Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Values of Physical Education from the Perspective of the Hadith Akbar Yusuf; Arifuddin Ahmad; Muh. Sabir Maidin
ETDC: Indonesian Journal of Research and Educational Review Vol. 5 No. 3 (2026): June
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/ijrer.v5i3.4676

Abstract

Physical education plays a strategic role in developing students holistically by integrating physical, mental, social, moral, and spiritual dimensions. However, in educational practice, physical education is often narrowly focused on physical activities and sport skills, with limited integration of religious and moral values. This study aims to analyze the physical education values contained in the Hadith of the Prophet Muhammad (peace be upon him) and examine their relevance to modern physical education concepts. This research employed a qualitative approach using library research with a thematic Hadith analysis design. Data were collected from primary sources in the form of Hadiths and supported by secondary sources, including books and scientific journals related to physical education, health, and Islamic education. The findings indicate that the Hadith contains comprehensive physical education values, such as the importance of physical health and fitness, development of motor skills, discipline and consistency in physical activity, sportsmanship and moral character, and balance between physical and spiritual well-being. These values highlight that physical activity in Islam is not merely physical training but also a means of character formation and spiritual awareness. Furthermore, the study reveals a strong alignment between Hadith-based physical education values and modern physical education concepts that emphasize holistic development, health-oriented learning, character education, and lifelong active lifestyles. The study concludes that integrating Hadith-based values into physical education can strengthen its philosophical foundation and support the development of physically healthy, mentally resilient, and morally grounded individuals.
Digitalisasi Hadis: Perkembangan dan Dampaknya terhadap Pembelajaran Islam Masa Kini Muh. Noer Ghaffar Herman; Muh Arfan Rahman; Tasbih; Muh. Sabir Maidin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.588

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang studi dan pembelajaran hadis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan digitalisasi hadis serta dampaknya terhadap pembelajaran Islam pada masa kini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan mengumpulkan data dari buku, jurnal ilmiah, artikel, dan sumber digital yang relevan dengan kajian hadis dan teknologi pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi hadis memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam mempelajari hadis melalui aplikasi, website, dan media sosial yang menyediakan kitab-kitab hadis secara daring. Selain meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran, digitalisasi hadis juga memperluas jangkauan dakwah dan pengkajian Islam di kalangan generasi muda. Namun, perkembangan tersebut juga menimbulkan tantangan, seperti penyebaran hadis yang tidak valid, rendahnya literasi digital keislaman, dan kurangnya kemampuan masyarakat dalam melakukan verifikasi sumber hadis. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang baik mengenai ilmu hadis serta pengawasan terhadap sumber-sumber digital agar pemanfaatan teknologi dapat mendukung pembelajaran Islam yang autentik dan berkualitas. Dengan demikian, digitalisasi hadis menjadi salah satu inovasi penting dalam pengembangan pendidikan Islam di era modern.
Kritik Sanad dan Matan: Upaya Menjaga Otentitas Hadits Nabi Royyan; A. Muhammad Zia Ulhaq; Tasbih; Muh. Sabir Maidin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode kritik sanad dan kritik matan sebagai upaya ilmiah dalam menjaga otentitas hadits nabi muhammad saw., sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat agar lebih kritis dan selektif dalam menerima serta menyebarkan hadits di era digital. Manfaat penelitian ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai perinsip -perinsip ilmu hadits dan menjadi referensi bagi pelajar maupun mahasiswa yang yang mempelajari kritik hadits. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research), yaitu menelaah berbagai literatur primer dan sekunder berupa kitab hadits, buku ilmiah, dan jurnal akademik. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kritik sanad berfokus pada penilaian kesinambungan rantai periwayatan (ittisal al-sanad) dan kredibilitas perawi melalui metode al-jarh wa al-ta’dil, sedangkan kritik matan menguji kesesuaian isi hadits dengan Al-Qur’an, hadits yang lebih kuat, akal sehat, fajta sejarah, serta perinsip maqasid al-syari’ah. Suatu hadits dinyatakan shahih apabila memenuhi kedua aspek tersebut secara bersamaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kritik sanad dan matan dua metode yang saling melengkapi dan esensial dalam menjaga kemurnian ajaran islam , serta penguasaannya perlu disosialisasikan lebih luas kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi maraknya penyebaran informasi keagamaan yang tidak terverifikasi di media digital.
Metodologi Penyusunan Kitab-Kitab Hadis: Studi Komparatif Enam Kitab Hadis Utama dalam Tradisi Keilmuan Islam Anugrah Sekar Diva; Rifqa Fadhlina; Tasbih; Muh. Sabir Maidin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.593

Abstract

Kajian ini membahas metodologi penyusunan kitab-kitab hadis sebagai disiplin ilmiah dalam tradisi keilmuan Islam. Melalui pendekatan deskriptif-analitis dan kajian kepustakaan (library research), artikel ini menguraikan pengertian metodologi penyusunan kitab hadis, langkah-langkah metodologis mulai dari pengumpulan (tahammul), penulisan, kritik sanad, kritik matan, seleksi, klasifikasi, hingga sistematika penyusunan. Dibahas pula berbagai bentuk metode penyusunan seperti musnad, sunan, jami', mu'jam, mustadrak, mustakhraj, atraf, dan maudhui. Artikel ini juga menyajikan perbandingan karakter metodologis enam kitab hadis utama: Sahih al-Bukhari, Sahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Jami' al-Tirmidzi, al-Muwatta', dan Musnad Ahmad. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap kitab hadis memiliki manhaj yang berbeda yang menentukan fungsi dan cara penggunaannya. Pemahaman metodologi ini penting agar pembaca dapat memanfaatkan kitab hadis secara tepat dan proporsional.
Teknik Periwayatan Hadis: Pengertian, Bentuk Periwayatan, Syarat, dan Metode Periwayatan Shiti Rahmah Hatta; Andi Nadila Khaerani; Tasbih; Muh. Sabir Maidin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami teknik periwayatan hadis yang meliputi pengertian periwayatan hadis, bentuk-bentuk periwayatan, syarat-syarat periwayatan, serta metode periwayatan hadis. Kajian ini penting dilakukan karena hadis merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur’an yang keasliannya harus dijaga melalui sistem periwayatan yang ketat dan terstruktur. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengkajian berbagai literatur yang berkaitan dengan ilmu hadis dan periwayatan hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periwayatan hadis adalah proses penerimaan dan penyampaian hadis dengan menyebutkan sanad secara jelas melalui tahammul dan ada’, serta menjaga keakuratan hadis melalui hafalan, penulisan, dan pengamalan. Bentuk periwayatan hadis terdiri atas periwayatan bil lafadz dan bil makna. Selain itu, periwayatan hadis mensyaratkan perawi yang beragama Islam, adil, dhabith, serta sanad yang bersambung dan terbebas dari cacat. Metode periwayatan hadis meliputi sama’, qira’ah, ijazah, munawalah, mukatabah, i’lam, wasiat, dan wijadah. Kesimpulannya, teknik periwayatan hadis menunjukkan adanya sistem transmisi ilmiah yang teratur dalam menjaga keotentikan hadis sebagai pedoman ajaran Islam.
Harmonization of Study Schedules and Zuhur Prayer Practices at Nahdlatul Ulum Islamic Boarding School, Maros Regency: A Maqasid al-Shariah Perspective Andi Ahsan Taqwim; Misbahuddin M; Nur Taufiq Sanusi; Muh. Sabir Maidin; Imran Anwar Kuba
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 4, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.22629660

Abstract

This study discusses the policies of Nahdlatul Ulum Islamic Boarding School in Maros Regency regarding the scheduling of study time and the implementation of congregational Zuhur prayer from the perspective of maqāṣid al-sharī‘ah. This research is a field study with a qualitative approach. Primary data was obtained through interviews with campus leaders, school principals, supervisors, and teachers, as well as documents like the activity schedules of students at Nahdlatul Ulum Islamic Boarding School in Maros Regency. Secondary data comes from fiqh literature on the theory of maqāṣid al-sharī‘ah. The analysis technique used is descriptive analysis with a maqāṣid al-sharī‘ah approach, allowing conclusions to be drawn. The research results show that the study schedule at Nahdlatul Ulum Islamic Boarding School in Maros Regency is carried out systematically, with learning sessions running from 07:30 to 13:10 WITA, while the congregational Zuhur prayer is held from 13:10 to 13:30 WITA after all learning activities are completed. The policy of postponing the Zuhur prayer is implemented to avoid negative effects such as disruptions to the learning process, weak student supervision, and less effective delivery of learning materials. From the perspective of maqāṣid al-sharī‘ah, this policy is an effort to protect ḥifẓ al-‘aql by creating effective and organized learning, while still maintaining ḥifẓ al-dīn. In line with that, from the perspective of fiqh al-awlawiyyāt, this policy is seen as a form of prioritization because the Zuhur prayer falls within a broad time range, while the learning process has a more limited time and is bound by the academic schedule.