Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SILICA FUME SEBAGAI BAHAN PENGIKAT TAMBAHAN BETON: TINJAUAN SISTEMASTIS PENINGKATAN KINERJA DAN KEBERLAJUTAN Ahmad Ridhani Noorfauzi; Septia Rona Puspita Gaby; Taufik Abdullah Attamimi
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Rekayasa Konstruksi (Mei)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jrk.v4i1.47

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji efektivitas silica fume sebagai bahan pengikat tambahan (SCMs) melalui pendekatan systematic literature review dengan metode PRISMA. Sebanyak 12 artikel dari rentang tahun 2020–2024 dianalisis setelah disaring dari total 50 artikel yang teridentifikasi pada database Google Scholar, ScienceDirect, Springer, dan IEEE Xplore. Ditemukan bahwa penggunaan silica fume dalam proporsi 10–15% terhadap berat semen secara konsisten meningkatkan performa beton pada berbagai aplikasi. Peningkatan kuat tekan tertinggi tercatat sebesar 20,14%, sedangkan kuat tarik belah dan kuat lentur masing-masing meningkat hingga 12,73% dan 13,74%. Efektivitas ini dijelaskan melalui reaksi pozzolan yang menghasilkan gel C-S-H sekunder serta efek pengisi fisik yang memperhalus pori dan memperkuat mikrostruktur. Mayoritas studi berfokus pada beton berpori, menandakan urgensi dalam pengembangan infrastruktur ramah lingkungan, khususnya dalam manajemen air permukaan. Selain itu, permeabilitas berkurang secara signifikan dan durabilitas terhadap siklus beku-cair meningkat. Penggunaan silica fume sebagai produk sampingan industri ferrosilikon dinilai relevan untuk mendukung reduksi limbah dan emisi karbon. Disarankan pemanfaatan silica fume 10–15% disertai superplasticizer untuk mencapai performa optimal dalam praktik konstruksi berkelanjutan.
DESAIN RUMAH MODULAR TANGGAP BENCANA PADA LAHAN RAWA/GAMBUT DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Muya Ryan Hidayat; Septia Rona Puspita Gaby; Taufik Abdullah Attamimi
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Rekayasa Konstruksi (November)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Kalimantan Selatan merupakan kawasan dengan hampir keseluruhan wilayah terendam serta merupakan kawasan bencana tingkat tinggi. Rumah Panggung (rumah bubungan) adalah rumah adat banjar dengan struktur dari konstruksi kayu yang membentuk satu kesatuan sistem struktur rangka yang sangat stabil dan memiliki kekakuan baik secara vertikal maupun lateral serta terdapat beberapa ciri khas ukiran pada berbagai sisi bangunan. Secara vertikal, bangunan dengan ukuran yang sangat panjang mampu berdiri seimbang di atas landasan yang sangat lemah. Secara lateral, bangunan mampu bertahan terhadap adanya perbedaan beban bangunan. Dalam situasi tertentu memungkinkan terjadi bencana yang menyebabkan beberapa rumah terendam bahkan hancur. Konsep rumah tanggap bencana modular merupakan alternatif yang dapat diaplikasikan pada kawasan terdampak bencana. Rumah tanggap bencana modular memiliki struktur pondasi dapat disesuaikan ketinggian air dan kondisi bencana sesuai kajian resiko bencana nasional Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini memberikan alternatif dengan melakukan pemindahan masyarakat terdampak dari lokasi bahaya yang tidak mungkin dibangun kembali dan tidak sesuai dengan rencana tata ruang (rawan bencana) dengan metode modular. Modular didesain tetap dapat mempertahankan ciri khas rumah adat Bubungan Banjar. Pembangunan rumah modular tidak memerlukan banyak tenaga dan durasi pelaksanaan konstruksi cepat.
Perawatan Komponen CVT Sepeda Motor Matik bagi Warga Desa Pemuda Muhammad Yunus; Muhammad Rezki Fitri Putra; Taufik Abdullah Attamimi; Kurnia Dwi Artika; Bayu Agung Wicaksono; Yulima Melsipa Lingga; Jesi Yardani; Sri Muntiah Andriami; Muhamad Muhajir; Barokah Barokah; Azelia Puteri
Cahaya Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Apik Cahaya Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61971/cp.v3i1.327

Abstract

Automatic motorcycles are widely used as the primary means of transportation, making regular maintenance, particularly of the Continuously Variable Transmission (CVT) system, essential to maintain vehicle performance and extend service life. However, public knowledge regarding CVT maintenance remains limited, causing maintenance to be performed only after mechanical problems occur. This community service program aimed to improve the knowledge and basic skills of residents of Desa Pemuda in maintaining CVT components on automatic motorcycles. The program employed a service and mentoring approach consisting of lectures, demonstrations, hands-on training, and interactive discussions. The implementation included three stages: preparation, implementation, and evaluation. The results showed that all participants attended the activity until completion and demonstrated high enthusiasm throughout the program. Participants actively engaged in discussions and practical sessions while expressing positive responses toward the training methods applied. The activity provided participants with additional knowledge and practical experience in performing basic CVT maintenance, enabling them to apply simple maintenance procedures independently. Overall, the community service program successfully enhanced public awareness of the importance of periodic motorcycle maintenance to maintain vehicle performance, reduce the risk of component failure, and encourage sustainable vehicle maintenance practices.