Elfira Abidatul Maula
Universitas Yudharta Pasuruan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Tematik Psikoterapi Al-Qur’an dalam Antisipasi Skizofrenia Paranoid Elfira Abidatul Maula; Wiwin Ainis Rohtih; Miftara Ainul Mufid; Amir Mahmud
Jurnal Semiotika Quran Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v6i1.34538

Abstract

Skizofrenia paranoid merupakan gangguan mental kronis yang ditandai dengan delusi, halusinasi, dan gangguan berpikir. Skizofrenia termasuk salah satu dari penyebab utama kecacatan, meskipun jumlah kejadiannya relatif lebih rendah dibanding dengan beberapa gangguan mental lainnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep psikoterapi Al-Qur’an sebagai upaya antisipasi gejala skizofrenia paranoid. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan model studi kepustaan (library research), yaitu dengan cara menelaah dan menganalisis secara tematik ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan konsep waswas, dzikir, membaca dan mendengarkan lantunan ayat Al-Qur’an. Hasil kajian menunujukkan bahwa konsep waswas dalam Al-Qur’an memiliki relevansi fenomenologis dengan halusinasi audiotorik pada penderita skizofrenia paranoid. Selain itu, praktik psikoreligius seperti dzikir, membaca dan mendengarkan murottal Al-Qur’an berpotensi membantu menenangkan emosi, menurunkan intensitas halusinasi. psikoreligius dapat menjadi upaya komprehensif dalam mengantisipasi gejala skizofrenia paranoid. Kontribusi penelitian ini ada pada Pembangunan kerangka psikoterapi al-Qur’an yang integratif antara tafsir dan psikologis klinis, serta menwarkan pendekatan pendamping dalam penanganan skizofrenia paranoid.
Pendampingan dan Optimalisasi Literasi Al-Qur’an melalui Program LENTERA pada Siswa SMKN 1 Purwosari Kabupaten Pasuruan Wiwin Fachrudin Yusuf; Elfira Abidatul Maula; Achmad Dani Isnanto; Muhammad Viky Jailani; Luluk Badriyah; Syaila Ika Sabrina; Ahmad Tajuddin
Maslahat: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maslahat: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Juni)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/maslahat.v6i2.1352

Abstract

Literasi al-Qur’an memiliki peranan strategis dalam membangun peradaban berbasis nilai-nilai Islam, terutama dalam konteks Pendidikan. Kondisi siswa SMK di Pasuruan, di SMKN 1 Purwosari terdapat kegiatan Pustaka Keliling untuk mengoptimalkan gerakan literasi di sekolah. Namun disayangkan bahwa literasi al-Qur’an masih belum mendapat perhatian yang memadai, seperti minimnya kesadaran membaca al-Qur’an, rasa malu siswa belajar membaca al-Qur’an dan keterbatasan sarana pembelajaran. Berdasarkan hasil evaluasi awal sebanyak 10% siswa membutuhkan perhatian khusus dalam meningkatkan kemampuan membaca dan memahami al-Qur’an. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdi melaksanakan program LENTERA (Latihan Intensif Tadarus Al-Qur’an), sebuah inisiatif strategis yang bertujuan mengoptimalkan literasi Qur’an melalui integrasi materi BTQ (Baca Tulis al-Qur’an) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), kegiatan ekstrakurikuler dan sesi privat yang intensif. Metode Participatory Action Reasearch (PAR) digunakan dalam merancang program ini, melibatkan tiga tahapan utama: penyaringan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program ini mampu meningkatkan kemampuan literasi al-Qur’an siswa, memperkuat pemahaman tajwid, serta membangun kebiasaan membaca al- Qur’an. Selain itu, metode yang bervariasi dan berbasis teknologi menciptakan suasana pembelajaran interaktif dan relevan sesuai dengan kebutuhan siswa. Program ini diharapkan menjadi Langkah awal untuk memperkuat literasi al-Qur’an sebagai bagian integral dari Pendidikan berbasis spiritual dan moderanitas.