Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENDAMPINGAN MEMBACA PEMAHAMAN TEKS DENGAN STRATEGI VISUALISASI PADA SISWA USIA SEKOLAH DASAR KELAS V Madu, Fransiska Jaiman; Jediut, Mariana; Purnami, Wahyuni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33171

Abstract

Abstrak: Rendahnya kemampuan membaca pemahaman pada siswa sekolah dasar merupakan mendorong tim PkM untuk menerapkan strategi visualisasi yang diklaim dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman. Terdapat 15 orang siswa kelas IV yang dijadikan objek dalam kegiatan ini. Tes dilakukan sebanyak dua kali yakni tes awal dan tes akhir. Kegiatan dilakukan dengan beberapa langkah seperti menyiapkan bacaan, anak-anak diminta membaca dan memahami teks bacaan, tim memvisualisasikan secara lisan teks bacaan berupa cerita kepada anak-anak, meminta anak menceritakan ulang, dan anak-anak diberi kesempatan menulis kembali cerita yang sudah divisualisasikan (tes). Hasil kegiatan PkM mencerminkan bahwa strategi visualisasi terbukti membantu siswa dalam memahami isi bacaan yang divisualisasikan. Hal tersebut tersebut terbkuti pada meningkatnya nilai rata-rata kelas. Nilai rata-rata kelas sebelum diberi pendampingan adalah 55.66% sedangkan nilai rata-rata kelas setelah diberi pendampingan adalah 90,66%.Abstract: The low reading comprehension skills of primary school students prompted the PkM team to implement a visualisation strategy that is claimed to help students improve their reading comprehension skills. Fifteen fourth-grade students were selected as subjects for this activity. The test was conducted twice, namely the pre-test and post-test. The activity was carried out in several steps, such as preparing the reading material, asking the children to read and understand the text, the team verbally visualising the text in the form of a story to the children, asking the children to retell the story, and giving the children the opportunity to rewrite the story that had been visualised (test). The results of the PkM activity reflect that the visualisation strategy proved effective in helping students understand the content of the visualised reading material. This was evidenced by the increase in the class average score. The class average score before the intervention was 55.66%, while the class average score after the intervention was 90.66%.
Storytelling Partisipatif sebagai Wahana Literasi Membaca: Sebuah Kajian Progresivisme Madu, Fransiska Jaiman; Jediut, Mariana; Bosco, Fabianus Hadiman; Supardi, Kanisius
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.452

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengonstruksi kerangka konseptual storytelling partisipatif sebagai wahana penguatan literasi membaca dalam perspektif filsafat pendidikan progresivisme, serta merumuskan sintaks alternatif pembelajaran yang relevan untuk siswa sekolah dasar. Latar belakang kajian ini berangkat dari rendahnya literasi membaca di Indonesia, baik berdasarkan asesmen internasional maupun temuan nasional, serta masih dominannya praktik pembelajaran membaca yang bersifat mekanis, berpusat pada guru, dan kurang memberi ruang bagi pengalaman, dialog, serta partisipasi aktif siswa. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah literatur terkait literasi membaca, storytelling, budaya partisipatif, dan progresivisme pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa storytelling partisipatif selaras dengan prinsip progresivisme karena menempatkan siswa sebagai subjek aktif yang membaca, menafsirkan, memodifikasi, menyusun, menceritakan kembali, dan merefleksikan cerita secara kolaboratif. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman bacaan, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, keberanian mengemukakan gagasan, kepekaan sosial, serta kebiasaan berdialog secara demokratis. Sintaks pembelajaran yang dirumuskan meliputi tahap persiapan, kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, presentasi, dan refleksi. Dengan demikian, storytelling partisipatif dapat dipandang sebagai strategi pedagogis progresif yang berpotensi merevitalisasi pembelajaran literasi membaca agar lebih bermakna, kontekstual, demokratis, dan transformatif.