Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KONDISI FISIK DAN JARAK SUMUR GALI DENGAN PETERNAKAN SAPI TERHADAP KANDUNGAN BAKTERI COLIFORM AIR SUMUR GALI DI DESA SUKAJAYA KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Yonik Meilawati Yustiani; Astri Widiastuti Hasbiah; Rusli Fuad
Journal of Community Based Environmental Engineering and Management Vol. 1 No. 1 (2017): Vol. 1 No.1. September 2017
Publisher : Department of Environmental Engineering - Universitas Pasundan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.961 KB) | DOI: 10.23969/jcbeem.v1i1.1367

Abstract

Sebagian penduduk Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat menggunakan sumur gali sebagai sarana sumber air bersih yaitu sumur gali. Lokasi sumur tersebut yang berdekatan dengan sumber pencemaran yaitu peternakan sapi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi poteni pencemaran air sumur akibat kegiatan peternakan sapi tersebut dilihat dari parameter Coliform. Variabel yang diteliti pengaruhnya adalah kondisi fisik sumur dan jarak peternakan sapi terhadap sumur. Penelitian ini bersifat observasional dengan desain cross sectional. Populasi 41 sumur gali dan sampel 24 sumur gali. Hypotesis ada hubungan jarak peternakan sapi dengan keadaan fisik sarana sumur gali (dinding, bibir, lantai dan penutup sumur terhadap kandungan bakteri coliform air sumur gali). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling pada suatu pertimbangan dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 24 sumur gali diobservasi jarak terhadap sumber pencemar (peternakan sapi) ≥ 15 m yang tidak memenuhi syarat 100 % dan terhadap parameter keadaan fisik yaitu dinding sumur kedap air 3 m tidak memenuhi syarat100 %, ketinggian bibir sumur ≥ 70 - 75 cm tidak memenuhi syarat 70,83%, lantai sumur gali kedap air radius ≥ 1 m tidak memenuhi syarat 74,17% dan penutup sumur gali kedap air yang tidak memenuhi syarat 54,17% serta kandungan coliform air sumur gali tidak memenuhi syarat 100% (Standar non perpipaan dan perpipaan 0 MPN/100 ml). Berdasarkan analisis pengukuran dan observasi di lapangan secara signifikan ada hubungan jarak sumur gali dengan peternakan sapi, keadaan fisik dinding sumur gali, keadan fisik bibir sumur gali, keadaan fisik lantai, dan keadaan fisik penutup yang tidak memenuhi syarat dapat menyebabkan kontaminasi bakteri coliform pada air sumur gali.
UJI FUNGSI PARU PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI WILAYAH PABRIK BATU KAPUR DI DESA GARAWANGI KABUPATEN MAJALENGKA Lili Mulyatna; Yonik Meilawati Yustiani; Happy Dhamayantris
Journal of Community Based Environmental Engineering and Management Vol. 2 No. 2 (2018): Vol. 2 No.2, September 2018
Publisher : Department of Environmental Engineering - Universitas Pasundan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.909 KB) | DOI: 10.23969/jcbeem.v2i2.1455

Abstract

Fungsi paru-paru manusia dapat menurun karena terpapar debu. Gangguan fungsi paru-paru umumnya terjadi karena adanya faktor individu dan faktor lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi paru-paru anak di daerah sekitar pabrik batu kapur. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Peak Flow Meter sebagai pengukur uji fungsi paru. Selain itu dilakukan pulan pengukuran tinggi badan dan usia anak. Sebagai responden adalah murid-murid Sekolah Dasar Garawangi II, yang bertujuan mengetahui kondisi dan mengetahui faktor-faktor yang terkait dengan fungsi paru di sekitar pabrik batu kapur. Jumlah responden adalah 226 siswa. Berdasarkan hasil penelitian, dari 226 responden, 14 anak tidak sesuai sebagai responden, 100 (47%) anak yang memiliki kondisi paru-paru normal dan 112 (53%) anak didiagnosis dengan gangguan fungsi paru. Faktor yang terkait dengan hasil ini adalah usia, tinggi dan jenis kelamin. Terdapat faktor lain yang juga diteliti namun secara statistik tidak terhubung yaitu menjadi perokok pasif dan jarak rumah di dekat pabrik.
Rainwater Treatment Using Treated Natural Zeolite and Activated Carbon Filter Lili Mulyatna; Yonik M. Yustiani; Astri Hasbiah; Widya Yopita
UNEJ e-Proceeding 2016: Proceeding The 1st International Basic Science Conference
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rainwater is an alternative sources of drinking water. The rainwater treatment process should be conducted before the rainwater can be consumed. One of the water treatment process is filtration. Zeolites and activated carbon are often used as filtration media due to its high availability and water pollutants removal efficiency. This research aims to measure filtration efficiency and the production cost of rainwater filtration treatment  using  modified/treated  natural zeolite  (TNZ) and activated carbon filter. Types of filter media used in this research are TNZ RC.32 (adsorbent for total dissolved solid, total suspended solid, CO2  and alkalinity), TNZ RC.42 (cation exchanger for Fe, Mn, color, and organic matter) and activated carbon filter. The research is conducted using four variations of filters configuration and  two  variations of reactor volume. The parameters tested are turbidity, total dissolved solid, pH, organic matter, and coliform. Reactor debit used is 0.01 l/sec. Filter configuration of TNZ RC.32 and activated carbon filter with 1.5 liter reactor volume has the highest organic substances removal efficiency by 58.85% and the lowest reactor production cost of Rp. 560,600. The results of rainwater treatment meets Indonesian drinking water regulation quality standards.
OPERASIONAL BANK SAMPAH UNIT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN Yonik Meilawati Yustiani
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol 2 No 2 (2019): environmental
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.014 KB)

Abstract

Bank sampah saat ini telah menjadi salah satu solusi pemerintah untuk menangani sampah di perkotaan. Beberapa bank sampah bahkan telah memiliki cabang untuk memperluas jangkauan pelayanan. Cabang bank sampah tersebut sering disebut sebagai bank sampah unit. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui sistem operasional bank sampah unit dalam membantu pengelolaan sampah perkotaan dan hubungannya dengan bank sampah induk. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah observasi langsung di salah satu kota yang memiliki bank sampah induk serta kajian literatur, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil observasi dan penelaahan diperoleh bahwa ikatan bisnis antara bank sampah induk dan unit tidak rumit. Bank sampah induk memberikan cara dan prosedur transaksi di bank sampah unit beserta harga penukaran sampah. Jenis unit antara lain bank sampah perkantoran, sekolah, dan warga. Walaupun terdapat standar operasi yang ditetapkan oleh bank sampah induk, namun tiap unit memiliki praktek operasional yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing unit, antara lain untuk sistem pemilahan, penyimpanan, penyerahan ke bank sampah induk dan jam operasi.
KAJIAN PENGARUH KUALITAS AIR SUNGAI CIKAPUNDUNG KANDUNGAN ESCHERICHIA COLI AIR SUMUR Hary Pradiko; Yonik Meilawati Yustiani
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol 2 No 2 (2019): environmental
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.717 KB)

Abstract

Bakteri Escherichia coli (E.coli) merupakan parameter biologi yang terukur relatif tinggi di Sungai Cikapundung, Bandung. Kandungan E. coli tidak boleh terdeteksi keberadaannya dalam air minum. Beberapa sumur warga di sekitar Sungai Cikapundung dikhawatirkan terkontaminasi dari air sungai yang tercemar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya bakteri E. coli di air sumur warga RW08 Kelurahan Babakan Ciamis dan pengaruh kualitas air Sungai Cikapundung terhadap sumur warga. Selain itu, penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jarak sungai dan sumur terhadap kandungan E.Coli air sumur. Sampling air dilakukan di beberapa sumur dan dianalisis di laboratorium. Pengolahan data dilakukan untuk mengetahui korelasi antara jarak dan kandungan E.coli menggunakan regresi linier. Hasil menunjukkan bahwa seluruh air sumur mengandung bakteri E. coli. Kandungan tertinggi mencapai 5,6 MPN/ 100 ml. Analisis statistik mendapatkan hasil bahwa variabel jarak sungai dan variabel sumur memiliki hubungan yang sangat baik dibandingkan dengan variabel independen lainnya. Nilai korelasi yang diperoleh adalah negatif, yang dapat diartikan bahwa jika jarak dari sungai ke sumur semakin dekat, maka bakteri E.coli akan semakin tinggi, dan sebaliknya
EVALUASI TERHADAP KEGIATAN PEMANTAUAN TERHADAP BUANGAN LIMBAH CAIR PT XYZ DI KABUPATEN SUMEDANG Yonik Meilawati Yustiani; Nesa Anggraini
Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam (JURNALIS) Vol 4 No 1 (2021): JURNALIS
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.415 KB) | DOI: 10.47080/jls.v4i1.1212

Abstract

Kegiatan pemantauan perairan permukaan merupakan hal yang penting untuk menjaga kualitas lingkungan sebagai habitat bagi biota dan ekosistem sekitarnya. Salah satu upaya pemantauan dilakukan langsung pada sumber potensi pencemaran yaitu efluen dari industri. DAS Cimanuk adalah salah satu area yang penting di Jawa Barat. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Sumedang ditugasi untuk dapat memantau efluen potensi sumber pencemar di DAS Cimanuk. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan pemantauan kualitas perairan yang dilakukan di Kabupaten Sumedang terhadap industri PT. XYZ. Evaluasi dilakukan dengan acuan SNI, baku mutu limbah cair, tata cara sampling melalui pengamatan langsung. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pemantauan dilakukan secara rutin tiap bulan. Tata cara diikuti dengan baik. Sedangkan hasil analisis terhadap sampel limbah memperlihatkan hasil yang memenuhi baku mutu.
Konsep Pengelolaan Sampah Di Desa Babakan Kabupaten Bandung Yonik Meilawati Yustiani; Anni Rochaeni; Elva Aulia
EnviroScienteae Vol 15, No 1 (2019): EnviroScienteae Volume 15 Nomor 1, April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.78 KB) | DOI: 10.20527/es.v15i1.6332

Abstract

Residents and the government of Babakan Village have had difficulty managing their waste since the closure of the Babakan landfill several years ago. This study aims to formulate the concept of waste management in the Babakan Village, Bandung Regency, considering the waste generation and the characteristics of the residents. Data on the waste generation was obtained by sampling in several houses, while data on the characteristics of citizens was collected by distributing questionnaires. Based on the data gathered, it was found that the average waste generation per person per day in the Babakan Village was 0.134 kg with the composition of organic waste dominating up to 70.5%, while inorganic as much as 29.5%. The dominant types of waste in inorganic waste groups are plastic. In general, respondents have a good level of knowledge about waste. The enthusiasm of the community is high in participating to manage the waste with the 3R programs, such as recycling and operation of waste banks. With these data, the planning of handling of organic waste is done by a simple composter and biopori cylindrical water absorption hole, while handling inorganic waste can be done by operating a waste bank system. 
EVALUASI OPERASIONAL SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH PADAT MEDIS DI RUMAH SAKIT GARUT Yonik Meilawati Yustiani
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 2, No 1 (2019): ENVIROSAN Juni 2019
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.6 KB) | DOI: 10.31848/ejtl.v2i1.277

Abstract

Limbah padat medis merupakan buangan yang terutama dihasilkan oleh rumah sakit. Penanganan limbah padat medis harus dilakukan dengan benar agar tidak membahayakan bagi lingkungan. Kajian ini disusun dengan tujuan untuk mengevaluasi operasional sistem pengelolaan limbah padat medis yang ditimbulkan oleh kegiatan di Rumah Sakit (RS) Garut. Sebagai dasar acuan evaluasi, digunakan adalah peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia No.1204/Menkes/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 56 Tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah B3 dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia No. 101 tahun 2014 tentang Pengelolaam Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Metode yang digunakan adalah observasi, pengamatan langsung serta wawancara dengan personil terkait. Hasil pengamatan dan wawancara tersebut memperlihatkan bahwa sistem pengelolaan sampah di RS Garut meliputi pemilahan, pewadahan, pengumpulan, pelabelan, pengumpulan, dan pengangkutan untuk pengolahan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh kegiatan yang diwajibkan oleh peraturan pemerintah telah dilaksanakan dengan baik. Perlu upaya perbaikan dalam pemilahan karena sampah domestik masih ada yang masuk ke dalam wadah sampah medis, penambahan troli pengangkut sampah tiap ruang yang menimbulkan limbah padat medis, pengaturan penyimpanan sampah dalam TPS LB3 dan penambahan jadwal pengangkutan sampah dari RS ke tempat pengolahan. Kata Kunci: Limbah padat medis, Limbah B3, rumah sakit
UJI EFEKTIVITAS IONIZER BBM TERHADAP PENURUNAN EMISI GAS KARBON MONOKSIDA DAN HIDROKARBON PADA MOBIL DENGAN SISTEM KARBURATOR Lili Mulyatna; Yonik Meilawati Yustiani; Ahmad Sidik
INFOMATEK Vol 21 No 1 (2019): Volume 21 No. 1 Juni 2019
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.999 KB) | DOI: 10.23969/infomatek.v21i1.1614

Abstract

Salah satu sumber pencemaran udara di kota besar adalah emisi gas buang yang berasal dari kendaraan. Untuk mengurangi emisi gas buang tersebut, alternatif yang sering digunakan adalah ionizer bahan bakar minyak (BBM) yang pada prinsipnya dapat meningkatkan pembakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas penggunaan ionizer BBM tersebut untuk mengurangi emisi gas karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) dari proses pembakaran BBM jenis Premium, Pertalite dan Pertamax. Alat yang digunakan untuk mengukur emisi gas buang adalah exhaust gas analyzer, sedangkan kendaraan bermotor yang digunakan adalah mobil dengan sistem karburator. Hasil pengukuran emisi CO dan HC tersebut kemudian diolah untuk mengetahui tingkat efektivitas ionizer BBM. Hasil pengolahan data memperlihatkan bahwa ionizer BBM memiliki efisiensi penurunan emisi yang berbeda-beda untuk tiap jenis bahan bakar. Penurunan emisi gas CO paling tinggi terjadi pada bahan bakar pertamax sebesar 0,31%, sedangkan penurunan emisi gas HC mencapai sebesar 347,66 ppm. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa efektifitas ionizer BBM dalam mengurangi emisi CO dan HC relatif rendah.
PEMETAAN KEBISINGAN DI RUANG DEPARTEMEN SPARE PART DAN DEPARTEMEN LAS MENGGUNAKAN APLIKASI SURFER Lili Mulyatna; Yonik Meilawati Yustiani; Ari Rizky Darmawan
INFOMATEK Vol 21 No 2 (2019): Volume 21 No. 2 Desember 2019
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.992 KB) | DOI: 10.23969/infomatek.v21i2.1983

Abstract

PT. SA adalah industri penyedia suku cadang (spare part) dan rekayasa mesin produksi. Proses produksi pabrik ini berpotensi menimbulkan kebisingan yang dapat menurunkan tingkat kenyamanan bahkan kesehatan responden yang berada di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kebisinganyang terjadi di ruang Departemen Spare Part dan Departemen Las industri tersebut. Pemetaan dilakukan dari hasil pengukuran ini. Dengan pemetaan yang diperoleh, maka penanggulangan dapat dilakukan sesuai dengan lokasi yang telah terpetakan memiliki kebisingan melewati baku mutu. Pengukuran tingkat kebisingan dilakukan dengan menggunakan alat Sound Level Meter. Pengukuran dilakukan berdasarkan SNI 7231:2009, yaitu selama 10 menit pada setiap titik dan data yang diperoleh adalah data tingkat kebisingan. Pembuatan peta kebisingan dalam ruang Spare Part dan Las tersebut dilakukan aplikasi Surfer versi 11. Pengukuran menunjukkan bahwa tingkat kebisingan yang tertinggi terjadi pada unit Departemen Spare Part. Nilai kebisingan yang terjadi yaitu 95,4 dB. Sedangkan pada Departemen Las mempunyai tingkat kebisingan terendah sebesar 90,9 dB. Beberapa faktor lain di luar suara mesin juga mempengaruhi kebisingan, baik berasal dari alat transportasi, suara manusia dan aktivitas penyelesaian barang menggunakan alat pemukul.