Ahwan Ahwan
Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Paksa Dalam Ruu Kuhap: Perspektif Model Sistem Peradilan Pidana Ahwan Ahwan; Nunung Rahmania
Journal Kompilasi Hukum Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Kompilasi Hukum
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkh.v10i2.274

Abstract

Dimensi upaya paksa dalam RUU KUHAP menjadi aspek yang memunculkan diskursus. Praktik penegakan hukum menunjukan bahwa upaya paksa rentan terhadap penyalahgunaan wewenang yang berdampak pada pelanggaran hak yang dimiliki oleh tersangka maupun terdakwa. Seringnya, nilai-nilai yang mendasari suatu rumusan norma mengambil porsi yang signifikan terhadap gambaran implementasi dari norma tersebut. Membedah rumusan upaya paksa dalam RUU KUHAP dapat menjadi kajian akademis yang penting untuk melihat karakter pengaturan dan nilai-nilai yang melatarbelakangi perumusanya. Tulisan ini hendak mendayagunakan konsep model sistem peradilan pidana sebagai instrumen analisis dalam membedah ketentuan tentang upaya paksa. Karakteristik tulisan ini kompatibel jika menggunakan jenis penelitian hukum doktrinal dengan mendayagunakan pendekatan undang-undang dan pendekatan konsep. Tulisan ini melihat bahwa ketentuan tentang upaya paksa dalam RUU KUHAP sebagian besar mencerminkan nilai-nilai dari due process model, meski demikian nilai-nilai tersebut tidak terlihat sebagai suatu ideologi yang mendominasi, namun merupakan suatu konsep keseimbangan dari kewenangan upaya paksa yang dimiliki oleh aparat penegak hukum. Model-model lain seperti victims right model juga secara tersirat diadopsi oleh RUU KUHAP. Kombinasi dari model-model tersebut setidaknya mampu mengabsorpsi keseimbangan antara kekuasaan negara, hak tersangka dan terdakwa serta peran korban dalam sistem peradilan pidana. Model kombinasi ini juga diharapkan mampu mendorong iklim penegakan hukum yang lebih baik ke depanya. Tulisan ini menjadi salah satu kontribusi akademik terhadap proses penyusunan KUHAP yang sedang berlangsung.
Digital Literacy Education and Cyber ​​Crime Mitigation Related to Online Gambling for Teenagers in Tanak Awu Village, Pujut District, Central Lombok Regency Ahwan Ahwan; R. Fahmi Natigor Daulay; Lalu Panca Tresna D; Muhammad Rifaldi Setiawan; Fatahullah Fatahullah
Abdi Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/j6dpef18

Abstract

The acceleration of information technology brings ambivalent impacts on rural youth, one of which is the high risk of exposure to negative content such as online gambling. youth groups in Tanak Awu Village, Central Lombok Regency, located in the buffer zone of Lombok International Airport, are vulnerable to digital culture shock and the criminogenic impacts of online gambling. This community service activity aims to strengthen youth's digital literacy through a preventive-educative approach based on cyber law. The methods applied were socialization and interactive lectures on the four pillars of digital literacy (digital skills, digital culture, digital ethics, and digital safety), followed by a regulatory review (the ITE Law and Law No. 1/2023 on the New Criminal Code), and evaluated through casual interviews. The result indicates a paradigm shift among the youths, from previously perceiving slot gambling as a lawless "grey area" to gaining a rational legal awareness regarding cyber-criminal sanctions. Furthermore, this activity successfully crystallized collective commitments, including the establishment of a defensive legal shield, a peer support system, and shifting focus toward productive digital activities.