Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEMITRAAN PT PASANGKAYU DAN MASYARAKAT DESA AKO MELALUI PROGRAM CSR ASTRA KREATIF DALAM PENGEMBANGAN USAHA AYAM PETELUR Amanda Amanda; Fadilah Ramadhani; Mohamad Abdul Yulianto; Putri Ganda Lestari; Safika Cindy Maharani; Sugeng Bahagia Hidayanto; Nawawi Natsir; Fiki Ferianto; Nuraisyah Nuraisyah
JURNAL ILMIAH EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 3 No. 4 (2026): JULI
Publisher : CV. KAMPUSA AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jemba.v3i4.2471

Abstract

Abstract. This study analyzes the partnership between PT Pasangkayu a subsidiary of PT Astra Agro Lestari, which operates in the oil palm plantation sector in Pasangkayu Regency, West Sulawesi and the Ako Village community within the framework of a Corporate Social Responsibility (CSR) program entitled Astra Kreatif. This program aims to develop laying hen farming as a strategy to strengthen the economic independence of the local community. This study used a descriptive qualitative approach, collecting data through interviews, observations, and document reviews. The results indicate that the program's implementation, which included the provision of 202 laying hens, production equipment, livestock management training, and ongoing technical support, significantly contributed to increased incomes for beneficiary households. Beyond economic benefits, the program also generated positive social impacts, including strengthened community cooperation, increased participation in productive activities, and enhanced women's economic roles within the household. The study concludes that a collaborative partnership model between the private sector and local communities is an effective strategy for promoting sustainable rural development and improving the well-being of the community.
Dispensasi Kawin dan Perlindungan Anak dalam Kerangka Hukum Indonesia Amanda Amanda; Susi Susilawati; Ashar Ridwan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1789

Abstract

Perubahan batas usia minimum perkawinan menjadi 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan dimaksudkan untuk memperkuat perlindungan anak, tetapi mekanisme dispensasi kawin tetap membuka kemungkinan perkawinan sebelum usia tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan dispensasi kawin dalam sistem hukum Indonesia, menilai kesesuaiannya dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak, serta merumuskan standar pertimbangan yang lebih protektif bagi hakim. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konteks, dan kasus. Bahan hukum primer meliputi undang-undang perkawinan, undang-undang perlindungan anak, putusan Mahkamah Konstitusi, dan pedoman Mahkamah Agung mengenai dispensasi kawin. Bahan hukum sekunder berupa artikel jurnal olahan diterjemahkan secara kualitatif melalui interpretasi sistematis, harmonisasi norma, dan argumentasi preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dispensasi pernikahan harus ditempatkan sebagai sesuatu yang ketat, bukan jalur alternatif untuk melegalkan perkawinan anak. Frasa alasan yang sangat mendesak tidak cukup ditunjukkan hanya dengan kehamilan, tekanan sosial, atau kekhawatiran terhadap hubungan anak, melainkan harus diuji bersama kesiapan fisik dan psikologis, keinginan pendidikan, kebebasan persetujuan, risiko kekerasan, kondisi sosial-ekonomi, dan pendapat anak. Penelitian ini menyusun uji kebutuhan perlindungan yang menuntut pembuktian urgensi, proporsionalitas, partisipasi anak, dan jaminan tindak lanjut setelah penetapan. Disimpulkan bahwa konsistensi penerapan uji tersebut dapat mengurangi hukuman subjektivitas, memperkuat akuntabilitas propaganda, dan mengarahkan dispensasi kawin pada perlindungan hak anak secara nyata.