Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Sosialisasi Gerakan Literasi Dini Kepada Guru TK dan PAUD Makanatut Thalibin di Kecamatan Aluh-aluh Akhmad Syakir; M Ridha Anwari; Muhammad Yunus
LOYALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.404 KB) | DOI: 10.30739/loyal.v2i1.402

Abstract

ABSTRACT: Community service is aimed to socialize the early literacy movement for teachers and parents of PAUD I students in Pulantan Village, Aluh-Aluh District. This dedication was held on Thursday, March 22, 2018 in PAUD Makanatut Thalibin. The target of this activity is PAUD teachers and parents of students. The reason for implementing this service is a school that is far from the city center, a low level of education from parents of students so that the planting of early literacy to their children is often unthinkable to them, even the planting of early literacy they submit to school. The method in this socialization uses the lecture method, discussion and question and answer, to provide knowledge on the importance of early literacy in children. After this implementation it can be concluded that the awareness of students' parents the importance of instilling a culture of early literacy for children, while for PAUD teachers Makanatut Thalibin they understand that many methods of teaching early literacy are fun for students.
MITOS DALAM KUMPULAN PROSA KISDAP PILANGGUR KARYA HATMIATI MASY'UD Muhammad Yunus; Sri Normuliati; M. Ridha Anwari
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1171.46 KB)

Abstract

Kumpulan kisah berbahasa Banjar tidak bisa dipisahkan dengan mitos-mitos yang hadir di dalamnya. Mitos yang mengiringi kehidupan masyarakan Banjar diyakini kebenarannya dan mempengaruhi tingkah laku masyarakat seperti yang terdapat dalam kisah-kisah pendek yang Pilanggur karya Hatmiati Masy’ud. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan mitos-mitos yang ada pada masyarakat Banjar dalam kumpulan cerita Pilanggur Karya Hatmiati Masy’ud. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data-data yang dikumpulkan berupa kata-kata, frasa, kalimat, dialog para tokoh dan paragraf yang berhubungan dengan mitos masyarakat Banjar. Setelah data terkumpul, data akan dianalisis. Hasil penelitian mendeskripsikan mitos masyarakat Banjar diantaranya tentang kapuhunan, tambun (hantu air), hantu api, sanja kuning, dan pilanggur. Kapuhunan adalah gangguan makhluk halus bagi anak kecil/bayi yang salah satunya diakibatkan karena melewati tempat pekuburan. Kemunculan tambun (hantu air) dijadikan pertanda bahwa sungai sedang meminta tumbal. Hantu api juga menjadi pertanda bahwa akan ada bencana kebakaran. Sanja kuning juga berarti larangan bagi anak-anak untuk bermain di luar rumah. Pada saat sanja kuning, dihubungkan dengan hal-hal yang tidak baik seperti penyakit, hantu, dan santet. Pilanggur dianggap sebagai salah satu penyebab perempuan tidak kunjung menikah karena pada sore hari duduk di depan pintu.Kata kunci : mitos, masyarakat banjar, pilanggur, hatmiati masy’ud The collection of stories in Banjarese cannot be separated from the myths that are present in it. The myths that accompany the life of the Banjar people are believed to be true and affect people's behavior as contained in the short stories Pilanggur by Hatmiati Masy'ud. This study aims to reveal the myths that exist in the Banjar community in the collection of Pilanggur stories by Hatmiati Masy'ud. This research is included in qualitative research with descriptive method. The data collected were in the form of words, phrases, sentences, dialogues of the characters and paragraphs related to the myths of the Banjar people. After the data was collected, the data will be analyzed. The results of the study describe the myths of the Banjar people including the kapuhunan, tambun (water ghost), fire ghost, yellow sanja, and pilanggur. Kapuhunan is a disturbance of spirits for small children/babies, one of which is caused by passing through a cemetery. The appearance of tambun (water ghost) is used as a sign that the river is asking for sacrifice. The fire ghost is also a sign that there will be a fire disaster. Yellow sanja also means a prohibition for children to play outside the house. At the time of yellow sanja, associated with things that are not good such as disease, ghosts, and witchcraft. Pilanggur is considered as one of the causes of women not getting married because in the afternoon they sit in front of the doorKeywords: Myth, Banjar people, Pilanggur, Hatmiati Masy'ud
PELATIHAN KURIKULUM 2013 UNTUK GURU SD DI SD ISLAM AL FATIH KECAMATAN ALALAK KABUPATEN BARITO KUALA KALIMANTAN SELATAN Muhammad Yunus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Keguruan dan Pendidikan (JPM-IKP) Vol 2, No 01 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT (JPM-IKP)
Publisher : FKIP Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jmp-ikp.v2i01.263

Abstract

Satu dari cara mencapai tujuan pendidikan diperlukanlah pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran  berupa kurikulum. Kurikulum 2013 (K13) adalah kurikulum yang secara resmi pada tahun 2014 menggantikan pendahulunya yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pada tahun 2018 pemerintah mencanangkan seluruh sekolah wajib menerapkan K13 dari tingkat dasar sampai lanjutan. Kenyataannya masih ada sekolah yang belum menerapkan kurikulum 2013 ini dikarenakan belum adanya sosialisasi dan pelatihan terkait kurikulum 2013. Satu di antaranya adalah Sekolah Dasar Islam Al Fatih di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan yang belum menerapkan K13 dan masih memakai KTSP sebagai kurikulumnya. Permasalahan yang dihadapi adalah minimnya pengetahuan tentang K13 karena  belum adanya sosialisasi dan pelatihan K13. Beranjak dari masalah tersebut tim pengabdian masyarakat melakukan kegiatan pelatihan K13 yang bertujuan untuk mengenalkan dan memahamkan penerapan K13. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ceramah, diskusi, dan pendampingan. Setelah mengikuti pelatihan guru mendapatkan pemahaman tentang K13 di tingkat sekolah dasar dan mampu membuat perangkat pembelajaran yang sesuai dengan K13.Kata kunci: pelatihan, kurikulum 2013, guru SDOne of the ways to achieve educational goals is a guideline for implementing learning activities in the form of curriculum. 2013 Curriculum (K13) is a curriculum that officially in 2014 replaced its predecessor, the Education Unit Level Curriculum (KTSP). In 2018 the government proclaims that all schools are required to apply K13 from elementary to advanced levels. In fact there are still schools that have not implemented the 2013 curriculum because there is no socialization and training related to the 2013 curriculum. One of them is Al Fatih Islamic Primary School in Barito Kuala District, South Kalimantan, which has not implemented K13 and still uses KTSP as its curriculum. The problem faced is the lack of knowledge about K13 due to the lack of K13 socialization and training. Moving on from this problem the community service team conducted K13 training activities aimed at introducing and understanding the application of K13. The method used in this study is lecture, discussion, and mentoring. After attending thetraining the teacher gets an understanding of K13 at the elementary school level and is able to make learning devices that are in accordance with K13.Keywords: training, 2013 curriculum, elementary school teacher
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN GURU SMP DALAM PENYUSUNAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN LIVEWORKSHEETS Iin Ariyanti; Muhammad Yunus
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.402 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5045

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan wawasan pengetahuan mengenai alternatif teknologi pembelajaran online berupa LKPD menggunakan liveworksheets kepada guru SMP serta mengembangkan kreativitas guru dalam menyusun materi. LKPD menggunakan liveworksheets  merupakan LKPD interaktif yang dapat disusun oleh guru  melalui situs https://www.liveworksheets.com.  Mitra yang juga merupakan sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah guru-guru SMPN 4 Sungai Tabuk, Kalimantan Selatan. Kegiatan pengabdian dibagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi yang termuat dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan.  Pelatihan berupa pengenalan liveworksheets dan contoh-contoh LKPD menggunakan liveworksheets serta mendemonstrasikan langkah-langkah dalam membuat LKPD menggunakan liveworksheets kepada guru-guru. Selanjutnya, tim pengabdian mendampingi guru dalam membuat LKPD menggunakan liveworksheets sesuai dengan materi yang akan diajarkan oleh guru kemudian guru diminta untuk menerapkannya pada pembelajaran daring. Di akhir, tim pengabdian melakukan evaluasi dari penerapan pembelajaran LKPD menggunakan liveworksheets berdasarkan kegiatan pelatihan dan pendampiangan dari pengalaman guru di lapangan. Hasil kegiatan ini secara keseluruhan telah tercapai yaitu  guru-guru SMPN 4 Sungai Tabuk mendapatkan manfaat sesuai dengan tujuan kegiatan Abstract:  The purpose of this activity is to provide insight into knowledge about alternative online learning technologies in the form of worksheets using liveworksheets to junior high school teachers and to develop teacher creativity in compiling teaching materials. LKPD using liveworksheets is an interactive worksheet that can be compiled by teachers through the https://www.liveworksheets.com site. Partners who are also the participants of this community service activity are the teachers of SMPN 4 Sungai Tabuk, South Kalimantan. This activity are divided into three stages, namely the preparation stage, implementation stage, and evaluation stage which are contained in training and mentoring activities. The training activity is in the form of introducing liveworksheets and examples of LKPD using live worksheets and demonstrating the steps in making LKPD using liveworksheets to teachers. Furthermore, the team helped the teacher in making LKPD using liveworksheets according to the material  that would be taught by the teacher and then the teacher is asked to apply it to online learning. At the end, the team evaluates the implementation of LKPD learning using live worksheets based on training and mentoring activities from the experience of teachers in the field. Overall, the results of this activity have been achieved which is the teachers of SMPN 4 Sungai Tabuk get benefit according to the objectives of the activity
Pelatihan PKB Berbasis Peserta Didik bagi Guru Bahasa Indonesia SMA M. Ridha Anwari; Muhammad Yunus; Istiqamah Istiqamah; Akhmad Syakir; Jamiatul Hamidah
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 3 (2021): Pages 459-724
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i3.334

Abstract

Dalam rangka menyiapkan peserta didik yang memiliki kecakapan abad ke-21, pemerintah akan melakukan Asesmen Kemampuan Minimun (AKM) pada tahun 2021. Penilaian dalam AKM mengacu pada tolak ukur yang termuat dalam Programme for International Student Assesment (PISA) dan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS). Pengembangan soal AKM disusun untuk membantu sekaligus memberi inspirasi kepada peserta didik dan sekolah dalam mengembangkan soal-soal yang dapat menuntut peserta didik memiliki kemampuan kecakapan abad ke-21. Masalah dalam pengabdian ini adalah belum diketahuinya soal AKM terbarukan program pemerintah bagi guru-guru bahasa Indonesia pada khususnya. Tujuan dilaksanakannya pengabdian ini adalah melatih guru-guru untuk bisa berinovasi dalam pengembangan soalnya, khususnya soal AKM yang menjadi program pemerintah di tahun 2021. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah bentuk sosialisasi daring mengenai pengembangan soal-soal AKM bagi guru-guru Bahasa Indonesia se- Kota Banjarmasin. Hasil dalam pelaksanaan pengabdian ini adalan hasil cipta berupa soal-soal yang sesuai dengan program pemerintah melalui soal-soal AKM bagi guru-guru Bahasa Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, melalui bahan ajar ini guru-guru dapat meningkatkan kemampuan pemahaman dan bagaimana soal AKM literasi membaca, serta melatihkan kepada peserta didik di sekolahnya masing-masing.
The Stories of Datu in South Kalimantan: Literary Reception Studies M. Ridha Anwari; Muhammad Yunus; Sri Normuliatti
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2021): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5 Nomor 1, Juni 2021
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/AKSIS.050113

Abstract

This study aims to describe people's perceptions or receptions in the stories of datu in South Kalimantan. The theory used in this research is literature reception study theory. The research method used in this research is a descriptive qualitative method. The results of this study show that the dominant themes in the stories of datu are about religion, social life, and resistance to crime. The plot used in the stories of datu is mainly progressive plot. The background in the story occurs in various areas of South Kalimantan. In general, characterization raises the commendable attitude and character of datu. Meanwhile, the opinion from the respondents convey that the values ​​contained in the stories of datu is religious values. Keywords: literature reception study, stories of datu, South Kalimantan Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan anggapan atau resepsi masyarakat dalam kisah-kisah datu di Kalimantan Selatan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kajian resepsi sastra. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil dalam penelitian ini yang diangkat dalam kisah-kisah datu adalah keagamaan, kehidupan sosial, dan perlawanan terhadap kejahatan. Alur kisah didominasi oleh alur maju. Latar tempat dalam kisah terjadi di berbagai daerah Kalimantan Selatan. Penokohan secara umum mengangkat tentang sikap dan ketokohan datu yang terpuji. Sementara itu, masyarakat yang menjadi responden penelitin menganggap bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam kisah-kisah datu didominasi oleh nilai keagamaan. Kata Kunci: kajian resepsi sastra, kisah datu, Kalimantan Selatan
PELATIHAN PENGELOLAAN MAJALAH DINDING SISWA MA DARUSSALAM BARITO KUALA Muhammad - Yunus
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.776 KB) | DOI: 10.31604/jpm.v3i1.186-189

Abstract

This training activity aims to train students to manage wall magazines properly. Aside from being a forum to foster student creativity so that they can pour their work both in the field of literature and those related to writing. The method used in this service is counseling through several stages, namely (1) delivery of material (2) Formation of editorial teams and (3) making bulletin boards. With this training students finally know how to manage wall magazines and various stages from the beginning to the end of publishing. Students also finally get a lot of knowledge that they did not know about the management or management of wall magazines at school.
RELASI SEMANTIK BAHASA BANJAR DIALEK HULU M. Ridha Anwari Muhammad Yunus
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.836 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v10i1.8398

Abstract

Abstract Semantic Relations of the Hulu Banjar Dialect Language. Semantic relations are semantic relations that exist between one language unit with another language unit. The formulation of the problem in this research is how is the semantic relation of the words synonym, antonym, hominim, hyponym, and polysemy of the Banjar dialect language upstream? This study aims to describe the semantic relations of words in BBDH so that they can be known by their speakers. The research method used in this research is descriptive method. The results of this study are the forms of semantic relations found in the communication patterns of the Banjar upstream dialect community in the form of Synonyms, Antonyms, Homonyms, Polisemi, and Hyponyms. Key words: semantic relations, banjar language, hulu dialect Abstrak Relasi Semantik Bahasa Banjar Dialek Hulu. Relasi semantik adalah hubungan semantik yang terdapat antara satuan bahasa yang satu dengan satuan bahasa yang lainnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini ialah bagaimanakah relasi semantik kata sinonim, antonim, hominim, hiponim, dan polisemi bahasa Banjar dialek hulu? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relasi semantik kata dalam BBDH agar dapat diketahui oleh penuturnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah motode deskriptif. Hasil penelitian ini ialah bentuk-bentuk relasi semantik yang ditemukan dalam pola komunikasi masyarakat Banjar dialek hulu berupa Sinonim, Antonim, Homonim, Polisemi, dan Hiponim. Kata-kata kunci: relasi semantik, bahasa banjar, dialek hulu
Meningkatkan Keterampilan Berbicara dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Siswa Kelas X IIS 5 SMA Negeri 2 Banjarmasin M. Ridha Anwari; Akhmad Syakir; Muhammad Yunus
STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 2 No 2 (2017): Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.146 KB) | DOI: 10.33654/sti.v2i2.397

Abstract

Penelitian yang berjudul “Meningkatkan Keterampilan Berbicara dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Siswa Kelas X Iis 5 SMA Negeri 2 Banjarmasin” ini bertujuan untuk memperoleh data dan mendeskripsikan peningkatan keterampilan berbicara siswa kelas X-1 SMA Negeri 2 Banjarmasin dengan menggunakan model pembelajaran tipe STAD dan untuk mengetahui dan mendeskripsikan aktivitas siswa dan guru saat mengunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi keterampilan berbicara. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai pedoman untuk dapat lebih meningkatkan lagi kemampuan berbicara siswa kelas X IIS 5 SMA Negeri 2 Banjarmasin yang pada akhirnya turut meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X IIS 5 SMA Negeri 2 Banjarmasin pada semester pertama tahun ajaran 2017/2018, yaitu dari bulan Juli hingga Desember 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IIS 5 SMA Negeri 2 Banjarmasin dengan sampel sebanyak 33 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif melalui penelitian tindakan kelas dengan mengambil tempat penelitian di Kelas X IIS 5 SMA Negeri 2 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan hasil tes awal dan tes akhir kegiatan setiap siklus, dan hasil observasi terhadap aktivitas siswa dan guru selama pembelajaran berlangsung, serta angket untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe STAD. Indikator penilaian dalam penelitian mencakup aspek keterampilan berbicara, aktivitas siswa, dan aktivitas guru. Berdasarkan hasil penelitian, ditinjau dari semua aspek menunjukkan bahwa: (1) Pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa dari rata-rata 66,6 dengan ketuntasan klasikal 60% pada siklus I meningkat menjadi rata-rata 80,1 dengan ketuntasan klasikal 97% pada siklus II. Hasil kerja kelompok semua mendapat penghargaan super, (2) Aktivitas siswa mengalami peningkatan dari 69% pada siklus I mengalami peningkatan menjadi 89% pada siklus II, dan (3) Aktivitas guru mengalami peningkatan dari rata-rata 2,6 dengan kategori baik menjadi rata-rata 3,7 dengan kategori baik pada siklus II. Disarankan agar guru bahasa Indonesia khususnya di kelas X IIS 5 SMA 2 Banjarmasin dapat menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD ini, karena dapat meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia serta memotivasi siswa dalam belajar dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan hasil belajarnya
Pasangan Bersesuaian dalam Interaksi Jual Beli di Pasar Hanyar Banjarmasin Muhammad Yunus
STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5 No 1 (2020): Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.16 KB) | DOI: 10.33654/sti.v5i1.980

Abstract

Kehidupan ini tidak pernah lepas dengan yang namanya komunikasi. Komunikasi dilakukan antara dua orang yang berinteraksi dengan lisan maupun tulisan. Interaksi antara dua orang yang melakukan jual-beli juga bisa dinamakan komunikasi. Setiap komunikasi mempunyai bagian atau struktur dan juga pola. Pola dalam interaksi dalam jual-beli salah satunya adalah pasangan bersesuaian. Pola ini terdapat dalam interaksi jual-beli yang ada di Pasar Hanyar Banjarmasin kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan analisis pasangan berdampingan. Data yang diperoleh berasal dari percakapan antara penjual dan pembeli yang ada di Pasar Hanyar Banjarmasin. Pasangan bersesuaian yang ada dalam interaksi jual-beli di Pasar Hanyar Banjarmasin ada 8 pola, yaitu (1) pola panggilan jawaban, (2) pola permintaan informasi- pemberian, (3) pola penawaran- penerimaan, (4) pola penawaran –penolakan,dan (5) pola pertanyaan-jawaban