Kahar Mashuri
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Al Maksum

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMBERDAYAAN BUDAYA LOKAL MELALUI PENGABDIAN MASYARAKAT: REVITALISASI PERMAINAN TRADISIONAL DI LINGKUNGAN STKIP AL MAKSUM Zulham Siregar; Kahar Mashuri; Eka Darliana; Ade Evi Fatimah; Rizki Ayunda Lubis
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2023): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat ini, berjudul "Pemberdayaan Budaya Lokal melalui Pengabdian Masyarakat: Revitalisasi Permainan Tradisional di Lingkungan STKIP Al Maksum," bertujuan untuk menghidupkan kembali dan memperkaya kehidupan kampus dengan permainan tradisional sebagai sarana pemberdayaan budaya lokal. Melalui kerjasama antara ahli budaya lokal, mahasiswa, dan tim pelaksana, program ini berhasil memilih dan mengintegrasikan permainan tradisional yang tidak hanya merefleksikan identitas budaya kampus tetapi juga memancarkan nilai-nilai luhur. Sosialisasi, workshop, dan turnamen berhasil menciptakan gelombang antusiasme baru di kalangan mahasiswa, mengubah pandangan mereka terhadap kekayaan budaya lokal yang terkadang terabaikan. Dampak positif tidak hanya terlihat dalam peningkatan minat dan partisipasi mahasiswa tetapi juga dalam membentuk komunitas bermain yang solid dan semakin eratnya hubungan antara mahasiswa, dosen, dan ahli budaya lokal. Selain itu, program ini memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan mahasiswa, baik secara fisik maupun mental, dan mengukuhkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan pemelihara budaya di lingkungan kampus. Kesuksesan program ini menciptakan harapan untuk kelanjutan dan perkembangan yang berkelanjutan dalam menggairahkan budaya lokal di kampus STKIP Al Maksum.
PENDAMPINGAN KOMUNITAS PECINTA MUSEUM DAN SEJARAH DALAM MEMPROMOSIKAN MUSEUM DAERAH KABUPATEN LANGKAT MELALUI KEGIATAN NIGHT AT THE MUSEUM Deni Hartanto; Zulham SIregar; Kahar Mashuri; Yusda Novianti; Supriadi; Muhammad Irzaldi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pendampingan kepada Komunitas Pecinta Museum dan Sejarah (Kopimurah) bertujuan untuk meningkatkan daya tarik dan peran Museum Daerah Kabupaten Langkat sebagai ruang pembelajaran sejarah dan budaya melalui program interaktif Night at the Museum. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman unik dan edukatif yang memadukan hiburan, pembelajaran, serta apresiasi terhadap sejarah lokal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif, yang melibatkan Kopimurah, pengelola museum, dan masyarakat/pemuda setempat secara aktif. Pendampingan mencakup berbagai kegiatan, seperti perencanaan acara malam di museum, pengemasan narasi sejarah yang menarik, serta pelibatan peserta dalam aktivitas edukatif dan interaktif. Dokumentasi kegiatan meliputi catatan lapangan, video dokumentasi, dan publikasi, yang bertujuan untuk memperluas promosi museum kepada khalayak yang lebih luas. Hasil dari pendampingan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terutama golongan peuda terhadap pentingnya pelestarian sejarah dan budaya lokal, khususnya melalui museum sebagai media pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini berhasil menarik minat generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai sejarah lokal. Night at the Museum tidak hanya menjadi program hiburan edukatif, tetapi juga membuka peluang pengembangan museum sebagai destinasi wisata budaya dan edukasi di Langkat.
Sosialisasi Penerapan Kurikulum Merdeka dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMP Negeri 2 Bahorok Zulham Siregar; Mustafa Habib; Kahar Mashuri; Eka Darliana; Deni Hartanto; Novi Syahpriyani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosialisasi Penerapan Kurikulum Merdeka dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMP Negeri 2 Bahorok bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh pihak terkait, terutama guru dan tenaga pendidik, mengenai implementasi dua hal tersebut dalam kegiatan pembelajaran. Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi siswa untuk belajar secara lebih fleksibel, dengan pendekatan yang menyesuaikan dengan minat, bakat, dan kebutuhan siswa. Melalui kurikulum ini, diharapkan siswa dapat lebih aktif dan kreatif dalam proses belajar, serta memperoleh keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman. Sementara itu, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertujuan untuk memperkuat karakter siswa berdasarkan nilai-nilai Pancasila, seperti integritas, gotong royong, dan kebhinekaan. Dalam kegiatan ini, berbagai materi dan teknik pengajaran terkait kurikulum dan proyek tersebut disampaikan kepada peserta agar mereka siap melaksanakan dan mengintegrasikannya dalam pembelajaran sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di SMP Negeri 2 Bahorok dan menghasilkan generasi yang cerdas serta berbudi pekerti luhur sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
INTERKASI SOSIAL MASYARAKAT TOMOK DALAM MENJAGA TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DI KABUPATEN SAMOSIR Kahar Mashuri; Taufiqurrahman; Liani; Nur Indah Sari; Muhammad Iqbal; Yusda Novianti; Syafira Aulia Dinda
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2026): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan menganalisis interaksi sosial masyarakat Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, dalam menjaga toleransi antar umat beragama berbasis budaya lokal Batak Toba. Kegiatan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, serta siswa SD Negeri 10 Tomok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat Tomok memiliki tingkat toleransi yang tinggi, terlihat dari hubungan harmonis antara mayoritas Kristen dan minoritas Islam, kerja sama sosial yang baik, serta sikap terbuka terhadap pendatang. Nilai budaya lokal Dalihan Na Tolu berperan penting sebagai landasan dalam membangun rasa hormat, kebersamaan, dan keharmonisan sosial. Pendidikan dan interaksi sosial di sekolah juga mendukung pembentukan sikap toleransi generasi muda. Kegiatan ini membuktikan bahwa penguatan toleransi berbasis budaya lokal efektif dalam menjaga kerukunan masyarakat multikultural serta dapat menjadi model moderasi beragama bagi daerah lain di Indonesia.
SOSIALISASI PEMANFAATAN MUSEUM SEBAGAI LABORATORIUM PEMBELAJARAN BUDAYA UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN PELESTARIAN WARISAN BUDAYA KEPADA SISWA DI KABUPATEN LANGKAT Zulham Siregar; Kahar Mashuri; Eka Darliana; Fadli Ihsan Arbas Hasibuan; Unita Sukma Zuliani Nasution
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelestarian warisan budaya pada siswa di Kabupaten Langkat melalui sosialisasi pemanfaatan museum sebagai laboratorium pembelajaran budaya. Museum memiliki peran strategis sebagai sumber belajar kontekstual yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai sejarah dan budaya lokal ke dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode sosialisasi, pemaparan materi edukatif, diskusi interaktif, serta pengenalan fungsi dan koleksi museum yang relevan dengan materi pembelajaran. Materi sosialisasi difokuskan pada pemahaman peran museum sebagai media pembelajaran budaya, penguatan identitas lokal, serta pentingnya pelestarian warisan budaya di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan sikap apresiatif siswa terhadap keberadaan museum dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Siswa mulai memahami museum tidak hanya sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai laboratorium pembelajaran yang mendukung pembelajaran bermakna. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan aktif siswa dalam upaya pelestarian warisan budaya serta pemanfaatan museum secara berkelanjutan dalam pembelajaran di sekolah.
Fostering social skills through sociology learning: a mixed-methods study of pre-service social studies teachers Kahar Mashuri; Yusda Novianti; Masrizal Masrizal
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1205200

Abstract

The development of social skills is a crucial demand in 21st-century higher education, particularly for pre-service teacher students. This study aims to examine the role of sociology learning in the development of social skills among students of the Social Studies Education Program at STKIP Al Maksum involving 15 students in the qualitative phase (in-depth interviews) and 60 students in the quantitative phase (instrument trial)." . The study employed an exploratory sequential mixed methods design, with a qualitative approach as the primary phase and a quantitative approach as a supportive phase. Qualitative data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis, while quantitative data were obtained through a questionnaire developed based on the qualitative findings and analyzed using descriptive statistics. The findings indicate that sociology learning contributes significantly to the enhancement of students' social skills, particularly in interpersonal communication, social awareness, cooperation, and social responsibility. Social change: Previously passive students became more confident in expressing their opinions in group discussions. Conflict Reduction: A decrease in the frequency of interruptions between students when working on assignments together. Empathy: The emergence of an attitude of mutual assistance (peer tutoring) observed through in-depth observation. The results of the study showed a significant increase in social skills, as seen from the N-Gain score of 0.75 (High Category). Qualitatively, this was confirmed by an increase in the intensity of collaboration and students' conflict resolution abilities during the learning process in the classroom.