Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Status Hukum Pernikahan Sirri Dalam Hukum Islam Andi Iismiaty; M. Thahir Maloko; Nur Taufiq Sanusi
Alauddin Law Development Journal (ALDEV) Vol 2 No 2 (2020): ALDEV
Publisher : Law Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/aldev.v2i2.15312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pernikahan sirri dan untuk mengetahui pandangan hukum Islam dan undang-undang terhadap status hukum pernikahan sirri. Penulis menggunakan pedekatan yuridis yaitu hukum sebagai norma yaitu implementasi ketentuan undang-undangan, penelitian ini tergolong library reseach, yaitu penelitian yang dilakukan di perpustakaan dan peneliti berhadapan dengan berbagai macam literatur sesuai  tujuan  dan  masalah  yang  sedang  dipertanyakan. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa pernikahan sirri terjadi karena adanya faktor faktor yang menyebabkan yaitu faktor ekonomi, faktor usia, faktor ikatan dinas, faktor kurangnya pemahaman dan kesadaran tentang pencatatan pernikahan, faktor poligami, dan faktor perbuatan zina. Menurut penelitian yang telah di dapat bahwa nikah sirri adalah nikah yang dilakukan diluar pengawasan pencatatan nikah dan tidak tercatat di KUA sedangkan nikah sirri menurut hukum Islam sah atau legal di halalkan atau diperbolehkan jika syarat dan rukun nikahnya terpenuhi pada saat nikah sirri. 
Perbandingan Tarekat Khalawatiyah Samman dan Tarekat Naqsabandiyah dalam Ibadah Gair Maḥḍah; Studi Kasus Kabupaten Maros Muhammad Jusran; Taufik Sanusi
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab dan Hukum MEI
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.v2i2.20517

Abstract

Tarekat yang bisa dipahami sebagai “jalan” menuju spiritualitas, sebenarnya bukan sekadar berisi ritual-ritual semata, tetapi juga menyangkut sikap dan penghayatan manusia pada kehidupan yang kompleks dan fana ini. Konsep ajaran Tarekat Khalwatiyah Tamman dan Tarekat Naqsabandiyah di Kab. Maros memiliki kesamaan dalam konsep ajaran wahdat al-wujud, sebagai tujuan akhir yang ingin dicapai oleh kedua tarekat tersebut dengan jalan mujahadah yang pada prakteknya berdiri diatas syariah, tarekat, hakikat, makrifat. Dalam pelaksanaannya kedua tarekat tersebut menjalankkan ibadah ghairu mahdhah lainnya, namun memiliki perbedaan pada wilayah ritual pelaksanaan seperti Bai’at, dzikir. Tarekat Khalawatiyah Samman melaksanakan“sikkiri tellu ratu”dan“sikkiri seppulo”, dan dzikir. Tarekat Naqsabandiyah Melaksanakan dzikir ism al-dzat dan dzikir naïf wa itsbat. Jenis penelitian ini adalah Penelitian ini tergolong fieid research (lapangan) dengan menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan teologi normatif dan sosiologi. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi.Kata Kunci: Tarekat, Tarekat Khalawatiyah Samman, Tarekat Naqsabandiyah, Ibadah Ghairu Mahdhah.
Harmonization of Study Schedules and Zuhur Prayer Practices at Nahdlatul Ulum Islamic Boarding School, Maros Regency: A Maqasid al-Shariah Perspective Andi Ahsan Taqwim; Misbahuddin M; Nur Taufiq Sanusi; Muh. Sabir Maidin; Imran Anwar Kuba
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 4, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.22629660

Abstract

This study discusses the policies of Nahdlatul Ulum Islamic Boarding School in Maros Regency regarding the scheduling of study time and the implementation of congregational Zuhur prayer from the perspective of maqāṣid al-sharī‘ah. This research is a field study with a qualitative approach. Primary data was obtained through interviews with campus leaders, school principals, supervisors, and teachers, as well as documents like the activity schedules of students at Nahdlatul Ulum Islamic Boarding School in Maros Regency. Secondary data comes from fiqh literature on the theory of maqāṣid al-sharī‘ah. The analysis technique used is descriptive analysis with a maqāṣid al-sharī‘ah approach, allowing conclusions to be drawn. The research results show that the study schedule at Nahdlatul Ulum Islamic Boarding School in Maros Regency is carried out systematically, with learning sessions running from 07:30 to 13:10 WITA, while the congregational Zuhur prayer is held from 13:10 to 13:30 WITA after all learning activities are completed. The policy of postponing the Zuhur prayer is implemented to avoid negative effects such as disruptions to the learning process, weak student supervision, and less effective delivery of learning materials. From the perspective of maqāṣid al-sharī‘ah, this policy is an effort to protect ḥifẓ al-‘aql by creating effective and organized learning, while still maintaining ḥifẓ al-dīn. In line with that, from the perspective of fiqh al-awlawiyyāt, this policy is seen as a form of prioritization because the Zuhur prayer falls within a broad time range, while the learning process has a more limited time and is bound by the academic schedule.