Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Desain dan Prototype untuk Ruang Baca Yang Adaptif Terhadap Covid-19 Di RA Nurul Ilmi Widyanesti Liritantri; Willy Murthando; Fathi Aqil Athallah; Audina Jasmine
Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v5i1.2708

Abstract

RA Nurul Ilmi adalah salah satu dari 21 RA/ TK  di  area Cimahi Utara, dimana fungsi utamanya adalah memberikan pendidikan di usia dini. RA Nurul Ilmi Berdiri dari tahun 2006  dan rata rata setiap tahunnya memiliki sekitar 30 – 35 peserta didik dari usia 4 s/d 6 tahun. Ruangan membaca yang aman dan menarik untuk meningkatkan minat baca peserta didik dirasa sangat dibutuhkan,  juga mengingat persiapan aktivitas pembelajaran yang akan dibuka lagi setelah pandemi berakhir / berkurang. Ruang Baca membutuhkan perhatian khusus mengingat kebiasaan anak didik ketika masa pandemi lebih banyak berinteraksi dengan gadgetnya dan juga harus adanya penerapan desain yang memfasilitasi protokol kesehatan. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan metode kualitatif dengan studi RA Nurul Ilmi, dengan cara survey, wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah rancangan ruang baca dengan layout, sirkulasi dan area yang mempertimbangkan desain yang aman dan interaktif untuk anak - anak usia dini, mudah dibersihkan atau di disinfektasi, penggunaan material yang tidak mudah menyimpan virus dalam jangka waktu yang lama  dan terakhir menarik untuk anak anak usia dini sehingga minat membaca di usia dini dapat dimulai lagi dan terbangun dengan baik.
Penerapan Karakteristik Milenial sebagai Work-Life-Balance dalam Perancangan Fasilitas dan Elemen Interior Point Lab Co-Working Space Adhiestyaputri Kintari; Mahendra Nur Hadiansyah; Widyanesti Liritantri
Jurnal Desain Interior Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v5i2.7424

Abstract

Point Lab Co-Working Space dibangun oleh PT. Pos Properti Indonesia yang bertujuan sebagai ruang bekerja bersama bagi para pelaku bisnis baik pekerja lepas ataupun perusahaan startup untuk membesarkan usahanya. Sasaran pengguna utama Point Lab merupakan generasi milenial yang juga masuk dalam usia produktif tahun bonus demografi Indonesia. Berdasarkan karakteristiknya, generasi milenial yang hidup bersamaan dengan perkembangan industri teknologi digital, mereka akrab menggunakan teknologi dan dapat menjadi lebih antusias dan produktif baik dalam kehidupan pekerjaan atau sosialnya. Termasuk co-worker di Point Lab yang di dominasi pengguna yang bekerja di bidang digital seperti digital marketing, digital advertising, desain grafis, dan e-commerce. Selain untuk tempat bekerja, sebuah co-working space merupakan lingkungan kerja yang memiliki peluang besar bagi penggunanya untuk memperluas relasi dan hubungan kerja sama. Hubungan kerja sama atau kolaborasi ini akan tercipta jika sering terjadi komunikasi dan interaksi sosial antar pengguna dalam co-working space. Dalam upaya mencapai tujuan Point Lab dan para tenant, Point Lab dituntut untuk menerapkan fasilitas dan elemen interior yang dapat memberikan dampak psikologi ruang yang dapat mendukung antusiasme dan produktivitas penggunanya dalam bekerja maupun menyeimbangkan kebutuhan kehidupan sosialnya.Kata kunci: Ruang Kerja Bersama; Startup Digital Milenial; Bekerja dan Interaksi Sosial ABSTRACT Point Lab Co-Working Space was built by PT. Pos Properti Indonesia which aims as a space to work together for business people both freelancers or startup companies to grow their businesses. The main target users of Point Lab are millennials who are also in the productive age of the Indonesian demographic bonus year. Based on its characteristics, millennial generation who live together with the development of the digital technology industry, they are familiar with using technology and can be more enthusiastic and productive in their work or social life. Including co-workers at Point Lab dominated by users who work in digital jobs such as digital marketing, digital advertising, graphic design, and e-commerce. In addition to the workplace, a co-working space is a work environment that has a great opportunity for users to expand relations and cooperation. This collaboration relationship will be created if there is frequent communication and social interaction between users in a co-working space. In an effort to achieve the goals of Point Lab and its tenants, Point Lab is required to implement facilities and interior elements that can have a psychological impact on space that can support the enthusiasm and productivity of users in working and balancing the needs of social life. Keyword: Coworking Space; Millennials Digital Startup; Work and Social Interaction
Perancangan Desain Interior Perpustakaan Ramah Anak sebagai Upaya Menumbuhkan Minat Baca Anak di Masjid Al Aniah Bandung Djoko Murdowo; Widyanesti Liritantri; Yustriyani Syifa; Rifa Munadia
Jurnal Abdimas Berdaya : Jurnal Pembelajaran, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 02 (2020): Jurnal Abdimas Berdaya
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jab.v3i02.60

Abstract

Minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah, terutama pada anak-anak. Banyak faktor yang mempengaruhi minimnya minat baca, salah satunya adalah kurangnya fasilitas yang menyediakan tempat bacaan untuk anak-anak. Demikian juga yang terjadi di Masjid Al-Aniah, yang berada dalam suatu komplek Cluster Perumahan dengan jumlah jiwa hampir 1800 jiwa, yang mempunyai ruang baca yang tidak tertata dengan baik, tidak nyaman, rak penyimpanan yang tidak teratur serta belum mencerminkan desain karakter anak baik pada warna, ergonomic, layout dll. Urgensi  penelitian ini adalah bagaimana desain interior perpustakaan atau ruang baca dapat mendorong dan memotivasi  anak gemar dan senang membaca. Penelitian ini bertujuan merancang ruang baca anak sebagai alternative untuk mingkatkan minat baca, dapat diwujudkan dengan menciptakan perancangan ruang yang sesuai dengan kebutuhan karakteristik pada anak..Metode pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode kaualitatif dengan studi kasus di Masjid Al Aniah Bandung, yang dilakukan dengan wawancara, observasi langsung dan diskusi dengan ketua DKM dan Marbot. Hasil dari penelitian ini rancangan ruang baca di lantai 2 dengan menerapkan lay out, sirkulasi zoning blocking area yang dapat memberikan rasa aman dan anyaman pada anak anak. Ruang bacaan dirancang dengan menerapkan usur-unsur desain yang sesuai dengan karakteristik anak, seperti, unsur warna, unsur bentuk dan furniture yang dapat mendukung aktifitas anak seperti belajar, membaca buku, bermain permainan edukatif, dan melakukan kegiatan seni.
Fasilitas Aktivitas Fisik sebagai Sarana Treatment Kesehatan pada Kawasan Perumahan Ariesa Farida; Irwana Zulfia Budiono; Widyanesti Liritantri; Angryani Sipayung; Rizqa Amalia Khusna
RUANG: Jurnal Lingkungan Binaan (SPACE: Journal of the Built Environment) Vol 9 No 2 (2022): October 2022
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.692 KB) | DOI: 10.24843/JRS.2022.v09.i02.p05

Abstract

The development of well-targeted physical activity facilities, especially in residential areas, can improve the function of physical activity facilities not only as a means to maintain public health but also as a means of disease management. Designers, as subjects who can manipulate the human-built environment have a significant influence on how the built environment or the place where humans move can meet health requirements to improve well-being. Physical activity is significant to maintain health and improving immunity, besides that, physical activity has also been proven to be used as a means of treating various diseases. Recommendations for appropriate physical activity for certain diseases must be explicitly planned and in accordance with the conditions of each city area. This study uses qualitative and quantitative methods to examine the suitability of data on chronic diseases that develop in the city of Bandung to be able to plan appropriate physical activity facilities for residential areas. The results showed that the physical activity facilities provided had to be varied in terms of aerobic, anaerobic, interval training, and balance training, which could be adapted to people's preferences. Keywords: physical activity; health; treatment; residential area Abstrak Pembangunan sarana aktivitas fisik yang tepat sasaran terutama pada kawasan perumahan dapat meningkatkan fungsi fasilitas aktivitas fisik bukan hanya sebagai sarana untuk menjaga kesehatan masyarakat namun juga menjadi sarana penanganan penyakit. Desainer sebagai subjek yang dapat memanipulasi lingkungan binaan manusia mempunyai pengaruh yang besar akan bagaimana lingkungan terbangun atau tempat manusia beraktivitas dapat memenuhi persyaratan kesehatan guna meningkatkan kualitas hidup manusia. Aktivitas fisik sangat penting untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan immunitas, selain itu aktivitas fisik juga sudah terbukti dapat digunakan sebagai sarana treatment berbagai penyakit. Rekomendasi aktvitas fisik yang sesuai untuk penyakit tertentu harus direncanakan secara spesifik dan sesuai dengan kondisi masing-masing kawasan kota. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif mengkaji kesesuaian data penyakit kronis yang berkembang pada Kota Bandung agar dapat merencanakan fasilitas aktifitas fisik yang tepat untuk kawasan perumahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa fasilitas aktivitas fisik yang disediakan harus beragam baik dari jenis aerobik, anaerobik, latihan interval dan latihan keseimbangan yang jenisnya dapat disesuaikan dengan preferensi masyarakat. Kata kunci: aktivitas fisik; Kesehatan; treatment; perumahan
Applying the Psychological of Space in Islamic Boarding School (Case Study: Pesantren Al Mahshyar Nurul Iman) Reza Amalia Fitriani; Djoko Murdowo; Widyanesti Liritantri
Journal of Islamic Architecture Vol 7, No 3 (2023): Journal of Islamic Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, UIN Maliki Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jia.v7i3.17436

Abstract

Adolescents have different psychological conditions and spend a lot of time in boarding schools because they must live in Islamic boarding schools where many rules and activities must be followed. The research method used in this case study is a qualitative method which consists of a survey, literature review, and data analysis. A spatial approach is taken to "read" the user of space in understanding the spaces that trigger negative psychological conditions. Negative psychological conditions were understood through interviews and literature studies. The Pesantren Al Mahsyar Nurul Iman case study has students aged 12-15 years. At the Pesantren Al Mahsyar Nurul Iman, it is necessary to pay attention to things that are based on the character and psychology of the students to create a calming, comfortable and safe environment for students who are experiencing cognitive development and changes in psychological conditions, so that students can feel at home and become more comfortable which can be taken into consideration in the design of the next pesantren. These conditions can be done by paying attention to the privacy area, creating stimulant and calming visual concepts and adding facilities to study rooms and communal areas to support the character of students who like to explore and do group activities.
Threshold Space: Ruang Antara dari Alun-alun Cicendo, Bandung Kiki Putri Amelia; Tita Cardiah; Widyanesti Liritantri; Bintang Mahendra; Kinanti Ammara
RUANG: Jurnal Lingkungan Binaan (SPACE: Journal of the Built Environment) Vol 11 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRS.2024.v11.i01.p01

Abstract

Threshold space in Cicendo Square is critical in facilitating accessibility and creating the impression of an excellent public open space. By considering entrances, transitions, and building access, threshold space design must consider various considerations, including openness in design, sequences, geometry, topography, distinctive material, and provision of appropriate furniture to improve the quality of open spaces public. Taking a case study of Alun-alun Cicendo (Steel Plaza) in Bandung City as its case study, this research has two objectives. The first is to analyze the role of threshold space as an intermediary space in creating accessibility and spatial impressions in public open spaces. The second is to identify and determine factors in designing an adequate threshold space to improve the quality of public open space. This research uses a qualitative approach with descriptive analysis and interpretation. Research findings show that the analyzed parameters, namely delimitation, sequence, geometry, topography, materiality, and seating facilities, play an essential role in creating an adequate transitional space in Cicendo Square. In line with the dynamic of the existing functions and activities, these factors also contribute to creating attractive and high-quality public open spaces and increasing interest and public participation in using Cicendo Square.Keywords: threshold space; public open space AbstrakThreshold space di Alun-alun Cicendo memainkan peran kunci dalam memfasilitasi aksesibilitas dan menciptakan kesan ruang terbuka publik yang baik. Dengan mempertimbangkan entrance, transisi, dan akses bangunan, desain threshold space harus memperhitungkan faktor-faktor seperti keterbukaan dalam desain sequences, geometri, topografi, kekhasan bahan, dan penyediaan furnitur yang sesuai untuk meningkatkan kualitas ruang terbuka publik. Dengan menjadikan Alun-alun Cicendo (Steel Plaza) di Kota Bandung sebagai studi kasus, penelitian ini memiliki dua tujuan. Pertama untuk menganalisis peran threshold space sebagai ruang perantara dalam menciptakan aksesibilitas dan kesan ruang pada ruang terbuka publik. Kedua, untuk mengidentifikasi faktor-faktor penentu dalam merancang threshold space yang efektif untuk meningkatkan kualitas ruang terbuka publik. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif dan interpretasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa parameter-parameter yang dianalisis, yaitu delimitasi, sekuens, geometri, topografi, materialitas, dan sarana duduk, berperan penting dalam menciptakan ruang transisi yang efektif pada Alun-alun Cicendo. Beriringan dengan dinamika dari beragam fungsi dan aktivitas yang ada, faktor-faktor ini berkontribusi terhadap penciptaan ruang terbuka publik yang menarik dan berkualitas, dan peningkatan minat serta partisipasi masyarakat dalam menggunakan Alun-alun Cicendo.Kata kunci: threshold space; ruang terbuka publik
Applying the Psychological of Space in Islamic Boarding School (Case Study: Pesantren Al Mahshyar Nurul Iman) Reza Amalia Fitriani; Djoko Murdowo; Widyanesti Liritantri
Journal of Islamic Architecture Vol 7, No 3 (2023): Journal of Islamic Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, UIN Maliki Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jia.v7i3.17436

Abstract

Adolescents have different psychological conditions and spend a lot of time in boarding schools because they must live in Islamic boarding schools where many rules and activities must be followed. The research method used in this case study is a qualitative method which consists of a survey, literature review, and data analysis. A spatial approach is taken to "read" the user of space in understanding the spaces that trigger negative psychological conditions. Negative psychological conditions were understood through interviews and literature studies. The Pesantren Al Mahsyar Nurul Iman case study has students aged 12-15 years. At the Pesantren Al Mahsyar Nurul Iman, it is necessary to pay attention to things that are based on the character and psychology of the students to create a calming, comfortable and safe environment for students who are experiencing cognitive development and changes in psychological conditions, so that students can feel at home and become more comfortable which can be taken into consideration in the design of the next pesantren. These conditions can be done by paying attention to the privacy area, creating stimulant and calming visual concepts and adding facilities to study rooms and communal areas to support the character of students who like to explore and do group activities.
SPACE EFFICIENCY BY IMPLEMENTING MULTIFUNCTIONAL FURNITURE IN TYPE 33 HOUSING Farida, Ariesa; Amalia, Kiki Putri; Liritantri, Widyanesti; Budiono, Irwana Zulfia; Laksitarini, Niken
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Idealog Vol 9 No 1
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v9i1.6388

Abstract

Housing is a basic human need, the more dense urban areas result in the ef ectiveness of landas aresidential area must be carried out. Currently, the development of type 33 housing has resulted in the need for multifunctional furniture to save space for activities, which is a growing trend. Based on the results of discussions with the developer on residential type 33, it is planned that there is a need for appropriate planning and research on the use of multifunctional furniture as a space saving solution. The object of studyto be studied is in Bogor City, West Java Province with a residential area of 33m2 and a land area of 60m2consisting of a living room, dining room and pantry, two bedrooms and one bathroom. Based on the problemsabove, the purpose of this study is to examine the design of multifunctional furniture that can accommodatethe activities and behavior of occupants, where multifunctional furniture is one of the solutions to maximizelimited space in dwellings. The purpose of this research is to produce the right solution for the choiceof multifunctional furniture that is felt to be most needed to accommodate user activity and maximize space. The research method used is a qualitative method by examining primary data from survey results and questionnaires as well as secondary data from literature studies to be able to produce the right multifunctional furniture designs for type 33 housing. Keyword : Interior Design, Multifunctional Furniture, Type 33 Housing
Perancangan Ulang Program Studi Teknik Tekstil di Politeknik STTT Bandung dengan Pendekatan Perilaku Generasi Z Ayusari, Nadita Hidanasya; Hadiansyah, Mahendra Nur; Liritantri, Widyanesti
KalaTanda Vol 5 No 1 (2023): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v5i1.6655

Abstract

Generasi Z muncul di tengah kemajuan dunia teknologi yang perlu di terapkan di Pendidikan, maka perilaku Generasi Z dalam kehidupan sehari hari tidak luput dari teknologi. Mahasiswa yang terdapat di zaman saat ini merupakan mahasiswa Generasi Z, yaitu mahasiswa yang terlahir antara tahun 1995-2010. Politeknik STTT Bandung merupakan salah satu sekolah tinggi yang memiliki mahasiswa dengan mayoritas berasal dari Generasi Z. Politeknik perlu untuk memperhatikan kesesuaian antara perilaku Generasi Z dengan interior bangunan yang tersedia. Berdasarkan desain yang akan dirancang, maka penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk menciptakan Prodi Teknik Tekstil Politeknik STTT Bandung yang sesuai kebutuhan kebutuhan idealitas civitas, konsep, review literatur serta kriteria perancangan, sehingga diharapkan mendapatkan kualitas pembelajaran yang maksimal. Permasalahan organisasi ruang, persyaratan umum ruang, dan konsep visual dapat diselesaikan dengan proses implementasi terhadap perancangan Prodi Teknik Tekstil Politeknik STTT Bandung yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku serta perilaku Generasi Z. Ketersediaan fasilitas dan suasana ruang dapat mempengaruhi kenyamanan, keamanan, dan kemudahan/kepraktisan civitas akademik ketika melakukan aktivitas di dalam Prodi Teknik Tesktil Politeknik STTT Bandung.
Penyusunan Alat Bantu Ajar untuk anak TK dan SD Mengenai Literasi Stasiun Kereta “Navi Station” Weningtyas, Widyarini; Widyanesti Liritantri
Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat, Volume 2 Nomor 2, Desember 2
Publisher : PT. Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/teras.0202.01

Abstract

Abstract The current rapid and extensive development of rail-based transportation systems, both operationally and in terms of their infrastructure, raises the question of the readiness and awareness of the public, especially among the younger generation, to keep pace with these advancements. The swift evolution of technology, coupled with the increasing complexity of rail networks and the growing number of stations, often leaves train users, especially newcomers, bewildered. This confusion stems from the fact that the procedures for boarding, as well as the ethical culture and safety practices associated with each type of train, vary and have their own specific regulations. Therefore, there is a need for educational efforts in the fields of station literacy, social and ethical culture, and safety.The objectives of this initiative are as follows 1) Introducing various types of trains, including their corporate logos and mascots; 2) Enhancing knowledge about station literacy; 3) Promoting an ethical culture within train stations; 4) Disseminating safety messages at train stations and level crossings. The outcomes of this community-based empowerment program include 1) Increasing the knowledge of our partners, encompassing the readiness of children as the future generation to use trains operating in Indonesia; 2) Fostering polite and rule-abiding ethical behavior in trains and train stations; 3) Cultivating safety-conscious behavior among children and teachers in trains, train stations, and level crossings. Educational aids for this endeavor will employ play-based media designed in accordance with the learning outcomes for Early Childhood Education and Elementary School, encompassing three aspects: Religion and Morality, Self-Identity, and Fundamentals of Literacy and STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics). Abstrak Perkembangan dan pembangunan moda transportasi berbasis rel saat ini berlangsung sangat cepat dan masif baik dari aspek operasional maupun sistemnya. Lalu yang menjadi pertanyaan bagaimana kesiapan (readiness) dan kesadaran (awareness) masyarakat dalam mengikuti perkembangan tersebut terlebih lagi generasi anak-anak. Pesatnya perkembangan teknologi, diiringi dengan semakin kompleksnya jalur jaringan kereta dan bertambahnya jumlah stasiun sering kali membuat pengguna kereta apalagi pengguna baru kebingungan. Hal ini disebabkan oleh informasi cara naik serta budaya beretika dan keselamatan untuk masing-masing jenis kereta akan mempunyai perbedaan dan peraturannya masing-masing. Oleh karena itu, dibutuhkan edukasi di bidang pendidikan mengenai literasi stasiun, bidang sosial budaya (budaya beretika) dan bidang keselamatan. Tujuan dari kegiatan ini yaitu 1) Memperkenalkan berbagai jenis kereta dari logo perusahaan dan maskot; 2) Meningkatkan pengetahuan literasi stasiun; 3) Meningkatkan pengetahuan budaya beretika di stasiun; 4) Menyampaikan pesan keselamatan di stasiun kereta dan perlintasan sebidang. Luaran dari pemberdayaan berbasis masyarakat ini yakni meningkatkan pengetahuan mitra meliputi 1) Kesiapan anak-anak sebagai generasi mendatang agar dapat naik kereta yang beroperasi di Indonesia; 2) Terciptanya perilaku beretika yang santun dan sesuai aturan yang diberlakukan di kereta dan stasiun kereta ; 3) Terciptanya perilaku berkeselamatan di kalangan anak-anak dan juga guru di kereta, stasiun kereta, dan perlintasan sebidang. Media alat bantu ajar yang akan dipakai menggunakan media berbasis bermain yang akan didesain sesuai dengan capaian Pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini dan SD yang terdiri dari tiga aspek, yaitu Agama dan Akhlak, Jati diri, dan Dasar-Dasar Literasi dan STEAM.