Google Drive. Google drive merupakan salah satu media yang dapat dimanfaatkan sebagai akses penyimpanan data berbasis digital sehingga sangat bermanfaat dan memudahkan bagi dunia Pendidikan. Dunia Pendidikan tidak terkecuali SMAN 3 Indrapuri, Aceh Besar mendapati permasalahan terkait penyimpanan data. Selama ini kegiatan penyimpanan data atau dokumen dilakukan secara manual dengan mengumpulkan dokumen maupun data secara hard copy, sehingga muncul permasalahan yakni dokumen yang sulit sekali diakses keberadaan. Kegiatan sosialisasi pemanfaatan penggunaan google drive kepada pelajar dan guru di SMAN 3 Indrapuri, Aceh Besar dilakukan bertujuan untuk dapat memberikan informasi tentang kemudahan teknologi tersebut dan manfaatnya terhadap penyimpanan data maupun dokumen. Agar nantinya para guru dan tenaga kependidikan di SMAN 3 Indrapuri dapat mengetahui kemudahaan penggunaan google drive dalam penyimpanan data secara digital. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA), dimana dilakukan dengan cara mengajak para peserta kegiatan untuk berpartisipasi dalam proses pengembangan sebuah kegiatan. Dalam hal ini yakni pemanfaatan aplikasi google drive sebagai wadah untuk penyimpanan data secara digital. Hasil yang diharapkan dari kegiatan sosialisasi ini adalah agar menambah pemahaman kepada para guru dan tenaga kependidikan terkait tingkat pemanfaatan google drive di dunia Pendidikan dalam penyimpanan data maupun dokumen secara digital, sehingga nantinya data atau dokumen tersebut dapat dengan mudah diakses keberadaannya.
Geochemical Analysis of Calcareous Shale of Baong Formation (North Sumatera Basin) as Potential Source Rock Putra, Hidayat Syah; Alfian, Zika; Sartika, Dewi; Rifqan, Rifqan; Muhni, Akmal; Adrian, Fahri
Aceh International Journal of Science and Technology Vol 13, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Graduate School of Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/aijst.13.1.36962

Abstract

This research is related to calcareous shale whose samples were obtained from surface data (outcrop). This rock outcrop is characterized as a rock rich in organic material and impermeable, so it is predicted to become a source rock of oil and gas petroleum system. The amount of organic content or carbon material and the level of maturity of the rock is a benchmark for determining whether or not it is appropriate to be called a source rock of the petroleum system in the North Sumatra Basin (NSB) area. The method used in the present study is the rock-eval pyrolysis method and the determination of Total Organic Carbon is carried out through laboratory testing. Based on the results of Rock-Eval Pyrolysis testing, the maturity level or Tmax of the rock is 446-degree Celsius which indicates the peak mature category with kerogen type in the form of II/III which tends to produce oil and gas prone. The results of the Total Organic Carbon (TOC) test show a value of 1.26% which is included in the category of organic matter richness in the good category. Based on the results of these two tests, it can be concluded that the Calcareous shale found in the North Sumatra Basin (NSB) can be categorized as a good Source Rock with a Peak Mature maturity level and has the potential to produce Oil and Gas (Mixed oil and gases).
PELATIHAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA GEOLOGI DI GAMPONG BARO, ACEH BESAR, UNTUK MENDUKUNG PELESTARIAN LINGKUNGAN Muhammad Ridha Adhari; Rifqan, Rifqan; Dewi Sartika; Gunarsih, Dina; Wirandha, Freddy Sapta
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i4.1183

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Gampong Baro, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Daerah kegiatan pengabdian ini memiliki kenampakan bentang alam yang unik dan indah seperti pantai, karst, pegunungan, dan dataran alluvial. Kondisi bentang alam yang ada dilokasi pengabdian telah dimanfaatkan sebagai daerah pemukiman warga oleh penduduk sekitar. Akan tetapi, penduduk setempat belum memahami pentingnya penerapan praktik terhadap pengelolaan yang baik untuk mendukung keberlanjutan bentang alam tersebut. Untuk mengatasi masalah ini, kami melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyakarat di desa tersebut denfan dua tujuan, yakni : (1) untuk mendidik penduduk desa denfan pengetahuan geologi yang relevan; dan (2) untuk melakukan pelatihan tentang praktik pengelolaan yang baik untuk mendukung keberlanjutan pemanfaatan bentang alam di Desa Gampong Baro. Untuk mencapai tujuan ini, kami menggunakan teknik analisis kualitatif seperti observasi, wawancara, dan kuesioner. Temuan kami menunjukkan hasil bahwasanya penduduk Desa Gampong Baro tidak begitu memahami terkait konsep geologi, tetapi mereka ingin belajar dan memiliki komitmen yang kuat untuk mencoba memahami ceramah yang diberikan kepada mereka. Selain itu, penduduk desa sangat antusias untuk mengikuti pelatihan yang kami berikan. Diharapkan kegiatan pengabdian kepada masyakarat ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Gampong Baro dalam mengelola bentang alam geologi yang ada di desanya. Kata Kunci : Bentang Alam, Pengabdian, Geologi, Pengelolaan
ANALISIS PEMAHAMAN BENCANA LIKUIFAKSI PADA SISWA MENENGAH ATAS LABORATORIUM USK, BANDA ACEH Masrurah, Zakia; Amsir, Amsir; Sartika, Dewi; Muhni, Akmal; Azmi, Nurul; Marvita, Yurda; Safitri, Rini
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 1 No. 5 (2023): Oktober
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v1i5.99

Abstract

Likuifaksi merupakan fenomena hilangnya kekuatan lapisan tanah akibat getaran gempa. Banda Aceh termasuk ke dalam zona rawan likuifaksi berdasarkan identifikasi penurunan tanah lehih dari 20 cm. Agar perencanaan dan langkah mitigasi tepat dan efektif maka perlu pemahaman yang baik oleh masyarakat sekitar terhadap ancaman dan dampak yang ditimbulkan oleh bencana likuifaksi. Tujuan dilakukannya pengabdian ini ialah untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa SMA Laboratorium USK terhadap bencana likuifaksi. Metode pengabdian ini dilakukan dengan melakukan studi literatur terkait potensi dan bencana likuifaksi di Kota Banda Aceh, merumuskan pertanyaan permasalahan terkait pemahaman siswa terhadap bencana likuifaksi, melakukan pengumpulan data melalui survei online dengan metode wawancara kepada informan. Berdasarkan survei online yang telah dilakukan terlihat dari ≥40 responden (≥80%) yang mengetahui jenis bencana yang disebabkan oleh adanya likuifaksi dan hampir 40 responden (≈80%) yang tidak mengetahui apa itu istilah likuifkasi. Disisi lain, tingkat pemahaman siswa terkait bencana likuifkasi masih kurang karena sebagian besar siswa telah memahami defenisi dan contoh manifestasi likuifaksi dibuktikan dengan presentase responden yaitu rata-rata >50% atau sekitar >25 orang. Namun mereka kurang memahami faktor-faktor yang menyebabkan terjadi likuifaksi dibuktikan dengan persentase responden yang mampu menjawab soalan dan uraian terkait penyebab likuifaksi yaitu rata-rata <50% atau <25 orang
Analisis lingkungan pengendapan di Kecamatan Darul Kamal dan sekitarnya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh Imaduddin, Imaduddin; Sartika*, Dewi; Adrian, Fahri; Putra, Hidayat Syah
Acta Geoscience, Energy, and Mining Vol 2, No 1 (2023): March 2023
Publisher : Departemen Teknik Kebumian Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/actaGEM.v2i1.30757

Abstract

Pemetaan geologi merupakan suatu kegiatan pendataan informasi di lapangan mengenai kondisi permukaan bumi dengan menggabungkan beberapa peta yang berkaitan dengan sejarah pengendapan dari suatu wilayah seperti peta persebaran batuan, peta geomorfologi dan data-data stratigrafi. Formasi dan anggota formasi batuan yang ditemukan di Kecamatan Darul Kamal dan Sekitarnya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh diantaranya adalah Anggota Formasi Terumbu (Murlr), Formasi Indrapuri (Qpin) dan Aluvium (Qh). Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kondisi geologi permukaan pada daerah penelitian, untuk mengetahui proses pengendapan pada daerah penelitian, dan untuk mengetahui persebaran lingkungan pengendapan pada daerah penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan data primer dan sekunder. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode geologi seperti pemetaan geologi, data litologi dan metode analisis petrografi yang dilakukan dengan mengamati sayatan tipis batuan (thin section). Kondisi litologi di daerah penelitian terdiri dari satuan endapan lempung, satuan pasir konglomeratan, satuan pasir gampingan, satuan batugamping, dan satuan batu rijang. Berdasarkan analisis megaskopis dan petrografi, sebaran lingkungan pengendapan pada bagian utara daerah penelitian berupa lingkungan dataran banjir. Sedangkan pada bagian selatan terbagi atas lingkungan sungai, lingkungan pasang surut air laut, lingkungan fore reef, lingkungan reef crest, lingkungan back reef, lingkungan reef front, dan lingkungan laut dalam (abisal). Hasil akhir dari penelitian disajikan dalam bentuk peta dengan skala 1:12.500 berupa peta geomorfologi, peta lintasan, peta geologi, dan peta persebaran lingkungan pengendapan.