Ester Enjelysa Panggabean
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Ekolinguistik terhadap Berita BNPB mengenai Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Tahun 2025 Sani Hutabarat; Mieke Angelika Siburian; Ester Enjelysa Panggabean; Siti Azura
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v3i1.8524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana berita Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengenai kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau tahun 2025 melalui pendekatan ekolinguistik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap berita resmi BNPB. Analisis dilakukan berdasarkan dimensi ideologi, sosial, dan budaya dalam teori ekolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa dalam berita BNPB membangun ideologi penegakan hukum melalui penggunaan ekoleksikon seperti “ulah manusia”, “tersangka”, dan “efek jera”. Pada dimensi sosial, masyarakat diposisikan sebagai pihak yang perlu diawasi dan diedukasi, sedangkan pemerintah menjadi pihak yang aktif dalam penanganan karhutla. Pada dimensi budaya, ditemukan perpaduan nilai religius, budaya lokal, dan kepercayaan terhadap teknologi modern dalam penanggulangan bencana. Dengan demikian, bahasa dalam berita BNPB tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana membangun cara pandang masyarakat terhadap lingkungan dan bencana ekologis.
Kajian Semiotika Cerita Rakyat Pakpak “Berru Ni Raja Engket Manuk-Manuk Sigurba-Gurba Sipitu Takal” Ester Enjelysa Panggabean; Naima Azmi Hutagalung; Puan Annisa Pane; Revayani Sagala; Nila Dwi Amalia; Fitriani Lubis
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v3i1.8201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk tanda semiotika berupa ikon, indeks, dan simbol serta makna yang terkandung dalam cerita rakyat Pakpak “Berru ni Raja Engket Manuk-Manuk Sigurba-Gurba Sipitu Takal”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi terhadap teks cerita rakyat yang diperoleh dari sumber digital. Analisis data menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce yang mengklasifikasikan tanda menjadi ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikon dalam cerita ini meliputi burung Sigurba-Gurba Sipitu Takal dan seruling sebagai representasi kekuatan supranatural dan estetika. Indeks ditemukan pada perilaku menyimpang tokoh utama serta kepergian putri raja sebagai akibat dari kerusakan moral. Sementara itu, simbol meliputi angka tujuh sebagai lambang kesempurnaan, burung sebagai simbol martabat perempuan, serta istana sebagai simbol tanggung jawab sosial. Secara keseluruhan, cerita ini mengandung nilai moral dan kearifan lokal masyarakat Pakpak yang menekankan pentingnya integritas, kesetiaan, dan keseimbangan hidup.