Lutviatul Mukarromah
Universitas Islam Negeri Madura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Kecerdasan Buatan AI dalam Pembelajaran Sebagai Strategi Penumbuhan Technopreneurship Peserta Didik di MAN 1 Pamekasan Aldi Firnanda; Novia Shafa Dwijayanti; Sahril Hamdani; Achmad Muafi Siddik; Lutviatul Mukarromah
re-JIEM (Research Journal of Islamic Education Management) SPECIAL ISSUE OF 1-ST INCOME (INTERNATIONAL CONFERENCE ON MANAGEMENT AND EDUCATION)
Publisher : Islamic Education Management Study Program, Tarbiyah and Teacher Training Faculty, State Islamic University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/re-jiem.vi.24287

Abstract

The integration of artificial intelligence in learning at MAN 1 Pamekasan still faces conceptual and pedagogical challenges in directing its utilization to foster creative, innovative, and technopreneurial attitudes in students. This research aims to analyze the forms of artificial intelligence integration in learning and its role in fostering technopreneurship among students at MAN 1 Pamekasan. This research uses a field-based qualitative method. Research data was obtained thru interviews, observations, and documentation. The research findings indicate that artificial intelligence has been integrated into learning as a learning aid, a source for exploring ideas, a means for project development, and a support for learning evaluation. Some of the artificial intelligence used include ChatGPT, Canva, Gemini AI, and Google Classroom. The utilization of artificial intelligence contributes to encouraging students to think creatively, innovatively, and adaptively, especially in designing simple digital products and simulating technology-based business opportunities. The integration of artificial intelligence still faces obstacles such as infrastructure intelligence, the digital literacy gap, and the need to strengthen technology in learning. This research is expected to contribute to artificial intelligence-based learning that focuses on strengthening technopreneurship in secondary education.
PERAN EMOJI DALAM KOLOM kOMENTAR JUAL BELI DI TIKTOK AKUN SAKERA OLEHOLEHMADURA: KAJIAN SIBER PRAGMATIK: The Role of Emojis in Forming Speech Meaning in Buying and Selling Interactions on TikTok Shop Account SAKERA BYHOLEHMADURA: A Cyber Pragmatic Study Aldi Firnanda; Novia Shafa Dwijayanti; Lutviatul Mukarromah
CARAKA Vol 12 No 2 (2026): JUNE: ON PROGRES
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v12i2.22066

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran emoji dalam pembentukan makna tutur pada kolom komentar jual beli di TikTok Shop akun SAKERA OLEHOLEHMADURA serta menjelaskan fungsinya dalam interaksi transaksional digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan siber pragmatik. Data penelitian berupa komentar tertulis yang mengandung emoji pada kolom komentar TikTok Shop akun SAKERA OLEHOLEHMADURA yang dikumpulkan melalui teknik simak dan catat. Analisis data dilakukan melalui tahap identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi makna tutur berdasarkan konteks komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emoji berfungsi sebagai penanda sikap, emosi, dan maksud tutur yang melengkapi pesan verbal dalam interaksi jual beli daring. Lima emoji yang paling dominan ditemukan adalah emoji wajah tersenyum dengan hati, wajah meneteskan air liur, wajah menangis keras, hati merah, dan wajah dengan air mata kebahagiaan. Emoji digunakan untuk memperkuat ekspresi evaluatif, seperti kepuasan, kekaguman, kenikmatan, dan ketertarikan terhadap produk yang ditawarkan. Selain itu, emoji berperan dalam memperjelas makna ilokusi tuturan, mengurangi ambiguitas pesan, serta memperkuat daya persuasif komentar dalam komunikasi berbasis teks. Temuan penelitian menunjukkan bahwa emoji merupakan unsur multimodal yang penting dalam praktik perdagangan digital karena tidak hanya berfungsi sebagai elemen visual, tetapi juga sebagai strategi pragmatis dalam membangun makna dan efektivitas interaksi komersial di media sosial