p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Educational Journal
Dinda Kestu
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Kelas Inklusif: Studi Kasus Pendampingan Siswa ADHD di Sekolah Dasar Reguler Dinda Kestu; Ana Agnisia Nada; Minsih Minsih
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/fyt13796

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik manajemen kelas inklusif bagi siswa ADHD di sekolah dasar reguler serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus di SD Muhammadiyah 2, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan guru menerapkan strategi chunking, proximity control, serta modifikasi tugas less is more untuk menjaga fokus siswa. Faktor pendukung utama meliputi visi inklusif kepala sekolah dan kompetensi pedagogik guru yang positif. Namun, hambatan signifikan muncul berupa ketimpangan alokasi waktu guru, gangguan konsentrasi klasikal, dan kurangnya pelatihan khusus penanganan ADHD. Penelitian ini menyimpulkan perlunya dukungan sistemik dan pelatihan berkelanjutan bagi guru kelas guna mengoptimalkan layanan pendidikan inklusif.  
Tantangan Guru dalam Mengintegrasikan Karakter Mandiri di Tengah Beban Administrasi Kurikulum Merdeka Ana Agnisia Nada; Dinda Kestu; Murfiah Dewi Wulandari; Darsinah Darsinah
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/bgg96840

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menempatkan penguatan karakter sebagai salah satu tujuan utama pendidikan, termasuk pengembangan karakter mandiri melalui Profil Pelajar Pancasila. Namun, berbagai tuntutan administratif yang menyertai implementasi kurikulum berpotensi memengaruhi efektivitas proses pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi guru dalam mengintegrasikan karakter mandiri di tengah beban administrasi Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di SD Muhammadiyah 2. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengalami ketegangan antara pelaksanaan tugas administratif dan kebutuhan pendampingan karakter siswa. Tingginya intensitas pelaporan digital dan penyusunan dokumen pembelajaran berkontribusi terhadap berkurangnya waktu interaksi pedagogis yang bermakna. Kondisi tersebut berpotensi melahirkan fenomena paper-based character, yaitu penilaian karakter yang lebih berorientasi pada kelengkapan dokumen daripada perubahan perilaku peserta didik. Meskipun demikian, kepemimpinan instruksional kepala sekolah yang suportif, penguatan komunitas belajar, dan penyederhanaan sistem administrasi terbukti mampu mengurangi tekanan administratif sehingga guru dapat lebih fokus pada pembinaan karakter mandiri siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara akuntabilitas administrasi dan esensi pendidikan karakter dalam implementasi Kurikulum Merdeka
Peran Kepala Sekolah dalam Membangun Budaya Mutu untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar Dinda Kestu; Anam Sutopo; Sofyan Anif
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qfees807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah dalam membangun budaya mutu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SD Muhammadiyah 2. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai pemimpin, motivator, fasilitator, dan penggerak budaya mutu di sekolah. Budaya mutu dibangun melalui berbagai program, seperti pembiasaan disiplin, kegiatan literasi, rapat evaluasi rutin, pengembangan komunitas belajar guru, serta pelibatan orang tua dalam kegiatan sekolah. Kepala sekolah juga memberikan motivasi kepada guru melalui apresiasi, pendampingan, dan kesempatan mengikuti kegiatan pengembangan profesional. Implementasi budaya mutu berdampak positif terhadap peningkatan profesionalisme guru yang ditunjukkan melalui meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, refleksi pembelajaran, dan inovasi dalam proses pembelajaran. Selain itu, budaya mutu turut meningkatkan kualitas pembelajaran yang ditandai dengan keterlibatan aktif peserta didik, suasana belajar yang kondusif, serta pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa. Meskipun terdapat kendala berupa perbedaan kesiapan guru dalam menerima perubahan, keterbatasan waktu, dan sarana prasarana, berbagai upaya seperti komunikasi yang efektif, pendampingan berkelanjutan, dan penguatan kolaborasi antar guru mampu mendukung keberlangsungan budaya mutu di sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam membangun budaya mutu yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di SD Muhammadiyah 2.