Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Problematika Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Tunagrahita Jenjang SMP dan Solusinya Puan Annisa Pane; Naima Azmi Hutagalung; Nila Dwi Amalia; Tri Lande
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38552

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa tunagrahita di tingkat SMP memiliki peranan penting dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial. Namun, terdapat banyak tantangan besar dalam pelaksanaannya di lapangan. Studi ini bertujuan untuk menguraikan masalah yang dihadapi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi siswa tunagrahita pada tingkat SMP serta langkah-langkah yang diambil oleh para guru. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara dengan guru di SLBN Asahan dan SLB Melati Aisyiyah di Sumatera Utara. Temuan penelitian mengidentifikasi lima permasalahan utama: kesulitan dalam mengenali huruf dan membaca, kesulitan dalam memahami instruksi yang rumit, keterbatasan daya ingat, gangguan dalam konsentrasi, serta rendahnya kepercayaan diri siswa. Sebagai solusinya, guru menerapkan metode membaca secara bertahap, memanfaatkan media visual (seperti kartu huruf, gambar, dan video), menyederhanakan instruksi, melakukan pengulangan materi, dan menciptakan suasana kelas yang mendukung dengan memberikan pujian. Inovasi strategi pembelajaran yang fleksibel dan berbasis aktivitas sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran bagi siswa dengan kebutuhan khusus.
Analisis Kendala dan Strategi Penyusunan Kamus Monolingual Bahasa Indonesia: Studi Kasus Struktur dan Standar Penulisan Sherly Anjelia Purba; Prety Vania Akwila Napitupulu; Nila Dwi Amalia; Miranda Maria Magdalena Gultom; Novita Eka Fitri
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i1.8203

Abstract

Penelitian ini membahas kendala yang dihadapi dalam penyusunan kamus monolingual Bahasa Indonesia serta upaya yang dilakukan untuk mengatasinya, dengan fokus pada struktur entri dan standar penulisan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kendala utama meliputi ketidakkonsistenan struktur entri, variasi penggunaan istilah, dan belum tersedianya pedoman penulisan yang baku. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan beberapa strategi, antara lain penyusunan panduan standar penulisan, pelatihan bagi penyusun kamus, serta revisi entri secara bertahap untuk meningkatkan keakuratan dan konsistensi. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kamus monolingual Bahasa Indonesia yang lebih sistematis, konsisten, dan mudah digunakan.
Kajian Semiotika Cerita Rakyat Pakpak “Berru Ni Raja Engket Manuk-Manuk Sigurba-Gurba Sipitu Takal” Ester Enjelysa Panggabean; Naima Azmi Hutagalung; Puan Annisa Pane; Revayani Sagala; Nila Dwi Amalia; Fitriani Lubis
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v3i1.8201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk tanda semiotika berupa ikon, indeks, dan simbol serta makna yang terkandung dalam cerita rakyat Pakpak “Berru ni Raja Engket Manuk-Manuk Sigurba-Gurba Sipitu Takal”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi terhadap teks cerita rakyat yang diperoleh dari sumber digital. Analisis data menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce yang mengklasifikasikan tanda menjadi ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikon dalam cerita ini meliputi burung Sigurba-Gurba Sipitu Takal dan seruling sebagai representasi kekuatan supranatural dan estetika. Indeks ditemukan pada perilaku menyimpang tokoh utama serta kepergian putri raja sebagai akibat dari kerusakan moral. Sementara itu, simbol meliputi angka tujuh sebagai lambang kesempurnaan, burung sebagai simbol martabat perempuan, serta istana sebagai simbol tanggung jawab sosial. Secara keseluruhan, cerita ini mengandung nilai moral dan kearifan lokal masyarakat Pakpak yang menekankan pentingnya integritas, kesetiaan, dan keseimbangan hidup.
Dampak Budaya Pop Korea Terhadap Pemerolehan Bahasa Korea Sebagai Bahasa Kedua Syarafina Harahap; Sabrina Pramesuary Dwi Nanda; Difa Hartati; Yulisin Nazra; Revayani Sagala; Mega Kristina Purba; Naima Azmi Hutagalung; Puan Annisa Pane; Nila Dwi Amalia; Rosmawaty Harahap; Hidayat Herman
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7236

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meluasnya budaya pop Korea yang memengaruhi minat masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mempelajari bahasa Korea sebagai bahasa kedua karena terpengaruh dengan hal-hal yang mereka gemari. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana budaya pop Korea melalui musik, drama, dan media sosial berkontribusi terhadap pemerolehan bahasa Korea oleh pembelajar non-penutur asli yang dikuasai sebagai bahasa kedua. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari pengisian kuisioner dan wawancara yang dilakukan kepada pelajar yang aktif mengikuti budaya pop Korea. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan terhadap budaya pop Korea meningkatkan motivasi, kosakata, serta kemampuan pemahaman bahasa Korea para pembelajar. Kesimpulannya, budaya pop Korea memiliki peran signifikan sebagai media pembelajaran bahasa Korea secara tidak langsung, sehingga dapat dijadikan strategi pendukung dalam proses pemerolehan bahasa kedua.