Literasi al-Qur’an memiliki peranan strategis dalam membangun peradaban berbasis nilai-nilai Islam, terutama dalam konteks Pendidikan. Kondisi siswa SMK di Pasuruan, di SMKN 1 Purwosari terdapat kegiatan Pustaka Keliling untuk mengoptimalkan gerakan literasi di sekolah. Namun disayangkan bahwa literasi al-Qur’an masih belum mendapat perhatian yang memadai, seperti minimnya kesadaran membaca al-Qur’an, rasa malu siswa belajar membaca al-Qur’an dan keterbatasan sarana pembelajaran. Berdasarkan hasil evaluasi awal sebanyak 10% siswa membutuhkan perhatian khusus dalam meningkatkan kemampuan membaca dan memahami al-Qur’an. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdi melaksanakan program LENTERA (Latihan Intensif Tadarus Al-Qur’an), sebuah inisiatif strategis yang bertujuan mengoptimalkan literasi Qur’an melalui integrasi materi BTQ (Baca Tulis al-Qur’an) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), kegiatan ekstrakurikuler dan sesi privat yang intensif. Metode Participatory Action Reasearch (PAR) digunakan dalam merancang program ini, melibatkan tiga tahapan utama: penyaringan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program ini mampu meningkatkan kemampuan literasi al-Qur’an siswa, memperkuat pemahaman tajwid, serta membangun kebiasaan membaca al- Qur’an. Selain itu, metode yang bervariasi dan berbasis teknologi menciptakan suasana pembelajaran interaktif dan relevan sesuai dengan kebutuhan siswa. Program ini diharapkan menjadi Langkah awal untuk memperkuat literasi al-Qur’an sebagai bagian integral dari Pendidikan berbasis spiritual dan moderanitas.