Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PERANCANGAN ULANG INTERIOR COWORKING CO&CO HUB BANDUNG DENGAN PENDEKATAN PERILAKU Fakhriyah, Asmahan; Liritantri, Widyanesti; Palupi, Fajarsani Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coworking space adalah ruang terbuka (public area) yang digunakan oleh pekerja dengan gaya kolaboratif/modern. Seiring berjalannya waktu, tren transformasi cara bekerja, teknologi, dan budaya pada suatu daerah meningkatkan kebutuhan manusia akan tempat kerja atau workspace dengan tumbuhnya bisnis startup. Dengan meningkatnya pertumbuhan bisnis ini, maka diperlukannya fasilitas yang dapat memenuhi kebutuhannya, salah satunya adalah coworking space. Tujuan dari perancangan coworking space ini adalah untuk menciptakan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dan standar atau prasyarat coworking untuk meningkatkan kenyamanan serta produktivitas demi mendukung kegiatan sosial dan berinteraksi atar pengguna. Untuk mengetahui hal tersebut, metode yang digunakan dalam perancangan ini meliputi wawancara, observasi, studi lapangan, dokumentasi, dan studi literatur. Berdasarkan hasil pengolahan data yang ada, ketersediaan fasilitas coworking belum sepenuhnya dapat menunjang kebutuhan para penggunanya khususnya dalam nilai interaksi dan kolaborasi. Untuk itu perancangan ulang perlu dilakukan yang dapat memperhatikan kebutuhan para penggunanya guna menunjang aktivitas yang ada dalam coworking space.Kata kunci: coworking space, workspace, interaksi, kolaborasi
PERANCANGAN BARU CIREBON ARTS AND CULTURE CENTER DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS Utami, Anissa Syavira; Salayanti, Santi; Palupi, Fajarsani Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cirebon Arts and Culture Center dirancang sebagai sebuah pusat seni dan budayayang menggabungkan kekayaan lokal dan keunikan budaya Cirebon. Pendekatan lokalitasmenjadi landasan utama dalam perancangan ini, dengan fokus pada memahami danmenghormati nilai-nilai tradisional serta mempromosikan partisipasi masyarakat dalampengembangan dan pemeliharaan pusat kebudayaan ini. Proses perancangan melibatkanstudi mendalam terhadap seni hingga tradisi lokal Cirebon. Desain bangunanmencerminkan arsitektur khas Cirebon dengan sentuhan modern. Pemilihan material danwarna dilakukan dengan cermat untuk menciptakan kesan harmonis yang sesuai denganestetika lokal. Selain itu, Cirebon Arts and Culture Center akan menjadi pusat kegiatan senidan budaya yang melibatkan masyarakat secara aktif. Program-program pendidikan danpelatihan diadakan untuk melestarikan dan mengembangkan keterampilan tradisionaldengan adanya ruang pameran, studio workshop, hingga auditorium untukmengeksplorasi dan menghargai warisan budaya Cirebon. Partisipasi masyarakat lokaldalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan fasilitas menjadi kunci keberlanjutanproyek ini. Dengan pendekatan lokalitas yang kuat, diharapkan Cirebon Arts and Culture Center tidak hanya menjadi destinasi wisata budaya, tetapi juga menjadi pusat kehidupanbudaya yang mewadahi berbagai ekspresi dan kreativitas masyarakat Cirebon. Kata kunci: Cirebon, pusat seni dan budaya, seni, budaya, lokalitas
Konfigurasi Layout Area Kerja Berdasarkan Preferensi Pengguna (Studi Kasus : Area Kerja Dosen Desain Interior, Universitas Telkom) Palupi, Fajarsani Retno
Waca Cipta Ruang Vol. 10 No. 1 (2024): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v10i1.12277

Abstract

The typical workday lasts between eight and nine hours, with employees spending a significant portion of their time at the office. This makes the office a second home for many, where they spend their productive time. Therefore, it is crucial to ensure that the office space is well-organized and comfortable, as it plays a vital role in supporting the physical comfort of its users. The layout of the office space and the furniture arrangement must be carefully considered to accommodate the various activities that take place within it. This arrangement can be analysed in several ways in order to obtain the most efficient results according to the activities of office work area users. This research was conducted in the workspace of interior design lecturers at Universitas Telkom, with a kasus studi approach, using data collection techniques in the form of direct observation of ongoing activities and data collection of types of cubicle layout arrangements in the work area. The research focuses on three key areas: the arrangement of the work area, the circulation of the work area, and the primary activities that occur in the workspace. The study revealed that each user organises their work area according to their personal needs and comfort, in accordance with the activities that take place in their respective workspaces. Keywords: Layout, working area, cubicle type, efficiency
PERANCANGAN INTERIOR HOTEL BISNIS BINTANG 4 DI SURABAYA DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS BISNIS Aliyah, Ratu Bunga; Akhmadi, Akhmadi; Palupi, Fajarsani Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu kota metropolitan terbesar di Indonesia, Surabayamemiliki banyak potensi ekonomi yang signifikan sebagai pusat perdagangan danindustri. Meningkatnya kunjungan mancanegara serta kebutuhan akan hotel yangberkualitas tinggi, khususnya hotel bisnis, meningkat hingga 5,07 pada tahun 2023.Maka dari itu, perancangan interior hotel bisnis bintang 4 di Surabaya dirancangdengan pendekatan aktivitas bisnis untuk menyediakan hotel yang dapat mewadahikegiatan binis yang terjadi, baik secara formal maupun informal. Tema "Business-firstDesign" berfokus memenuhi kebutuhan pelaku bisnis dalam menyediakan ruangMICE (Meeting, Incentives, Convention, Exhibitions) dan fasilitas pendukung lainnyayang mendukung kelancaran aktivitas business profesional. Konsep "SPACE"dirancang untuk mendukung kebutuhan tamu bisnis dengan menghadirkanlingkungan yang Smart, Productive, Adaptive, Collaborative, dan Effective. Interiorhotel dirancang untuk memberikan kenyamanan, mendukung efisiensi waktu, danfleksibilitas dalam menjalankan berbagai aktivitas bisnis. Sehingga, perancanganinterior hotel bisnis ini diharapkan dapat memenuhi berbagai kebutuhan tamu bisnisdan menjadikan hotel sebagai pilihan utama dalam berbisnis. Kata kunci: Hotel Bisnis, Aktivitas Bisnis, MICE, Business-First Design, SPACE.
PERANCANGAN ULANG HOTEL BINTANG 3 METLAND HOTEL BEKASI DENGAN PENDEKATAN BRAND IDENTITY Perwitaningrum, Kamayasti; Sarihati, Titihan; Palupi, Fajarsani Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bekasi merupakan kawasan tingkat industri yang tinggi sekitar 65 persendan jumlah kunjungan wisatawan meningkat 127 persen yang menjadi potensi bagihotel. Metland Hotel Bekasi merupakan hasil perubahan citra merek dari @HOMHotel Tambun yang bertransformasi dari kategori hotel berbintang dua menjadihotel berbintang tiga yang merupakan hotel bisnis. Metland Hotel Bekasi belumdiikuti dengan pembaharuan desain yang mencerminkan identitas merek hotel.Melalui metode observasi, wawancara, dan pembagian kuesioner, permasalahanutama pada hotel, yaitu kurangnya penerapan elemen identitas merek di dalamaspek interior, ketidaksesuaian standar untuk hotel bintang tiga, dan kurangnyafasilitas penunjang seperti penanda ruang dan penataan sirkulasi yang efisien.Perancangan ulang dilakukan dengan pendekatan identitas merek untukmemperkuat visualisasi dan menciptakan pengalaman yang berkesan bagi tamu.Tema yang digunakan dalam perancangan adalah “Revalora: Revitalize, Value, Aura”dan konsep yang digunakan “Framing Identity Through Space” dengan gaya modernkontemporer yang menekankan tampilan bersih, dinamis, dan profesional.Implementasi untuk desain pada integrasi nilai-nilai merek, optimalisasi standarruang, dan peningkatan aspek pencahayaan, tata akustik, dan sirkulasi ruang.Kata kunci: Identitas Merek, Visualisasi, Perubahan Citra Merek
PERANCANGAN ULANG LANTAI 21 DAN 22 AREA LAYANAN KOLEKSI MONOGRAF TERBUKA PERPUSTAKAAN NASIONAL RI DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI Arundati, Athayasany Thalita; Akhmadi, Akhmadi; Palupi, Fajarsani Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan zaman yang semakin maju khususnya daerah perkotaanmembuat minat pengunjung pergi ke perpustakaan yang tinggi karena banyakaktivitas di dalamnya yang dapat dilakukan. Perpustakaan tidak lagi sekedar tempatmembaca buku, namun sekarang sudah memiliki fasilitas dan daya tarik tersendiri.Namun, dengan banyaknya buku yang tersedia, sirkulasi ruang pada perancangan initidak lagi menjadi optimal dan membuat pengunjung kekurangan fasilitas duduk,tempat untuk berdiskusi, maupun tempat untuk berkolaborasi. Perancangan inibertujuan untuk menerapkan prinsip ergonomi ruang dalam redesain interior lantai21 dan 22 area layanan monograf terbuka Perpustakaan Nasional RepublikIndonesia. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pengumpulan datamelalui observasi, wawancara, studi literatur dan studi banding di beberapaperpustakaan yang sejenis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ergonomiperpustakaan secara teknis akan memberikan pembaharuan positif terhadaplingkungan perpustakaan, baik sistem dan fasilitasnya, terutama bagi penggunanya.Komponen interior seperti sirkulasi gerak, organisasi ruang, pencahayaan,pencegahan kebisingan, kapasitas, dan pemilihan furnitur yang multifungsi sertaergonomis dapat mempengaruhi kenyamanan penggunanya melalui konsep yangdisesuaikan dengan kebutuhan ruang tersebut.Kata kunci : interior, ergonomi, perpustakaan nasional, monograf
PERANCANGAN ULANG PESANTREN MODERN AL – IHSAN DENGAN PENDEKATAN FUNGSIONAL Fauzi, Fadli Akmal; Salayanti , Santi; Palupi, Fajarsani Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan Baleendah menghadapi permasalahandalam penataan ruang yang kurang optimal, yang menghambat kenyamanan danefektivitas aktivitas santri. Latar belakang perancangan ini adalah untuk menciptakanruang belajar yang lebih fungsional dan efisien yang mendukung kegiatan spiritual,akademis, dan sosial penghuni. Permasalahan yang muncul mencakup ketidaksesuaianantara fungsi ruang dengan elemen interior yang ada, serta kurangnya integrasi antaraberbagai fasilitas. Tujuan dari perancangan ulang ini adalah untuk mengoptimalkanpenggunaan ruang dengan pendekatan fungsional yang terintegrasi. Metode yangdigunakan meliputi analisis zonasi ruang, perencanaan elemen interior, dan pengaturansirkulasi ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip desain yangefisien dan fleksibilitas ruang dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman danmendukung berbagai kegiatan pesantren. Kesimpulannya, perancangan ulang interiorpesantren dengan pendekatan fungsional mampu meningkatkan kualitas lingkunganbelajar dan ibadah. Manfaat dari perancangan ini diharapkan dapat meningkatkankenyamanan penghuni dan efektivitas kegiatan di Pondok Pesantren Modern Al-IhsanBaleendah. Kata kunci: perancangan ulang, pondok pesantren, fungsional, elemen interior, zonasi ruang.
PERANCANGAN ULANG PLAZA ASIA SUMEDANG DEPARTMENT STORE, FOOD COURT, DAN LOBBY Naufal, Muhammad Faris; Liritantri, Widyanesti; Palupi, Fajarsani Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plaza Asia Sumedang yang berlokasi di Jalan Mayor Abdurahman Kota Sumedangmerupakan pusat perbelanjaan berkonsep mixed-use yang tidak hanya digunakan sebagaiarea untuk berbelanja namun terdapat fasilitas hotel Bintang Tiga, Bioskop, serta aulasebagai fasilitas untuk melaksanakan acara seperti seminar, resepsi pernikahan atau acaralainnya. Sejalan dengan visi Plaza Asia yaitu menjadi menjadi perusahaan di bidang retailyang termaju, terdepan dan terbesar di wilayah Priangan Timur, denganmemperhitungkan minat pengunjung yang semakin tinggi akibat adanya akses dari exitjalan tol Cisumdawu dan cukup pesatnya perkembangan daya tarik wisata di KabupatenSumedang, mengharuskan untuk memiliki tampilan visual yang lebih menarik sehinggamembuat pengunjung betah hingga tertarik untuk berbelanja dan kembali lagidikemudian hari. Salah satu upayanya adalah melakukan perancangan ulang interiornya.Perancangan ulang Plaza Asia Sumedang dilakukan pada area Asia Fashion di lantai dasar(Ground Floor), Food court Teras Jajan di lantai 2, dan Lobby GF Utama yang berfokusuntuk menciptakan suasana dan penerapan standar perancangan sebagai solusi untukkenyamanan dan pengalaman baru dalam berbelanja serta menambah daya tarikpengunjung dengan konsep perancangan yang lebih baik mengikuti tren desain retail storeterkini.Kata Kunci: Asia Fashion, Food court Teras Jajan, Lobby GF Utama, Tren desain interior retail store
PERANCANGAN ULANG UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA DENGAN PENDEKATAN LEARNING COMMONS Martiza, Sharla Rahma; Asharsinyo, Doddy Friestya; Salayanti, Santi; Palupi, Fajarsani Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UPT Perpustakaan Universitas Kristen Maranatha memiliki peran pentingdalam mendukung kegiatan akademik. Namun, memiliki sejumlah tantangan terkaittata letak, fasilitas dan kebutuhan pengguna yang terus berkembang di era digital.Penelitian ini bertujuan untuk mencancang ulang perpustakaan dengan pendekatanlearning commons guna menciptakan ruang yang produktif, kolaboratif dan adaptifterhadap kebutuhan generasi digital. Metode penelitian yang digunakan adalahpendekatan kualitatif melalui observasi langsung, wawancara dengan kepala UPTPerpustakaan Universitas Kristen Maranatha serta penyebaran kuesioner kepadamahasiswa lintas fakultas. Hasil analisis menunjukkan perlunya penataan zonaberdasarkan aktivitas, penyediaan fasilitas teknologi serta pengolahan desaininterior yang mencerminkan tema PLAYce (Productive, Learning dan Active Space).Perancangan ini menggabungkan konsep fleksibilitas ruang, ergonomi, kenyamananserta identitas visual kampus. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwatransformasi perpustakaan dengan pendekatan learning commons mampumeningkatkan kualitas ruang dan mendukung proses pembelajaran aktif. Penelitianini memberikan manfaat dalam pengembangan desain ruang belajar yang sesuaidengan kebutuhan pengguna dan standar perpustakaan modern.Kata Kunci: Perpustakaan Perguruan Tinggi, Learning Commons, Desain Interior