Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI LAJU DEOKSIGENASI PADA SUNGAI CIKAPUNDUNG UNTUK RUAS SILIWANGI - ASIA AFRIKA, BANDUNG Yonik Yustiani
INFOMATEK Vol 19 No 01 (2017): Volume 19 No. 1 Juni 2017
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.017 KB) | DOI: 10.23969/infomatek.v19i01.546

Abstract

Sungai Cikapundung merupakan sungai terbesar di kota Bandung. Di pinggiran sungai dipadati oleh rumah-rumah penduduk dengan saluran buangannya yang langsung mengarah ke sungai. Buangan yang berasal dari kegiatan domestik dan industri yang tersuspensi dalam sungai dapat mempengaruhi penurunan kualitas air pada Sungai Cikapundung. Berbagai upaya dapat dilaksanakan dalam rangka perbaikan kondisi lingkungan Sungai Cikapundung. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah prediksi kualitas airnya melalui pemodelan. Model kualitas untuk sungai yang tercemar limbah domestik pada umumnya menggunakan persamaan BOD dan DO. Studi ini diarahkan untuk mengetahui nilai koefisien laju deoksigenasi aktual air Sungai Cikapundung untuk ruas padat penduduk. Pengambilan sampel dilakukan pada lima titik lokasi yang dianggap dapat mewakili kondisi sungai dengan jumlah kepadatan penduduk. Metode analisis laboratorium yang digunakan dalam perhitungan laju deoksigenasi yaitu menggunakan Metode Winkler dan Metode Slope, sedangkan Rumus Empiris yang digunakan dalam perhitungan laju deoksigenasi menggunakan Rumus Persamaan Hydroscience untuk aliran normal. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai rentang laju deoksigenasi (K1) pada Sungai Cikapundung berkisar antara 0,03 hingga 0,24 per hari dan nilai rentang BOD Ultimate (La) berkisar antara 6,42 hingga 15,75 mg/L. Sedangkan untuk nilai rentang laju deoksigenasi (K1) pada Sungai Cikapundung dengan menggunakan rumus empiris berkisar antara 0,50 hingga 0,66 per hari.
STUDI IDENTIFIKASI KUALITAS AIR DAN KAPASITAS BIODEGRADASI SUNGAI CIBALIGO Yonik Meilawati Yustiani; Lili Mulyatna; Ali Anggadinata
INFOMATEK Vol 22 No 1 (2020): Volume 22 No. 1 Juni 2020
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/infomatek.v22i1.2860

Abstract

Sungai Cibaligo merupakan salah satu sungai yang dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan limbah cair baik itu domestik maupun non domestik dari berbagai aktivitas manusia seperti pemukiman, pertanian, industri dll, yang mengakibatkan terjadinya pencemaran dan penurunan kualitas perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi data kualitas air dari Tahun 2012 hingga tahun 2016 dengan parameter-pencemaran air yang meliputi (pH, BOD, COD, Krom Heksavalen (Cr+6), Nitrit, Minyak dan Lemak dan MBAS) yang dibandingkan dengan baku mutu air kelas 2 PP No. 82/2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Selanjutnya dilakukan penentuan status mutu air dengan menggunakan metode Storet sesuai Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Hasil penelitian menunjukan bahwa hampir semua parameter yang diperiksa melebihi baku mutu, sedangkan status mutu air didapatkan hasil bahwa Sungai Cibaligo dari hulu hingga hilir masuk ke dalam kelas D yang artinya sudah mengalami pencemaran berat. skor tertinggi yaitu pada segmen tengah dengan skor -60 dan yang terendah yaitu pada segmen hulu dengan skor -48, sementara segmen hilir skor yang didapat yaitu sebesar -56. Untuk perhitungan rasio BOD/COD sebagai parameter kapasitas biodegradasi menunjukkan bahwa selama periode 2012-2016 rasio berkisar antara 0,1 - 0,5. Kondisi toksik terjadi pada tahun 2016 di segmen tengah dan hilir.
Pendampingan Bank Sampah di Pasar Puri Cipageran Kota Cimahi Astri Widiastuti Hasbiah; Yonik Meilawati Yustiani; Putri Permatasari
INFOMATEK Vol 23 No 2 (2021): Volume 23 No. 2 Desember 2021
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/infomatek.v23i2.4675

Abstract

Pasar Puri Cipageran menghasilkan timbulan sampah yang belum dikelola. Upaya penanganan sampah pasar yang dilakukan di Pasar Puri Cipageran selama ini masih berupa cara kumpul, angkut, dan buang. Timbulan sampah Pasar Puri Cipageran didominasi oleh sampah sayur dan buah-buahan yang dapat diolah menjadi pupuk untuk mengurangi jumlah timbulan sampah yang akan di buang ke TPA. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan pendampingan pembentukan bank sampah di Pasar Puri Cipageran. Penelitian dilakukan dengan cara observasi lapangan, wawancara dan kuesioner terhadap persepsi pedagang pasar mengenai pengelolaan sampah. Hasil penelitian menunjukan bahwa pedagang pasar memiliki persepsi positif terhadap pengelolaan sampah dan pendirian bank sampah di Pasar Puri Cipageran. Rekomendasi yang diperlukan dalam pendampingan pendirian bank sampah di Pasar Puri Cipageran adalah rekomendasi kelembagaan dan rekomendasi keberlanjutan bank sampah.
KAJIAN MENGENAI KONTAMINASI MIKROORGANISME PADA MAKANAN YANG DIJUAL DI PINGGIR JALAN Yonik Yustiani; Dwi Antono Sigalingging; Herdian Fitranandia; Novia Indriyani Supendi
INFOMATEK Vol 21 No 1 (2019): Volume 21 No. 1 Juni 2019
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.591 KB) | DOI: 10.23969/infomatek.v21i1.1613

Abstract

Penjualan makanan di pinggir jalan banyak ditemui di daerah sekitar perkantoran dan area pendidikan. Masyarakat memilih membeli makanan dari penjualan di pinggir jalan dengan alasan harga yang murah dan kemudahan dalam mendapatkannya. Namun kondisi lingkungan yang buruk dapat mengkotaminasi makanan tersebut dengan bakteri penyebab penyakit. Salah satu mikroorganisme yang berpotensi mengkotaminasi makanan adalah Escherichia coli. Bakteri tersebut dapat mengakibatkan penyakit pada sistem pencernaan. Kajian ini dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan Escherichia coli dan coliform pada makanan yang dijual di pinggir jalan pada daerah pendidikan sekitar Jalan Setibabudhi, Kota Bandung. Sampel makanan yang dipilih untuk diuji adalah bakso, buah jambu dan tahu. Uji yang dilakukan di laboratorium mikrobiologi Teknik Lingkungan meliputi uji pendugaan melihat reaksi gas dan asam yang ditimbulkan serta uji penegasan untuk mengidentifikasi keberadaan jenis mikroorganisme yang terkandung dalam sampel makanan tersebut. Uji laboratorium menunjukkan bahwa seluruh jenis sampel, baik bakso, buah jambu maupun tahu teridentifikasi bakteri Escherichia coli. Tingkat kontaminasi yang paling tinggi diperlihatkan oleh tahu. Berdasarkan hasil tersebut, maka direkomendasikan agar higienitas penjual makanan di pinggir jalan ditingkatkan baik dari alat yang digunakan maupun lingkungan penjualan. Isolasi yang baik dapat diterapkan untuk makanan agar tidak terkontaminasi dengan pencemar yang terdapat pada lingkungan. Selain itu, direkomendasikan juga agar konsumen dapat melakukan pemrosesan tambahan sebelum mengkonsumsi makanan tersebut.
Influence of Parent’s Behavior to the Children Awareness on the Environmental Preservation Indriyani Rachman; Matsumoto Toru; Yonik Meilawati Yustiani
SAMPURASUN Vol 1 No 1 (2015): Sampurasun Vol. 1 No. 1 - 2015
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.404 KB) | DOI: 10.23969/sampurasun.v1i1.22

Abstract

The environmental conditions in Indonesia, especially those in the urban areas, have experienced very severe quality degradation. From the aspect of culture, the Indonesia people have inherited customs and traditions on preservation of their nature and environment. Tradition and cultures including values are usually transferred from parents to their children. In this research, a survey was conducted to investigate the influence of parents’ behavior on the children knowledge on the environmental preservation awareness. Respondents were selected from several elementary school students located near Cikapundung River, Bandung-Indonesia. Questionnaires were distributed to explore on how the students preserve the river located near their school.  The research showed that the behavior ofthe parents had a weak positive correlation to the knowledge of the child in maintaining the environment, with the determination coefficient of 0.3. Local traditions or wisdom which tend to appreciate nature and environment have also been faded.  As much as 46 percent of respondent believe that wastewater can be discharged directly to the river. This research result also conclude that not only the children’s environmental awareness that need to be increased, but their parents’ through official environmental education at school and upholding the local wisdoms in the community. With the involvement of other key stakeholders, the environmental education and the preservation of the local wisdom then can be maintained in the future. Keywords: parents’ behavior, children awareness of environmental preservation
Evaluasi Penyebaran Informasi mengenai Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Komunitas Akademik Prodi Teknik Lingkungan Universitas Pasundan Anni Rochaeni; Hary Pradiko; Deni Rusmaya; Yonik Meilawati Yustiani
INFOMATEK Vol 24 No 1 (2022): Volume 24 No. 1 Juni 2022
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/infomatek.v24i1.4969

Abstract

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) telah diadopsi di Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pasundan (TL UNPAS) selama 1 tahun. Mahasiswa sudah mengikuti program tersebut dengan kegiatan yang beragam. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengevaluasi aspek penyebaran informasi mengenai program MBKM kepada seluruh komunitas akademik yang terdapat di Prodi TL UNPAS. Metode yang digunakan yaitu menggunakan survei online yang tautannya disediakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Hasil survei menunjukkan bahwa responden terdiri dari dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa yang masing-masing mewakili sebanyak 90%, 100% dan 20%. Pengetahuan dosen mengenai program MBKM paling banyak diperoleh melalui kegiatan sosialisasi luring/ daring yang diselenggarakan oleh Kemendikbud Tenaga kependidikan sudah mengetahui mengenai kebijakan Program MBKM walau belum sepenuhnya memahami. Paling banyak mahasiswa memperoleh informasi dari kegiatan sosialisasi luring/daring yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi, dalam hal ini UNPAS yaitu sekitar 37%.
DETERMINATION OF DEOXYGENATION RATE OF URBAN RIVER USING MODIFICATION METHODS FOR CITEPUS RIVER WATER, BANDUNG, INDONESIA Yonik Meilawati Yustiani; Mia Nurkanti; Fadhlan Khusyairi Tarigan; Gatut Sudarjanto
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY VOLUME 5, NUMBER 1, OCTOBER 2021
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2033.926 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i1.10740

Abstract

River water quality modeling needs appropriate and suitable coefficients especially in application for specific river like urban river. Aim: This study aims to determine the value of the coefficient with a short term duration and a variable test time span.  Several ways and methods of determining the rate of deoxygenation are developed according to the characteristics of the river and the environment. Modification method was applied in this research in which the test time span was unequal. The river chosen in this study is the Citepus River, Bandung, Indonesia representing an urban river in a tropical country. Methodology and Results: Sampling was carried out in the dry season. The laboratory analysis method used in determining the rate of deoxygenation uses the Slope Method of data from the short term incubation, which is ten days. The results showed that the Thomas Slope method's deoxygenation rate (K1) was 0.095 per day in the upstream segment, 0.917 per day in the middle segment, and 0.180 per day in the downstream segment. While the Ultimate BOD (La) value is 46.95 mg/l in the upstream segment, 38.70 mg/l in the middle segment, and 37.60 mg/l in the downstream segment. Conclusion, significance, and impact of study: The results of this study show that the value of the deoxygenation rate is similar to the theoretical surface water conditions. However, in the upstream segment, there is still a low deoxygenation rate value due to non-optimal activity of microorganisms. This findings will be very useful both in water quality modeling and river management.
Daya Degradasi Air Sungai Cilemahabang Terhadap Cemaran Limbah Novianty Sri Hardadi; Yonik Meilawati Yustiani; Sri Wahyuni; Taty Alfiah
INFOMATEK: Jurnal Informatika, Manajemen dan Teknologi Vol. 24 No. 2 (2022): Volume 24 No. 2 Desember 2022
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/infomatek.v24i2.6888

Abstract

Permasalahan pencemaran air Sungai Cilemahabang oleh berbagai kegiatan di sepanjang kanan dan kiri sungai menunjukkan bahwa kualitas Sungai Cilemahabang telah mengalami penurunan kualitas air hingga tidak memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan peruntukannya sebagai air baku air minum (Golongan I) berdasarkan PP No.22 Tahun 2021. Tujuan dari analisis air Sungai Cilemahabang ini adalah untuk mengetahui tingkat beban pencemar Sungai Cilemahabang, mengetahui kapasitas biodegradasi Sungai Cilemahabang, dan memperoleh gambaran untuk penyusunan rekomendasi upaya pengendalian pencemaran air Sungai Cilemahabang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Dari hasil analisis data di dapat beban pencemar total untuk parameter BOD tertinggi pada titik 2 dan 3 yaitu 9,1 mg/L, Nilai COD tertinggi pada titik 3 yaitu 34,5 mg/L, dan Nitrat tertinggi pada titik 3 yaitu 8,5 Mg/L. Status baku mutu kualitas air Sungai Cilemahabang berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No.22 Tahun 2021 adalah tidak dapat dimanfaatkan sesuai dengan peruntukan air kelas I. Kapasitas Biodegradasi Sungai Cilemahabang berada pada zona Non-Biodegradable dengan perbandingan rasio BOD/COD menunjukkan nilai kurang dari 0,3
Applying Eco Enzyme to Reduce Chemical Oxygen Demand (COD) Content of Artificial River Water Yonik Meilawati Yustiani; Fadjari Lucia Nugroho; Fauzi Zaki Murtadho; Achmad Teguh Djayadisastra
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol. 55 No. 1 (2023)
Publisher : Directorate for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2023.55.1.9

Abstract

Eco enzyme is claimed to improve the quality of polluted water. However, the low pH of eco enzyme solutions can acidify water. The objective of this study was to investigate the effectiveness of eco enzyme in reducing the COD of river water and its effect on the pH of sterilized synthetic river water. The effect of 0.01%, 0.5%, and 1% enzyme concentrations on the COD and pH of synthetic river water with an initial COD of 240 mg/l was investigated. The results showed that eco enzyme itself has high concentration of COD and low pH. The undiluted eco enzyme increased the COD and decreased the pH of both neutralized and non-neutralized synthetic river water. At a 1% eco enzyme concentration and neutral pH, the COD increased in the beginning of experiment and had decreased only by 31.7% after 6-8 days. The COD concentration in this steady state condition had a higher value than that of the initial COD concentration in the river water. This study showed that adding only eco enzyme to synthetic river water is not effective in reducing its COD content.
Water Demand Modeling using Machine Learning Method in Bandung City, Indonesia Evi Afiatun; Yonik Meilawati Yustiani; Dennis Anugerah Tanra
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 20, No 3 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v20i3.581-589

Abstract

This research was conducted at Bandung City with the aim of building a model using machine learning methods so that it can estimated clean water demands in Bandung City, as well as knowing the external factors that are considered to affect the model. Machine learning is a part of Artificial Intelligence (AI) discipline. The modeling is carried out using independent variables in the form of climate parameters which are rainfall, rainy days, and humidity, as well as the dependent variable in the form of drinking water needs which are represented by raw water. Data collection is done through secondary data. The model was built by using the TPOT module, and produces the AdaBoost.R2 algorithm as the most optimal model, by using the model algorithm, the best sub-model is produced with the most influential external factors, namely rainy days and humidity which has an MAE of 326,077.70 and a MAPE of 4.75%. This model is compared with the ARIMA model which has an MAE of 330,672.088 and an MAPE of 5.07%.