Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Smart Governance Melalui Community-Based Tourism di Desa Batu Belubang Akbar Farid; Muhammad Yogie Adha; Tri Indrayati; Ari Agung Nugroho
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 10 No 1 (2026): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v10i1.7667

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memperkuat tata kelola pariwisata Desa Batu Belubang yang selama ini menghadapi ketergantungan pada satu destinasi, ketidaksinkronan peran antaraktor, serta lemahnya kapasitas kelembagaan lokal dalam mengembangkan atraksi wisata berbasis komunitas. Tujuan utama program ini adalah membangun model penguatan tata kelola pariwisata berbasis CBT (Community-Based Tourism) melalui pemetaan masalah, fasilitasi dialog multipihak, dan penyusunan kesepahaman bersama. Prosedur kegiatan mencakup pengumpulan data melalui wawancara dengan Pemerintah Desa, BUMDes, Pokdarwis, serta observasi dan analisis dokumen, yang dipadukan dengan metode analisis SWOT, Segitiga Konflik Galtung, dan kerangka Smart Governance. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas komunitas dalam memahami peran strategisnya, munculnya kesadaran akan diversifikasi atraksi, terbentuknya 10 poin kesepahaman antaraktor desa, serta perbaikan koordinasi antara Pemdes, BUMDes, Pokdarwis, dan dinas terkait. Dampak awal ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif mampu mengurangi ketegangan struktural, memperjelas kewenangan, dan memperkuat kolaborasi lokal. Kesimpulan utama menunjukkan bahwa integrasi CBT, analisis konflik, dan Smart Governance memberikan kontribusi signifikan bagi transformasi tata kelola pariwisata, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan paket wisata terpadu dan pembentukan regulasi kelembagaan yang berkelanjutan.
Peran Tradisi Sedekah Bumi dalam Perwujudan Civic Virtue di Wilayah Transmigrasi Reza Adriantika Suntara; Muhamad Hijran; Tri Indrayati
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran tradisi Sedekah Bumi dalam membentuk dan memperkuat nilai-nilai civic virtue pada masyarakat transmigran di Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual budaya dan keagamaan, tetapi juga sebagai wahana pendidikan sosial yang menanamkan nilai gotong royong, solidaritas, dan tanggung jawab ekologis dalam kehidupan masyarakat multikultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta pendekatan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sedekah Bumi menjadi instrumen sosial yang efektif dalam memperkuat kohesi sosial dan modal sosial warga transmigran. Nilai-nilai civic virtue tercermin dalam partisipasi kolektif, kerja sama lintas etnis, dan kepedulian terhadap lingkungan yang menjadi dasar bagi ketahanan sosial-ekologis masyarakat. Selain itu, tradisi ini berperan sebagai media pendidikan kewargaan berbasis kearifan lokal yang relevan dengan semangat pembangunan berkelanjutan. Meskipun modernisasi menghadirkan tantangan terhadap partisipasi generasi muda, masyarakat Desa Rias mampu beradaptasi melalui inovasi sosial dan penguatan budaya. Sedekah Bumi menjadi refleksi harmonis antara kebajikan kewargaan, kearifan lokal, dan keberlanjutan sosial di wilayah transmigrasi.
Strengthening Student Citizenship Literacy in the Digital Era through Pancasila Education Tri Indrayati; Uky Eji Anggara; Wilda Afriani; Khoerotun Nisa Liswati
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 6 No 1 (2026): IJHESS AUGUST 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v6i1.2485

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly transformed patterns of communication, information access, and civic participation, while simultaneously presenting new challenges to strengthening university students' civic literacy. This study aims to analyze and synthesize previous research on the role of Pancasila Education in strengthening students' civic literacy in the digital era. The study employed a literature review method by examining relevant national and international scholarly publications published between 2020 and 2026. Data were analyzed using qualitative content analysis through the processes of identification, classification, interpretation, and synthesis of research findings. The results indicate that the major challenges to students' civic literacy include the spread of misinformation, limited critical thinking skills, weak digital ethics, and increasing polarization in digital spaces. Pancasila Education plays a strategic role in strengthening civic knowledge, civic skills, and civic dispositions through the internalization of Pancasila values integrated with contextual learning, discussions of contemporary issues, collaborative learning, project-based learning, and the promotion of digital citizenship. This review concludes that strengthening civic literacy requires the transformation of Pancasila Education into a more adaptive and innovative learning approach that responds to technological developments while fostering critical, democratic, responsible, and value-oriented citizens