Muhammad Iqbal
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Al Maksum

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTERKASI SOSIAL MASYARAKAT TOMOK DALAM MENJAGA TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DI KABUPATEN SAMOSIR Kahar Mashuri; Taufiqurrahman; Liani; Nur Indah Sari; Muhammad Iqbal; Yusda Novianti; Syafira Aulia Dinda
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2026): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan menganalisis interaksi sosial masyarakat Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, dalam menjaga toleransi antar umat beragama berbasis budaya lokal Batak Toba. Kegiatan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, serta siswa SD Negeri 10 Tomok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat Tomok memiliki tingkat toleransi yang tinggi, terlihat dari hubungan harmonis antara mayoritas Kristen dan minoritas Islam, kerja sama sosial yang baik, serta sikap terbuka terhadap pendatang. Nilai budaya lokal Dalihan Na Tolu berperan penting sebagai landasan dalam membangun rasa hormat, kebersamaan, dan keharmonisan sosial. Pendidikan dan interaksi sosial di sekolah juga mendukung pembentukan sikap toleransi generasi muda. Kegiatan ini membuktikan bahwa penguatan toleransi berbasis budaya lokal efektif dalam menjaga kerukunan masyarakat multikultural serta dapat menjadi model moderasi beragama bagi daerah lain di Indonesia.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DAN CALON GURU DI KABUPATEN LANGKAT MEMALUI PENGUATAN KONTEN KURIKULUM BUDAYA MELAYU Deni Hartanto; Zulham Siregar; Feby Inge Dwiyanti; Muhammad Iqbal; Ulan Sari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksistensi budaya Melayu di Kabupaten Langkat menghadapi tantangan degradasi identitas akibat minimnya internalisasi nilai-nilai lokal dalam proses pedagogis di sekolah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalisasi kompetensi profesional guru dan calon guru melalui penguatan konten kurikulum berbasis kearifan lokal. Strategi pelaksanaan dilakukan melalui instrumen workshop partisipatif yang mencakup identifikasi jejak sejarah lokal, rekonstruksi nilai filosofis Melayu, dan simulasi integrasi konten ke dalam perangkat pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas kognitif peserta dalam memetakan potensi budaya Melayu Langkat sebagai sumber belajar yang relevan. Selain itu, kegiatan ini berhasil merumuskan paradigma baru bagi pendidik mengenai urgensi adaptasi teknologi dengan tetap berlandaskan pada etika budaya lokal. Secara teoretis, pengabdian ini menegaskan bahwa penguatan kurikulum berbasis tempat (place-based education) merupakan instrumen krusial dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya di tengah dinamika pendidikan modern. Implementasi ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam penyusunan muatan lokal yang lebih sistematis di Kabupaten Langkat.