Muhammad Hakim
Universitas Islam Negeri Palangka Raya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEBIASAAN MEMBACA PRA-PEMBELAJARAN SEBAGAI DETERMINAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL SISWA MA MUSLIMAT NU PALANGKA RAYA Hafiz Ansary; Muhammad Hakim; Muhammad Rizqi Bahrain; Surawan Surawan
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11337

Abstract

Pre-learning reading habits are one form of literacy activity that can help students acquire prior knowledge before participating in classroom learning. Such prior knowledge may enhance students’ learning readiness and understanding of the subject matter. This study aimed to describe students’ pre-learning reading habits and their conceptual understanding at MA Muslimat NU Palangka Raya. The research employed a quantitative approach using an analytical survey design. The participants consisted of 19 students selected through a saturated sampling technique. Data were collected through a questionnaire consisting of 30 statement items and supported by interviews. The data were analyzed using descriptive statistics in the form of respondent percentage scores. The results showed that most students demonstrated positive responses toward pre-learning reading habits, with 80.23% of responses falling into the agree and strongly agree categories, while 19.77% were categorized as less agree and disagree. The findings also indicated that students possessed good initial cognitive readiness and conceptual understanding. Interview and observation results further supported these findings, revealing that reading before class helped students become more prepared, focused, active, and confident during the learning process. However, pre-learning reading habits had not been practiced consistently by all students. Therefore, continuous efforts are needed to strengthen literacy culture through the habituation of reading activities before classroom instruction begins. ABSTRAK Kebiasaan membaca pra-pembelajaran merupakan salah satu bentuk aktivitas literasi yang dapat membantu siswa memperoleh pengetahuan awal sebelum mengikuti proses pembelajaran. Pengetahuan awal tersebut berpotensi meningkatkan kesiapan belajar dan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebiasaan membaca pra-pembelajaran siswa serta pemahaman konseptual siswa di MA Muslimat NU Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei analitis. Subjek penelitian berjumlah 19 siswa yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket yang terdiri atas 30 butir pernyataan dan didukung oleh wawancara. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa persentase jawaban responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memberikan respons positif terhadap kebiasaan membaca pra-pembelajaran dengan persentase respons setuju dan sangat setuju mencapai 80,23%, sedangkan respons kurang setuju dan tidak setuju sebesar 19,77%. Hasil juga menunjukkan bahwa siswa memiliki kesiapan kognitif awal dan pemahaman konseptual yang baik. Temuan wawancara dan observasi memperkuat hasil tersebut dengan menunjukkan bahwa membaca sebelum pembelajaran membantu siswa lebih siap, fokus, aktif, dan percaya diri dalam mengikuti proses pembelajaran. Meskipun demikian, kebiasaan membaca pra-pembelajaran belum dilakukan secara konsisten oleh seluruh siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk memperkuat budaya literasi melalui pembiasaan membaca sebelum pembelajaran berlangsung.
STRATEGI ADAPTASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI TANTANGAN DAN PELUANG ERA DIGITALISASI Eva Suriyaningsih; Muhammad Hakim; Annisa Annisa; Ajahari Ajahari
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11642

Abstract

The advancement of digital technology has significantly transformed the world of education, including Islamic education. Digitalization offers opportunities through easy access to information, flexible learning systems, and the use of innovative learning media such as e-learning, videos, and digital applications. However, the digital era also brings various challenges, including the spread of misinformation, low digital literacy skills, unequal access to technology, and the decline of students’ moral and religious values. This study aims to analyze the strategies of Islamic education in facing the era of digitalization. The research applies a descriptive qualitative approach with the type of library research through the analysis of books, articles, and journals related to Islamic education and digital technology. The findings indicate that Islamic education requires flexible and comprehensive approaches, including the development of an integrated curriculum, the optimal use of digital technology in learning processes, the improvement of educators’ digital competencies, and the strengthening of moral and spiritual values. In addition, Islamic education must continue to uphold Islamic values such as ethics, responsibility, and tabayyun in the use of technology. Therefore, Islamic education is expected to produce generations who are intellectually excellent, spiritually strong, and wise in utilizing digital technology. ABSTRAK Kemajuan teknologi digital telah mengubah secara signifikan dunia pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Digitalisasi membuka peluang dengan akses informasi yang mudah, sistem pembelajaran yang fleksibel, serta pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif seperti e-learning, video, dan aplikasi digital. Namun, era digital juga membawa berbagai tantangan, seperti penyebaran informasi yang salah, rendahnya kemampuan literasi digital, ketimpangan akses teknologi, serta menurunnya nilai moral dan agama siswa. Studi ini bertujuan untuk menganalisis strategi pendidikan Islam dalam menghadapi masa digitalisasi. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kepustakaan melalui analisis buku, artikel, dan jurnal yang berhubungan dengan teknologi digital dan pendidikan Islam. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa pendidikan Islam membutuhkan pendekatan yang fleksibel dan menyeluruh, termasuk pengembangan kurikulum yang terintegrasi, pemanfaatan teknologi digital secara maksimal dalam proses pembelajaran, peningkatan kemampuan digital para pendidik, serta peneguhan nilai-nilai moral dan spiritual. Di samping itu, pendidikan Islam harus senantiasa mengedepankan nilai-nilai Islam seperti etika, tanggung jawab, dan tabayyun dalam menggunakan teknologi. Oleh karena itu, pendidikan Islam diharapkan dapat menciptakan generasi yang cemerlang secara intelektual, kokoh secara spiritual, dan bijaksana dalam memanfaatkan teknologi digital.
THE EFFECT OF USING CROSSWORD PUZZLES ON INDONESIAN EFL COLLEGE STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY Aufa Nabila; Hafizatun Septi Arizky; Novelia Fitriani; M. Aripin Ilham; Muhammad Hakim; Abdul Syahid
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.12299

Abstract

ABSTRACT This study investigates the effect of using crossword puzzles on Indonesian EFL college students’ vocabulary mastery. Vocabulary is an important aspect of learning English because it helps students understand and express meaning effectively. There's so many EFL learners are still struggle to remember vocabulary, spell words correctly, and use them appropriately in different contexts. For this reason, more engaging learning activities are needed to support vocabulary development. This study employed a pre-experimental design using a one-group pre-test and post-test approach to investigate the effect of crossword puzzle activities on students' vocabulary mastery. The study involved 27 fourth-semester students of the English Education (Tadris Bahasa Inggris) Study Program selected through purposive sampling. The data were collected through vocabulary tests administered before and after the implementation of crossword puzzle activities. The results indicated an improvement in students’ vocabulary mastery, with the mean score increasing from 93.34 in the pre-test to 97.26 in the post-test. A paired-samples t-test revealed a statistically significant difference between the pre-test and post-test scores (p < 0.001), with a large effect size (Cohen’s d = 0.91). These findings suggest that crossword puzzles are effective in enhancing students’ vocabulary mastery. These findings indicate that crossword puzzles can encourage active participation, provide repeated exposure to vocabulary, and create more meaningful learning experiences. Therefore, crossword puzzles may be considered an effective and enjoyable alternative strategy for teaching vocabulary in EFL classrooms. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji pengaruh penggunaan teka-teki silang terhadap penguasaan kosakata mahasiswa program Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) di perguruan tinggi. Kosakata merupakan aspek penting dalam pembelajaran Bahasa Inggris karena membantu mahasiswa memahami dan mengekspresikan makna secara efektif. Banyak pelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) yang masih kesulitan mengingat kosakata, mengeja kata dengan benar, dan menggunakannya secara tepat dalam konteks yang berbeda. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan pembelajaran yang lebih menarik untuk mendukung pengembangan kosakata. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen (pre-experimental design) dengan rancangan one-group pre-test–post-test untuk mengetahui pengaruh penggunaan aktivitas crossword puzzle terhadap penguasaan kosakata mahasiswa. Penelitian melibatkan 27 mahasiswa semester IV Program Studi Tadris Bahasa Inggris yang dipilih dengan teknik purposive sampling.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kosakata meningkat dari 93,34 pada pra-tes menjadi 97,26 pada pasca-tes. Uji-t sampel berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pra-tes dan pasca-tes (p < 0,001), dengan ukuran efek yang besar (Cohen’s d = 0,91). Temuan ini menunjukkan bahwa teka-teki silang efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa teka-teki silang dapat mendorong partisipasi aktif, memberikan paparan berulang terhadap kosakata, dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Oleh karena itu, teka-teki silang dapat dianggap sebagai strategi alternatif yang efektif dan menyenangkan untuk mengajarkan kosakata di kelas EFL.