Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Leksikon Ekologis dalam Gerakan Zero Waste di Tiktok: Sebuah Kajian Ekolinguitik Kritis Revayani Sagala; Naima Azmi Hutagalung; Mega Kristina Purba; Puan Annisa Pane
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38592

Abstract

Eskalasi krisis ekologi global telah mentransformasi bahasa dari sekadar medium komunikasi menjadi arena kontestasi ideologi dan kekuasaan. Penelitian ini bertujuan untuk membedah dinamika leksikon ekologis dalam gerakan Zero Waste di platform TikTok melalui lensa ekolinguistik kritis. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data yang bersumber dari konten video, takarir (caption), tagar, serta kolom komentar dianalisis untuk mengungkap bagaimana eko-leksikon diproduksi dan direproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leksikon seperti reuse, refill, sustainable living, dan eco-friendly tidak hanya berfungsi sebagai unit informatif, melainkan telah berevolusi menjadi simbol identitas komunal dan instrumen ideologis dalam membentuk kesadaran lingkungan digital. Temuan riset mengindikasikan adanya "urbanisasi digital bahasa" yang bersifat persuasif dan multimodal, di mana algoritma dan visualisasi mempercepat diseminasi nilai-nilai ekologis. Namun, analisis kritis mengungkap adanya paradoks berupa komodifikasi isu lingkungan; leksikon ekologis kerap kali digunakan sebagai alat legitimasi ekonomi dan tren konsumtif baru (hijau). Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun TikTok efektif sebagai motor penggerak pelestarian alam, diperlukan adaptasi kontekstual terhadap bahasa lokal untuk mengatasi eksklusivitas linguistik dan memastikan gerakan ini tetap berorientasi pada substansi ekologis, bukan sekadar gaya hidup superfisial.
Invansi Slang: Standarisasi Kosa Kata Baru Dalam Penyusunan Kamus Bahasa Kontemporer Putri Anggini; Mega Kristina Purba; Puan Annisa Pane; Revayani Sagala; Naima Azmi Hutagalung; Nurul Azizah
Jurnal Pendidikan Amartha Vol. 5 No. 1 (2025): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpa.v5i1.8112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena invasi bahasa gaul dalam bahasa Indonesia kontemporer dan penerapannya pada penyusunan kamus modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa pemahaman bahasa gaul dari media sosial seperti TikTok dan Instagram, didukung oleh tinjauan literatur ilmiah. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan studi pustaka, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menilai frekuensi, pergeseran makna, dan kelayakan pemahaman dalam proses standardisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa gaul berkembang pesat melalui singkatan, akronim, penyerapan tunggal, dan perubahan semantik, dan beberapa pengetahuan ilmiah berpotensi untuk dimasukkan dalam kamus resmi karena penggunaannya yang luas dan maknanya yang stabil. Oleh karena itu, penyusunan kamus kontemporer membutuhkan pendekatan berbasis korpus adaptif untuk menjaga integritas bahasa standar sekaligus responsif terhadap dinamika bahasa digital.