Yusda Novianti
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Al Maksum

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENDAMPINGAN KOMUNITAS PECINTA MUSEUM DAN SEJARAH DALAM MEMPROMOSIKAN MUSEUM DAERAH KABUPATEN LANGKAT MELALUI KEGIATAN NIGHT AT THE MUSEUM Deni Hartanto; Zulham SIregar; Kahar Mashuri; Yusda Novianti; Supriadi; Muhammad Irzaldi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pendampingan kepada Komunitas Pecinta Museum dan Sejarah (Kopimurah) bertujuan untuk meningkatkan daya tarik dan peran Museum Daerah Kabupaten Langkat sebagai ruang pembelajaran sejarah dan budaya melalui program interaktif Night at the Museum. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman unik dan edukatif yang memadukan hiburan, pembelajaran, serta apresiasi terhadap sejarah lokal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif, yang melibatkan Kopimurah, pengelola museum, dan masyarakat/pemuda setempat secara aktif. Pendampingan mencakup berbagai kegiatan, seperti perencanaan acara malam di museum, pengemasan narasi sejarah yang menarik, serta pelibatan peserta dalam aktivitas edukatif dan interaktif. Dokumentasi kegiatan meliputi catatan lapangan, video dokumentasi, dan publikasi, yang bertujuan untuk memperluas promosi museum kepada khalayak yang lebih luas. Hasil dari pendampingan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terutama golongan peuda terhadap pentingnya pelestarian sejarah dan budaya lokal, khususnya melalui museum sebagai media pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini berhasil menarik minat generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai sejarah lokal. Night at the Museum tidak hanya menjadi program hiburan edukatif, tetapi juga membuka peluang pengembangan museum sebagai destinasi wisata budaya dan edukasi di Langkat.
PENDEKATAN ETNOGRAFI DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENGAJARKAN KEBERAGAMAN BUDAYA Eka Darliana; Anisa Noverita; Yusda Novianti; Agung Pratama
Jurnal Sintaksis Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Sintaksis
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55263/sintaksis.v6i1.522

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penerapan pendekatan etnografi dalampembelajaran IPS untuk mengajarkan keberagaman budaya kepada para siswa. Metodepenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif denganpendekatan studi kasus, melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dananalisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan etnografi efektifdalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap keberagaman budaya, keterampilanberpikir kritis, dan empati. Siswa lebih terlibat dan menunjukkan minat tinggi dalamkegiatan belajar yang melibatkan observasi dan wawancara budaya. Guru melaporkanbahwa pendekatan ini membantu mereka dalam menyampaikan materi pembelajarandengan lebih efektif dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan para siswa.Meskipun dalam penerapannya terdapat tantangan seperti keterbatasan waktu dan sumberdaya, manfaat yang diperoleh jauh lebih besar. Pendekatan etnografi memberikanpengalaman belajar yang nyata dan bermakna, membantu membentuk sikap toleransi danpenghargaan terhadap perbedaan budaya. Penelitian ini menyarankan perlunya dukungandari sekolah, pemerintah, dan komunitas untuk mengatasi tantangan dan memaksimalkanpotensi pendekatan ini dalam pembelajaran IPS.
INOVASI PENGEMBANGAN MATERI AJAR PENDIDIKAN IPS DI SMP MELALUI PENDEKATAN TRADISI LISAN DAN SEJARAH LOKAL KABUPATEN LANGKAT Deni Hartanto; Zulham Siregar; Yusda Novianti; Muhammad Ridho
Jurnal Sintaksis Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Sintaksis
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55263/sintaksis.v6i1.579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi pembelajaran IPS di SMP melalui pendekatan tradisi lisan dan sejarah lokal Kabupaten Langkat. Pendekatan tersebut memiliki potensi besar untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang relevan dengan konteks budaya, sejarah dan sosial Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif analisis. Metode ini melibatkan serangkaian kegiatan seperti pengumpulan data dari sumber pustaka, membaca secara mendalam, mencatat informasi penting, serta mengolah data untuk mendukung analisis yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi lisan dan sejarah lokal memiliki potensi besar untuk menjadi alternatif pengembangan materi pembelajaran IPS di tingkat SMP. Hal ini didasarkan pada beberapa pertimbangan penting, yaitu: a) keterkaitannya dengan kurikulum yang berlaku; b) kekayaan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam konten tradisi lisan dan sejarah lokal; serta c) relevansi dengan tantangan yang dihadapi di lingkungan sekolah. Selain itu, terdapat tiga langkah utama yang dapat dilakukan. 1) tahap analisis, yakni mengidentifikasi tradisi lisan yang relevan dan menyesuaikannya dengan kurikulum. 2) tahap desain dan pengembangan, di mana format dan struktur materi pembelajaran dirancang agar menarik dan bermanfaat bagi siswa. 3) tahap penerapan, yaitu mengintegrasikan materi yang telah dikembangkan ke dalam proses belajar-mengajar dengan cara yang interaktif dan bermakna. Langkah tersebut mampu mempengaruhi model pemebelajaran, pengetahuan, karakter dan memberikan apresiasi mendalam terhadap budaya lokal di Kabupaten Langkat.
INTERKASI SOSIAL MASYARAKAT TOMOK DALAM MENJAGA TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DI KABUPATEN SAMOSIR Kahar Mashuri; Taufiqurrahman; Liani; Nur Indah Sari; Muhammad Iqbal; Yusda Novianti; Syafira Aulia Dinda
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2026): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan menganalisis interaksi sosial masyarakat Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, dalam menjaga toleransi antar umat beragama berbasis budaya lokal Batak Toba. Kegiatan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, serta siswa SD Negeri 10 Tomok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat Tomok memiliki tingkat toleransi yang tinggi, terlihat dari hubungan harmonis antara mayoritas Kristen dan minoritas Islam, kerja sama sosial yang baik, serta sikap terbuka terhadap pendatang. Nilai budaya lokal Dalihan Na Tolu berperan penting sebagai landasan dalam membangun rasa hormat, kebersamaan, dan keharmonisan sosial. Pendidikan dan interaksi sosial di sekolah juga mendukung pembentukan sikap toleransi generasi muda. Kegiatan ini membuktikan bahwa penguatan toleransi berbasis budaya lokal efektif dalam menjaga kerukunan masyarakat multikultural serta dapat menjadi model moderasi beragama bagi daerah lain di Indonesia.
Fostering social skills through sociology learning: a mixed-methods study of pre-service social studies teachers Kahar Mashuri; Yusda Novianti; Masrizal Masrizal
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1205200

Abstract

The development of social skills is a crucial demand in 21st-century higher education, particularly for pre-service teacher students. This study aims to examine the role of sociology learning in the development of social skills among students of the Social Studies Education Program at STKIP Al Maksum involving 15 students in the qualitative phase (in-depth interviews) and 60 students in the quantitative phase (instrument trial)." . The study employed an exploratory sequential mixed methods design, with a qualitative approach as the primary phase and a quantitative approach as a supportive phase. Qualitative data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis, while quantitative data were obtained through a questionnaire developed based on the qualitative findings and analyzed using descriptive statistics. The findings indicate that sociology learning contributes significantly to the enhancement of students' social skills, particularly in interpersonal communication, social awareness, cooperation, and social responsibility. Social change: Previously passive students became more confident in expressing their opinions in group discussions. Conflict Reduction: A decrease in the frequency of interruptions between students when working on assignments together. Empathy: The emergence of an attitude of mutual assistance (peer tutoring) observed through in-depth observation. The results of the study showed a significant increase in social skills, as seen from the N-Gain score of 0.75 (High Category). Qualitatively, this was confirmed by an increase in the intensity of collaboration and students' conflict resolution abilities during the learning process in the classroom.