Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Poklahsar Anggun Melalui Diversifikasi Ikan Presto Berbumbu Berbasis Blue Economy di Dusun Lekok, Kabupaten Lombok Utara Shelly Sylvia Agustina; Mutiara Mita Kasia; Farah Ainun Jamil; Ade Rezkika Nasution; Mohammad Alwi Shahab; I Gusti Putu Bayu Paramayuda
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 05 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpmws.v5i05.3455

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir melalui diversifikasi produk ikan layang presto berbumbu berbasis konsep blue economy di Dusun Lekok, Kabupaten Lombok Utara. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan teknis, dan kemandirian ekonomi masyarakat dalam pengolahan hasil perikanan. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dan berkelanjutan melalui penyuluhan, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan meliputi pemilihan bahan baku, penanganan ikan secara higienis, formulasi bumbu, teknik presto, pengemasan vakum, dan pelabelan produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam pengolahan ikan, sanitasi, pengemasan, serta peningkatan kualitas produk. Selain itu, program ini meningkatkan partisipasi kelompok, motivasi berwirausaha perempuan pesisir, dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan melalui produk perikanan bernilai tambah dan berpotensi ekonomi tinggi.
Pengaruh Bauran Pemasaran (4P) Pada Kepuasan UMKM Kopi Keliling Menggunakan Pendekatan SEM-PLS Mohammad Alwi Shahab; Ade Rezkika Nasution; Shelly Sylvia Agustina; Farah Ainun Jamil
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.797

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kopi Keliling di Mataram menghadapi persaingan yang semakin ketat, sehingga memerlukan strategi bauran pemasaran yang efektif untuk meningkatkan kepuasan konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh bauran pemasaran (4P) yaitu Produk, Harga, Tempat, dan Promosi terhadap kepuasan konsumen serta pengaruh kepuasan konsumen terhadap minat beli ulang pada UMKM Kopi Keliling. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 220 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat variabel bauran pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Variabel Tempat merupakan prediktor terkuat (β = 0,341; t = 4,512; p < 0,001), diikuti Harga (β = 0,287), Promosi (β = 0,253), dan Produk. Kepuasan konsumen selanjutnya berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli ulang. Secara deskriptif, persepsi konsumen terhadap bauran pemasaran berada pada kategori Baik, dengan indikator Keterjangkauan Harga (4,46) dan Kemudahan Akses Lokasi (4,38) sebagai nilai tertinggi, sedangkan Diskon/Promo Harga (3,17) merupakan nilai terendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi elemen Place dan strategi promosi harga menjadi kunci peningkatan kepuasan serta loyalitas konsumen UMKM Kopi Keliling. Temuan ini memberikan implikasi strategis bagi pelaku UMKM dalam merancang bauran pemasaran yang lebih berorientasi pada konsumen muda.
How Is Household Food Security Assessed In Small Island Communities? A Narrative Review Dyah Ayu Suryaningrum; Shelly Sylvia Agustina; Daeva Mubarika Raisa; M. Alwi Shahab; Farah Ainun Jamil
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.801

Abstract

Household food security assessment in small island communities requires indicators that reflect the specific realities of island life. Small islands often face limited land and freshwater resources, dependence on external food supply, high transport costs, climate vulnerability, and shifting dietary patterns. This article aims to review how household food security is assessed in small island communities and to identify key indicators commonly used in the literature. Using a narrative review of Scopus-indexed publications, this study synthesizes indicators across four dimensions of food security: availability, access, utilization, and stability. The review shows that common indicators include local food production, fisheries resources, food import dependency, household income, food expenditure, dietary diversity, nutrition outcomes, climate shocks, and supply chain disruption. However, conventional assessments often overlook island-specific indicators such as dependence on mainland supply, sea transport access, food sharing, social networks, marine livelihood dependence, dietary transition, and freshwater constraints. The study suggests that household food security assessment in small islands should combine standard food security indicators with contextual indicators that capture geographic isolation, environmental uncertainty, and community-based coping mechanisms. Such an approach can support more accurate evidence and context-sensitive policy interventions for small island food systems.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA UDANG VANAME DI KECAMATAN BAYAN, KABUPATEN LOMBOK UTARA. Shelly Sylvia Agustina; Ni Made Nike Zeamita Widiyanti
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i3.1522

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi penyumbang terbesar produksi udang nasional berkat potensi lahan luas, meskipun baru sebagian kecil yang dimanfaatkan secara optimal. Permintaan pasar yang meningkat, ketersediaan lahan potensial, serta kontribusi sektor budidaya terhadap perekonomian daerah menjadi dasar perlunya evaluasi kelayakan usaha yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha budidaya udang vaname di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, sebagai salah satu sentra produksi udang di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 31 pembudidaya. Analisis data meliputi perhitungan biaya tetap, biaya variabel, total biaya, total penerimaan, pendapatan, serta analisis kelayakan usaha yang terdiri atas R/C Ratio, B/C Ratio, dan BEP harga maupun unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi sebesar Rp14.394.905 per tahun dengan rata-rata total penerimaan sebesar Rp28.459.274 sehingga menghasilkan rata-rata pendapatan bersih sebesar Rp14.064.369 per tahun. Nilai B/C Ratio yang diperoleh sebesar 2 dan nilai R/C Ratio sebesar 1. Nilai BEP unit sebesar 296 kg dan BEP harga sebesar Rp24.624/kg. Secara keseluruhan, budidaya udang vaname di Kecamatan Bayan layak dijalankan, namun peningkatan efisiensi teknis dan manajerial tetap diperlukan untuk memperkuat keberlanjutan usaha.